Aceh Mendukung Yerussalem Milik Palestina

Thursday, December 21, 2017

Aceh Mendukung Yerussalem Milik Palestina

Bendera Palestina yang berukuran raksasa saat demonstrasi yang dilakukan oleh masyrakat Aceh di Kota Banda Aceh, Senin, 18 Desember 2017 (Doc. Mhd. Saifullah (@ms1991).
Pernyataan mengenai Yerussalem (wilayah negara Palestina) sebagai ibu kota Israel yang diutarakan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat beberapa negara di dunia mengecam atas tindakan tersebut. Bahkan, pernyataan yang disampaikan di Gedung Putih pada Rabu, 6 Desember 2017 lalu tersebut, bukan hanya mendapat kecaman dari umat Islam saja, namun juga dari sebagaian umat beragama lainnya di dunia. Selain itu, tindakan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut dianggap semakin memperkeruh hubungan antara Palestina dan Israel.

Akibat pernyataan tersebut, berbagai reaksi muncul di masyarakat dari beberapa negara di dunia, khususnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mereka melakukan demonstrasi sebagai bentuk penolakan maupun pengecaman atas pernyataan Donald Trum dan memberikan dukungan serta semangat bagi negara Palestina untuk mempertahankan Yerussalem sebagai wilayah mereka (Palestina). Aksi demonstrasi secara besar-besaran bermunculan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Aceh.

Demosntrasi yang dilakukan umat muslim di Aceh sudah bermunculan sejak beberapa hari pascapernyataan Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika di Tel Aviv ke Yrussalem. Akan tetapi, puncak demonstrasi penolakan dari masyarakat baru dilakukan pada Senin, 18 Desember 2017. Aksi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Anti Israel, diikuti ratusan masyarakat yang di pusatkan di ibu kota Provinsi Aceh, yakni Banda Aceh.

Aksi menentang pernyataan Presiden Donald Trump tersebut, diikuti masyarakat dari berbagai usia, baik itu anak-anak, dewasa, hingga orang tua. diekspresikan oleh masyarakat Aceh dengan berbagai atribut yang mendukung Palestina. Berdasarkan amatan yang saya lihat di lokasi, terlihat sebagaian warga menggunakan slayer bertuliskan Palestina. Bahkan ada juga yang berpakaian seperti prajurit ataupun pejuang Palestina sambil memegang sebuah bazoka, dan atribut seperti bendera Palestina dengan berukuran besar.

Berikut foto-foto demonstrasi masyarakat Aceh di Kota Banda Aceh, mendukung Palestina mempertahankan Yerussalem:










Pada aksi tersebut selain mengecam pernyataan Donald Trump, mereka juga meminta Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Aceh, untuk mengambil ketegasan menyangkut tindakan yang telah dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), agar nantinya disampaikan ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Selain itu, khususnya bagi perundang-undangan daerah Aceh, mereka meminta kepada anggota dewan untuk membuat aturan (Qanun) tentang penolakan perusahaan Amerika Serikat dan Israel atau Yahudi di Aceh.

Adapun isi tuntutan masyarakat Aceh dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:
- Mengecam dan mengutuk pernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai Yerussalem sebagai ibukota Israel;
- Meminta kepada pihak DPRA untuk segera membentuk Qanun Pemberdayaan Ekonomi Ummat dengan mengusir dari Aceh usaha-usaha milik Yahudi dan Amerika Serikat;
- Meminta kepada DPRA agar mendesak Pemerintah Aceh untuk serius mensosialisasi kepada masyarakat Aceh agar memboikot produk Israel dan Amerika Serikat;
- Mengusir semua orang asing dan dan bubarkan semua organisasi yang berhubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments