Warkop Dengan Retorikanya

Monday, December 25, 2017

Warkop Dengan Retorikanya

Suasana Salah Satu Warkop di Aceh (Doc. Mhd. Saifullah).
Warung kopi atau biasa disingkat dengan Warkop, menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh sebagian orang untuk menghabiskan waktu. Tak heran jika tempat yang identik dengan menu minuman kopi ini, dapat terlihat berbagai aktivitas di dalamnya. Selain itu, atmosfir suasa tempat tersebut juga berbeda, bergantung bagaimana atau apa kegiatan yang dibahas.

Kebanyakan orang yang datang ke Warkop tentunya ingin menikmati aktivitas ringan, seperti bersantai, berkumpul, dan bercerita. Sehingga suasana atmosfirnya lebih terkesan tenang serta diselingi gelak tawa. Situasi Warkop dapat berubah drastis, jika tempat ini dijadikan forum ruang diskusi maupun konferensi pers. Suasana lebih tegang dan hanya beberapa kali terdengar tawa. Keadaan di tempat ini akan dipengaruhi dari tujuan masing-masing orang yang mengunjunginya.

Beberapa aktivitas di Warkop seperti yang telah saya ceritakan secara garis besar di atas, membuat saya tertarik untuk menulisnya. Bermacam-macam pembahasan terlihat dan terdengar dari para pengunjung, menjadi inspirasi bagi saya dalam menulis artikel ini. Sehingga menurut saya, artikel ini lebih tepat jika diberi judul Warkop Dengan Retorikanya.

Berbicara mengenai Warkop Dengan Retorikanya, pastinya kurang asik jika kita tidak memahami makna dari judul tersebut. Oleh karena itu, sebelum membahasnya, alangkah baiknya jika saya sedikit memberikan penjelasan arti dari kata-kata yang ada.

Warkop
Warkop merupakan singkatan dari kata warung kopi. Kata warung kopi atau kedai kopi berasal dari dua kata, yakni kedai dan kopi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kedai memiliki ari bangunan tempat berjualan berupa makanan dan sebagainya. Kata kopi diartikan pohon yang buahnya digoreng dan ditumbuk halus untuk dijadikan bahan percampuran minuman, dalam istilah lain yakni minuman yang bahannya serbuk kopi. Jadi, jika kedua kata tersebut disatukan maka arti dari warung kopi adalah tempat menyediakan minuman seperti kopi dan teh, serta makanan kecil berupa gorengan, kue, dan lain sebagainya.

Retorikanya
Kata retorikanya merupakan istilah dalam kata kerja yang berasal dari dua kata, yakni retorika dan dia.
Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, kata retorika bermakna keterampilan berbahasa secara efektif, sedangkan dia artinya persona tunggal yang dibicarakan di luar pembicara dan kawan bicara.
Obrolan Orang Di Warung Kupi (Warkop)

Di Warkop, saya sering melihat beberapa orang sangat serius berbincang-bincang. Dari situ, saya mencoba mendengarkan secara sekilas apa pembahasan mereka.

Berikut ini beberapa pembahasan beberapa pengunjung Warkop berdasarkan amatan saya.
·        Membahas masalah pasangan atau calon pasangan (Pacar)
·        Membahas masalah politik
·        Membahasa dan membuat tugas sekolah, kampus
·        Membahas tentang musik
·        Membahas proyek kerja atau lowongan kerja
·        Bermain game
·        dan beberapa hal lainnya

Kalau saya tulis semua dengan lengkap, maka artikel ini akan sangat panjang. Hehehehe

Bagaimana dengan kawan-kawan Steemit? Apa yang anda lakukan di Warkop selain menikmati minuman?

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments