Kita dan Waktu

Tuesday, January 02, 2018 0

Kita dan Waktu

Karya: Mhd. Saifullah
Kemarin kita masih bersama,
berbincang dan berkata.
Lalu waktu berjalan, merubah.
Pagi menjadi sendu.
Tinggallah kisah yang terbingkai kaku.
Aku, engkau, dia,
dan kenangan ku.
Aku selalu ingat tentang itu.

Banda Aceh
26 Desember 2017

Untuk Wanita Penanti Akad Di Ujung Senja

Sunday, December 31, 2017 0

Untuk Wanita Penanti Akad Di Ujung Senja

Ilustrasi Untuk Wanita Penanti Akad Di Ujung Senja (Doc. Istimewa).
Karya: Mhd. Saifullah
Kau pagi yang gelisah.
Meniti waktu, bersendu senda
tanpa bicara.
Lamunanmu berputar, melingkar
di antara jari-jari yang teramat manis.

Kau titipkan asa dibalik senja.
Dibalik ketulusan hati
pada sosok seorang pria
yang mampu memberi bahagia
yang engkau sebut pangeran cinta.

Kau lukis gaun-gaun melebihi
indahnya malam di nirwana
dari semu akal pikiranmu.
Kau hembuskan puji-pujian di pertiga malam
kepada Tuhan, untuk dia
calon pendamping surgamu.
Calon yang membisikan kata-kata cinta
dan doa, sebelum engkau terlelap dalam peluknya.

Untukmu, seorang wanita,
menanti kata akad sebelum senja.

Banda Aceh
29 Desember 2017

Siapakah Dia

Wednesday, December 27, 2017 0

Siapakah Dia?

Ilustrasi. (Doc. +Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Aku berjalan seperti biasa,
dihamparan bunga,
pada taman tak bertuan pula.
Sekilas, sepintas, tiada yang berbeda
angin tetap sedu,
meski langit cerah kala itu.

Berlatar kembang,
berhias nuansa-nuansa tenang.
Di kursi putih,
dia bertumpang kaki.
Tas antik tersandang dilengan.
Mata melirik, menanya gerangan.

Siapakah wanita itu?
Wanita berkerudung biru?

Terselip mungil bibir yang tipis
senyuman manis di antara pipi.
Menarik hati. Tenangkan jiwa ini.

Siapakah gerangan dirinya?
Wanita menawan, di taman bunga?
Bolehkah aku suka?
Dan bolehkah aku menikahinya?

Lamprit, Banda Aceh
18 Desember 2017

Warkop Dengan Retorikanya

Monday, December 25, 2017 0

Warkop Dengan Retorikanya

Suasana Salah Satu Warkop di Aceh (Doc. Mhd. Saifullah).
Warung kopi atau biasa disingkat dengan Warkop, menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh sebagian orang untuk menghabiskan waktu. Tak heran jika tempat yang identik dengan menu minuman kopi ini, dapat terlihat berbagai aktivitas di dalamnya. Selain itu, atmosfir suasa tempat tersebut juga berbeda, bergantung bagaimana atau apa kegiatan yang dibahas.

Kebanyakan orang yang datang ke Warkop tentunya ingin menikmati aktivitas ringan, seperti bersantai, berkumpul, dan bercerita. Sehingga suasana atmosfirnya lebih terkesan tenang serta diselingi gelak tawa. Situasi Warkop dapat berubah drastis, jika tempat ini dijadikan forum ruang diskusi maupun konferensi pers. Suasana lebih tegang dan hanya beberapa kali terdengar tawa. Keadaan di tempat ini akan dipengaruhi dari tujuan masing-masing orang yang mengunjunginya.

Beberapa aktivitas di Warkop seperti yang telah saya ceritakan secara garis besar di atas, membuat saya tertarik untuk menulisnya. Bermacam-macam pembahasan terlihat dan terdengar dari para pengunjung, menjadi inspirasi bagi saya dalam menulis artikel ini. Sehingga menurut saya, artikel ini lebih tepat jika diberi judul Warkop Dengan Retorikanya.

Berbicara mengenai Warkop Dengan Retorikanya, pastinya kurang asik jika kita tidak memahami makna dari judul tersebut. Oleh karena itu, sebelum membahasnya, alangkah baiknya jika saya sedikit memberikan penjelasan arti dari kata-kata yang ada.

Warkop
Warkop merupakan singkatan dari kata warung kopi. Kata warung kopi atau kedai kopi berasal dari dua kata, yakni kedai dan kopi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kedai memiliki ari bangunan tempat berjualan berupa makanan dan sebagainya. Kata kopi diartikan pohon yang buahnya digoreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan percampuran minuman, dalam istilah lain yakni minuman yang bahannya serbuk kopi. Jadi, jika kedua kata tersebut disatukan maka arti dari warung kopi adalah tempat menyediakan minuman seperti kopi dan teh, serta makanan kecil berupa gorengan, kue, dan lain sebagainya.

Retorikanya
Kata retorikanya merupakan istilah dalam kata kerja yang berasal dari dua kata, yakni retorika dan dia.
Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kata retorika bermakna keterampilan berbahasa secara efektif, sedangkan dia artinya persona tunggal yang dibicarakan di luar pembicara dan kawan bicara.
Obrolan Orang Di Warung Kupi (Warkop)

Di Warkop, saya sering melihat beberapa orang sangat serius berbincang-bincang. Dari situ, saya mencoba mendengarkan secara sekilas apa pembahasan mereka.

Berikut ini beberapa pembahasan beberapa pengunjung Warkop berdasarkan amatan saya.
·        Membahas masalah pasangan atau calon pasangan (Pacar)
·        Membahas masalah politik
·        Membahasa dan membuat tugas sekolah, kampus
·        Membahas tentang musik
·        Membahas proyek kerja atau lowongan kerja
·        Bermain game
·        dan beberapa hal lainnya

Kalau saya tulis semua dengan lengkap, maka artikel ini akan sangat panjang. Hehehehe

Bagaimana dengan kawan-kawan Steemit? Apa yang anda lakukan di Warkop selain menikmati minuman?

Aku, Hujan, dan Pagi Dini Hari

Saturday, December 23, 2017 0

Aku, Hujan, dan Pagi Dini Hari

Ilustrasi. (Doc. Istimewa)
Karya: Mhd. Saifullah
Aku terbangun dari lelap
kala hujan menghentakkan kakinya di bumi
di dininya pagi.

Aku terjaga di tengah gelap,
ketika hujan berbisik kata-kata suci
dikebalauan hati.

Aku tersadar dari silap
saat hujan mendinginkan diri
di hari belum bermentari.

Lamprit, Banda Aceh
20 Desember 2017

Aceh Mendukung Yerussalem Milik Palestina

Thursday, December 21, 2017 0

Aceh Mendukung Yerussalem Milik Palestina

Bendera Palestina yang berukuran raksasa saat demonstrasi yang dilakukan oleh masyrakat Aceh di Kota Banda Aceh, Senin, 18 Desember 2017 (Doc. Mhd. Saifullah (@ms1991).
Pernyataan mengenai Yerussalem (wilayah negara Palestina) sebagai ibu kota Israel yang diutarakan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat beberapa negara di dunia mengecam atas tindakan tersebut. Bahkan, pernyataan yang disampaikan di Gedung Putih pada Rabu, 6 Desember 2017 lalu tersebut, bukan hanya mendapat kecaman dari umat Islam saja, namun juga dari sebagaian umat beragama lainnya di dunia. Selain itu, tindakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut dianggap semakin memperkeruh hubungan antara Palestina dan Israel.

Akibat pernyataan tersebut, berbagai reaksi muncul di masyarakat dari beberapa negara di dunia, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mereka melakukan demonstrasi sebagai bentuk penolakan maupun pengecaman atas pernyataan Donald Trum dan memberikan dukungan serta semangat bagi negara Palestina untuk mempertahankan Yerussalem sebagai wilayah mereka (Palestina). Aksi demonstrasi secara besar-besaran bermunculan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Aceh.

Demosntrasi yang dilakukan umat muslim di Aceh sudah bermunculan sejak beberapa hari pascapernyataan Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv ke Yrussalem. Akan tetapi, puncak demonstrasi penolakan dari masyarakat baru dilakukan pada Senin, 18 Desember 2017. Aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Anti Israel, diikuti ratusan masyarakat yang di pusatkan di ibu kota Provinsi Aceh, yakni Banda Aceh.

Aksi menentang pernyataan Presiden Donald Trump tersebut, diikuti masyarakat dari berbagai usia, baik itu anak-anak, dewasa, hingga orang tua. diekspresikan oleh masyarakat Aceh dengan berbagai atribut yang mendukung Palestina. Berdasarkan amatan yang saya lihat di lokasi, terlihat sebagaian warga menggunakan slayer bertuliskan Palestina. Bahkan ada juga yang berpakaian seperti prajurit ataupun pejuang Palestina sambil memegang sebuah bazoka, dan atribut seperti bendera Palestina dengan berukuran besar.

Berikut foto-foto demonstrasi masyarakat Aceh di Kota Banda Aceh, mendukung Palestina mempertahankan Yerussalem:










Pada aksi tersebut selain mengecam pernyataan Donald Trump, mereka juga meminta Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Aceh, untuk mengambil ketegasan menyangkut tindakan yang telah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), agar nantinya disampaikan ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Selain itu, khususnya bagi perundang-undangan daerah Aceh, mereka meminta kepada anggota dewan untuk membuat aturan (Qanun) tentang penolakan perusahaan Amerika Serikat dan Israel atau Yahudi di Aceh.

Adapun isi tuntutan masyarakat Aceh dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:
- Mengecam dan mengutuk pernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai Yerussalem sebagai ibukota Israel;
- Meminta kepada pihak DPRA untuk segera membentuk Qanun Pemberdayaan Ekonomi Ummat dengan mengusir dari Aceh usaha-usaha milik Yahudi dan Amerika Serikat;
- Meminta kepada DPRA agar mendesak Pemerintah Aceh untuk serius mensosialisasi kepada masyarakat Aceh agar memboikot produk Israel dan Amerika Serikat;
- Mengusir semua orang asing dan dan bubarkan semua organisasi yang berhubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ana dan Hana

Sunday, December 17, 2017 0

Ana dan Hana

Ilustrasi. @Doc. Istimewa. 
Karya: Mhd. Saifullah
Di kiri ana. Hana.
Di kanan ana. Hana.
Ke depan ana. Hana.
Ke belakang ana. Hana.
Ke atas ana. Hana.
Ke bawah ana. Hana.

Ana. Hana, dan ana hana.

Hana ana.

Sabang
2 Desember 2017

Doa Terakhir

Friday, December 15, 2017 0

Doa Terakhir

Ilustrasi. @Doc. Mhd. Saifullah
Karya: Mhd. Saifullah
Sebelum terlelap, gelap.
Ku ajak jari-jari ini menari
di hadapan sebuah teknologi masa kini.
Sambil melihatnya, aku bercerita,
di perpisahan masa.
Bukan tentang esok,
yang hanya tinggal menghitung detiknya.
Bukan pula tentang tadi,
berlalu dan berganti.
Juga bukan bulan, bintang, malam,
maupun dia. Si pujaan hati.
Bukan. Bukan segala semudah itu.

Aku bercerita aku.
Melihatlah aku
di sayup-sayup pendengaranku.
Lalu menggema di kidung hati ku.
Pupus waktu, putuslah aku.

Sebelum gelap, melelap.
Ku sisakan sedikit dunia
terhantar dalam sebuah doa.
Jika esok tak terbuka,
maka aku telah bersanding dengan-Nya.

Lamprit, Banda Aceh
Jum'at, 15 Desember 2017

Warung Kopi

Wednesday, December 13, 2017 0

Warung Kopi

Ilustrasi. @Doc. Mhd. Saifullah. 
Karya: Mhd. Saifullah
Kelap-kelip lampu menghias.
Sudut warkop di saat malam.
Meja-meja tersusun rapi.
Kursi-kursi mulai diduduki.

Inilah warkop.
Warung kopi tongkrongan
saat ini.

Suasana bervariasi.
Ada tertawa, serius, sedih,
sibuk dengan tugas, serta pacaran.

Pembahasan ada saja.
Bila ada waktu,
maka pembicaraan semakin seru.
Mulai politik, cinta,
bahkan tentang keluarga.
Semua tentang kesibukan dunia
Hanya sebagian membahas mati
Bila terlintas sesaat di kaki.

Warkop memang mengasikkan.
Segala umur berbaur punya cerita,
dan semua punya pembahasan
masing-masing.
Asal tidak saling pusing.

Warkop asik.
Tempat sederhana,
namun menarik.
Dari diskusi cinta,
sampai politik negara.

Warkop GR
Gampong Lamnyong, Banda Aceh
23 November 2014

Negeri Minyak

Monday, December 11, 2017 0

Negeri Minyak 

Karya: Mhd. Saifullah 
Ilustrasi. @Doc. Istimewa. 
Keluar satu, masuk satu.
Kendaraan belajar mengantri.
Tersusun rapi,
bagaikan ular berbaring menepi.
Menjadi hiburan tak berarti.
Pandangan tak begitu peduli,
ini sudah sering terjadi.

Keluar dua, masuk dua.
Kendaraan mengantri begitu lama.
Perut kendaraan bervariasi.
Sesuai keadaan ekonomi
dan dompet saat ini.

Keluar tiga, masuk tiga.
Pengendara semakin resah.
BBM sedang berganti.
Baju lama tersisi,
baju baru melambung tinggi.

Rakyat harus berpikir.
Membeli atau berhenti
Mengingat negeri
penghasil minyak bumi.
Tetapi fakta minyak import lagi.

Keluar empat, masuk empat.
Jirigen ikutan belajar mengantri.
Melihat harga begitu tinggi.
Timbun menimbun, memperkaya diri.
Yang penting punya sendiri terisi.

Masuk lima, keluar semua.
Antrian mulai tiada.
SPBU mulai lelah.
Sebab tadi berubah, esok berduka.

Hahaha.
Negeri kaya minyak menderita.

Gampong Lamnyong, Banda Aceh
23 November 2014

Berputar

Saturday, December 09, 2017 0

Berputar

Ilustrasi. @Doc. Istimewa. 
Karya: Mhd. Saifullah 
Berputar-putar
roda terus berputar.
Berputar-putar
waktu terus berjalan.
Berputar-putar
hari terus berlalu,
usia semakin mendekati mati.

Berputar-putar
roda kehidupan terus berputar.
Berputar-putar
perjalanan masih panjang.
Berputar-putar
semua saling berputar,
dan semua harus berputar.
Agar sesuai dalam kehidupan.

Kopelma Darussalam, Banda Aceh 
22 November 2014

Nyanyian Malam

Friday, December 08, 2017 0

Nyanyian Malam

Ilustrasi Nyanyian Malam. @Doc. Mhd. Saifullah 
Karya: Mhd. Saifullah
Gemuruh tiada berkumandang,
langit cerah malam ini.
Terdengar suara bintang
bermain riang.
Senyuman bulan juga semakin lebar.
Karna malam, tanpa berteman awan.

Semakin terasa nyanyian malam.
Semakin tercipta alunan gembira.
Cicak-cicak ikut tertawa,
melihat katak mulai berduka.
Seakan maut selalu menghantui jiwa.

Nyanyian malam membawa duka.
Sang katak menangis,
sambil mendurja.
Melihat sang ular bermain lidah,
mendengar gendang perut yang susah.

Nyanyian bencana berduka.
Langit cerah,
satu dalam suka dan duka.

Terbentuk suara berbeda-beda.
Terdengar bagaikan para nada.

Suara alam sungguh indah.
Nyanyian malam itulah dia.
Sampai aku menghantar mata.
Dan bermimpi hingga nirwana.

Gampong Laksana, Banda Aceh
20 November 2014

Awal

Wednesday, December 06, 2017 0

Awal

Ilustrasi. @Doc. Istimewa. 
Karya: Mhd. Saifullah
Awalku bertemu denganmu,
Aku bagaikan patung.
Diam, membisu,
seakan tubuhku
terpaku oleh waktu.

Saat suara-suara
merayap ditelingaku,
Musim semi melahirkan
taman bunga di hatiku.
Jantungku menggebu-gebu,
terpacu.

Aku ling-lung,
lupa diri tidak menentu.
Aku tak mengerti
apa yang terjadi.
Rasa apa ini.

Aku semakin bingung,
Mengapa membatu
dihadapan seorang wanita.

Dia telah mengkudeta hatiku.
Dia merubahnya,
merubah menjadi taman bunga.

Sungguh tidak ku sangka.
Apakah ini cinta?
Cinta diawal melihat
dan mendengar suaranya.

Asrama IPAU
Gampong Laksana, Banda Aceh
12 November 2014

Ternodai

Tuesday, December 05, 2017 0

Ternodai 

Ilustrasi. @Doc. Istimewa. 
Karya: Mhd. Saifullah
Inilah gambaran nyata.
Hak-hak mulai dilangkahi.
Menyulap pasti menjadi ilusi.
Mensetipoi kebaikan dan kebenaran.

Media-media saling berlomba
membumingkan kebodohan.
Bukan berita fakta,
tetapi lebih pro penguasa.

Kebenaran telah tersetipoi.
Pembodohan telah menodai
orang-orang tak bersalah.

Di dalam sana.
Para politisi menari-nari.
Mereka bukan berdiskusi,
tetapi tertawa gembira di kebodohan rakyat.

Berita telah berubah
membuta mata hapuskan masa.
Mensetipoi kebenaran,
mengelabuhi keadilan.

Sungguh, sungguh dan sungguh.
Kita telah dinodai.
Bahkan dilecehkan.
Dengan orang-orang
pengambil untung kebenaran.

Kajhu, Aceh Besar
9 November 2014