Propaganda

Sunday, July 02, 2017

Propaganda

Karya: Mhd. Saifullah
Hari itu, kalender tepat
menunjukkan tanggal 26 Juni.
Di Hari Minggu,
tersiar kabar duka menyambut pagi.
Peristiwa berdarah menggema
di antara takbir sunyi
menyambut hari nan fitri.
Tentang hilangnya nyawa.
Gugurnya prajurit Mapolda.

Berselang. Berita tersiar di televisi
memberi bayang. Mengabari tayangan kebiri.
Dengan lantang. Salah satu media negeri.
"Itu perbuatan teroris".
"Dibalik penyerangan ada ISIS."

Isu dibuka, dibangunlah dinamika
yang belum tentu itu sebuah fakta.
Ternodalah Islam di hari raya
oleh orang-orang berkuasa dibalik media.

Sebuah ungkapan diberi,
ketegasan dari salah seorang anggota Polri.
"Tidak ada sangkut paut teroris,
apalagi bersangkut dengan ISIS."

Apa yang terjadi?
Mengapa bisa begini?
Mengapa setiap kekerasan
selalu diadukan antara Islam dan Polisi?
Apalagi prajurit yang gugur adalah nasrani.

Terlalu mudah membangun opsi
melontarkan isu ingin memecah belah negeri.
Berita besar dalam mengabari
namun kurang dalam akurasi.
Seperti unsur disengaja
agar saling hantam antar umat beragama.

Negeri kita sedang diganggu
oleh orang-orang gila.
Orang-orang yang tidak suka kehidupan damai,
rukun, dan sejahtera.

Yakinlah, skenario serupa akan ada,
dengan mudos yang sama.
Medan
Kamis, 29 Juni 2017

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments