Surat Untuk Bunda

Monday, July 31, 2017

Surat Untuk Bunda

Ilustrasi. @Doc. Anak Kampus.
Karya: Mhd. Saifullah
Secerca bait puisi, surat untuk bunda.
Untuk yang tersayang.
Ibunda tercinta,
selalu menunggu anaknya pulang.

Bunda.
Meski usia semakin menua.
Tetapi di mataku, tak tampak rupa yang ada.
Rambut memutih tetap terlihat indah.
Bunda masih tampak cantik
dari wanita yang lainnya.
Sama seperti di kala pertama aku
di turunkan ke dunia.
Melihat malaikat yang sempurna.

Wahai ibunda.
Wanita yang telah melahirkanku,
menyayangiku dan membesarkanku.
Dengan kesabaran dan cinta.
Engkau menahan dalam sembilan bulan.
Anak dalam kandungmu
hingga lahir dan tumbuh menjadi dewasa.

Tak cukup hanya terima kasih.
Tak cukup dengan barang tuk diberi.
Dan tak cukup seumur hidup berbakti.
Bila dibandingkan besarnya pengorbanan
untuk melahirkan aku ke dunia ini.

Bunda.
Hanya Allah yang bisa membalas semua.
Anakmu hanya bisa berdoa,
agar Allah membalasnya dengan ridhaNya.
Karena anakmu pasti takan mampu.
Karena anakmu takan bisa.
Untuk membalas semua yang telah ada.

Di hari ibu ini.
Secerca bait puisi ini merupakan bukti.
Bahwa lemahnya anakmu ini.
Tak bisa membalas pengorbananmu,
tanpa bantuan dari sang Ilahi.

Gampong Emperum, Banda Aceh
21 Desember 2011

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments