Pemimpin Harus Paham Situasi Masyarakat

Tuesday, August 08, 2017

Pemimpin Harus Paham Situasi Masyarakat

Ilustrasi seorang pemimpin. @Doc. www.forbes.com
Tulisan mungkin bisa menjadi pengingat dan pertimbangan bagi pemimpin-pemimpin yang ada di seluruh dunia, dan khususnya Provinsi Aceh saat melintasi kawasan maupun jalan di saat waktu-waktu tertentu.

Jika kemarin ada beberapa pemandangan yang unik terlihat oleh mata saya, hari ini kejadian lain kembali terpantau di mata saya.

Pada waktu itu, Jumat siang sekira kurang dari pukul 12.00 WIB. Saat saya duduk di Sekber (Sekretariat Bersama) Wartawan yang ada di Jln. Sultan Alaidin Mahmudsyah, saya beserta teman-teman lainnya disajikan pemandangan kemacetan kota. Maklum, jadwal waktunya istirahat dan menjelang Shalat Jumat.

Kemacetan lampu merah Simpang Kodim siang itu mencapai Jembatan Pante Pirak. Hampir seluruh kendaraan roda enam, empat dan dua, yang berjubel mencoba saling selip.

Sedang asik-asiknya melihat pemandangan tersebut, tiba-tiba suara sirine dari satu unit mobil patroli polisi lalulintas terdengar dari kejauhan.

Penasaran dengan suara sirene yang menjerit tersebut. Saya coba mengangkat kepala (mengintip/menerawang dari kejauhan). Mungkin tu mobil polantas dan personilnya mau mengatur kemacetan yang terjadi (pikir saya).

Ketika asal suara sirene itu tepat dihadapan saya, yang timbul adalah sedikit rasa kecewa. Ternyata mobil yang membawa sirene menjerit-jerit tersebut mengiring mobil mewah seorang pejabat Pemerintah Aceh (berdasarkan plat merah dengan nomor digitnya hanya satu dan sangat kecil yang tidak lebih dari angka 5).

Petugas tersebut dengan percaya dirinya menyuruh pengendara lainnya untuk membuka jalan, hanya untuk orang yang seharusnya mengerti keadaan saat itu.

Kejadian tersebut membuat saya hampir beropsi negatif, namun saya coba mengisinya dengan hal positif.

"MUNGKIN ORANG YANG ADA DI DALAM MOBIL ITU SEDANG SAKIT PERUT ATAU SAKIT ATAU HAL KRITIS LAINNYA YANG LEBIH PENTING DARIPADA KESIBUKAN LAIN MASYARAKAT (SEPERTI INGIN SHALAT JUMAT KARENA HAMPIR TIBA WAKTUNYA)."

Tulisan ini mungkin bisa menjadi teguran kepada para pemimpin atau pejabat lainnya. Bahwa diwaktu-waktu tertentu ada kalanya juga seorang pejabat harus merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat.
Begitulah cerita hari ini.

Terima kasih buat kawan-kawan yang sudah meluangkan waktu untuk membacanya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments