Menulis Bab II Pembahasan atau Isi Pada Makalah

Menulis Bab II Pembahasan atau Isi Pada Makalah

Monday, February 27, 2017 0

Menulis Bab II Pembahasan atau Isi Pada Makalah

Setelah sebelumnya saya memberikan tips Langkah-Langkah Membuat Makalah, Cara Membuat Cover/Sampul Makalah, Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana, dan Menulis Bab I Pendahuluan Pada Makalah. Kali ini saya akan memberi tips atau cara Menulis Bab II Pembahasan atau Isi Pada Makalah. 

Penulisan Bab II Pembahasan atau Isi merupakan inti dalam penulisan ataupun pembuatan makalah. Jika sebelumnya pada Bab I Pendahuluan sahabat telah membahas latar belakang yang menjadi permasalahan dari apa yang sahabat teliti. Pada bab ini, sahabat akan menjelaskan pembahasan atau isi dari tugas makalah yang sahabat buat. 

Pada Bab II Pembahasan atau Isi terdiri dari beberapa bagian yang harus ditulis, bergantung apa yang menjadi judul tugas ataupun bahan penelitian sahabat. Misalnya, pada makalah Sejarah Aceh I dengan judul makalah Kerajaan Aceh Darussalam. Kerangka penulisanya dimulai dari latar belakang berdiri, perkembangan atau kejayaan, dan keruntuhan. Di bawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai bagian-bagain dari pada Bab II Pembahasan atau Isi.

Latar Belakang
Penulisan latar belakang pada Bab II Pembahasan atau Isi  berbeda dengan yang sebelumnya pada Bab I Pendahuluan pada Bab I Pendahuluan sahabat menulis mengenai latar belakang masalah yang menjadi alasan sahabat mengambil judul makalah, maka pada Bab II Pembahasan atau Isi latar, belakangnya mengenai pembahasan inti dari judul yang sahabat buat.

Sebelumnya saya mengatakan akan mengambil contoh mengenai Sejarah Aceh I dengan judul Kerajaan Aceh Darussalam. Pembahasan yang sahabat buat adalah latar belakang berdiri, siapa tokoh-tokoh penggagas, kapan, dan apa penyebab sehingga kerajaan tersebut bisa berdiri. Latar belakang beridiri diperlukan karena akan memperkuat dari judul yang telah sahabat pilih. Setelah sahabat membuat latar belakang berdinya, pastinya sahabat akan lebih mudah untuk menjelaskan bagian berikutnya, yaitu mengenai perkembangan kerajaannya.

Perkembangan/Masa Kejayaan
Pada Bab II Pembahasan atau Isi setelah sahabat menulis mengenai latar belakang berdiri, siapa tokoh-tokoh penggagas, kapan, dan apa penyebabnya. Langkah selanjutnya membahas mengenai perkembangan atau kejayaan dari kerajaan. Pada bagian perkembangan sahabat bisa memandang beberapa faktor pendukungnya, misalnya faktor ekonomi dengan adanya hubungan kerja sama, faktor sosial dan ilmu karena masyarakatnya yang sudah lebih maju, serta faktor-faktor lainnya yang sahabat ketahui dan berhubungan dengan judul makalah yang sahabat pilih. Selain itu, pada bagian perkembangan sahabat juga bisa menulis daerah-daerah kekuasaannya atau pengaruhnya terhadap daerah lain.

Keruntuhan/Kemunduran
Penulisan selanjutnya setelah sahabart menulis latar belakang berdiri dan perkembangan atau masa kejayaan pada Bab II Pembahasan atau Isi adalah keruntuhan atau kemunduran. Pada bagian keruntuhan atau kemunduran, sahabat membahas mengenai faktor apa saja penyebab keruntuhan. Apa penyebab keruntuhan atau kemunduran, apakah ada faktor luar atau dari dalam kerajaan sendiri. Sahabat bisa menulisnya sesuai dengan pengetahuan dan beberapa rujukan lainnya sesuai dengan judul makalah yang sahabat pilih.

Sekian artikel mengenai Menulis Bab II Pembahasan atau Isi Pada Makalah dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat pelajar semua yang sedang menempuh pendidikan. Semoga juga dengan tips di atas, sahabat semua mendapatkan nilai yang bagus dalam penyusunan makalah.

Artikel Terkait:

Sejarah PAP (People Action Party)

Sunday, February 26, 2017 0

Sejarah PAP (People Action Party)
Gambar logo dari PAP (People Action Party) (Doc. Singapore Rebel)

  • Forum Malaya
Asal-usul PAP dapat ditelusuri ke Forum Malaya dimulai oleh Dr Goh Keng Swee. Forum ini terdiri dari sekelompok mahasiswa yang bertemu di Malaya Hall, Bryanston Square, London. Para mahasiswa berkumpul dari kiri dan kanan dalam perjuangan untuk kemerdekaan Malaya dan Singapura. Dalam kelahiran Malaka, Goh Keng Swee yang berada di London School of Economics adalah ketua pertama. Ia digantikan oleh Toh Chin Chye, yang sedang membaca untuk doktor dalam Fisiologi. Anggota lain termasuk John Eber, Lim Khean Chye, Tun Razak, Gazalie Shafie dan Mohammad Sopiee, beberapa dari mereka menjadi menonjol dalam kemerdekaan Malaya. Namun, keanggotaan tidak pernah melebihi 50. Mereka menganggap diri mereka sebagai sosialisme, sebuah istilah yang banyak bingung dengan Komunisme, yang dimaksudkan untuk "kemaslahatan umat" menurut Dr Toh Chin Chye.

Beberapa dari mereka, dengan semangat kemerdekaan mengambil penyebab politik dan kembali ke Singapura pada tahun 1953. Kemudian, Dr Goh, Kenny Byrne dan Dr Toh membentuk Dewan Aksi Bersama dengan Lee Kuan Yew sebagai penasihat hukum. Itu merupakan bagaimana awal Lee Kuan Yew terlibat dalam politik serikat. Selama itu, Lee Kuan Yew juga penasehat hukum untuk Samad Ismail (editor Utusan Melayu dan mantan tahanan), Lim Chin Siong dan Devan Nair. Para lulusan yang baru kembali dari Cambridge dan London berkumpul dua minggu di tempat bungalow Lee Kuan Yew Straits-Style di Oxley Road.
  • Rakyat Baru Partai Aksi
Pada tahun-tahun pertama, perekrutan di kalangan mereka yang berbahasa Inggris tidak berjalan dengan baik. Dr Goh Keng Swee memperkenalkan mitra catur, Dr Lee Siew Choh (kemudian bergabung Barisan socialis) dan Dr Toh membawa Yong Nyuk Lin, yang menikmati karir yang menjanjikan dalam Jaminan Luar Negeri. Hanya segelintir menanggapi Sosialisme Demokrat PAP, dilihat sebagai berbahaya Sayap Kiri. Oleh karena itu jatuh ke Lim Chin Siong dan rekan serikat pekerja: Fong Swee Suan, Devan Nair, James Puthucheary dan Samad Ismail untuk membawa massa: serikat-serikat buruh, para pekerja dan asosiasi sekolah Cina.

Lim Chin Siong memang luar biasa, dia berdemonstrasi di Hokkien dan Mandarin. Demonstrasinya dihadiri sekitar 40.000 orang, yang mana masing-masing terpesona oleh pidato Lin Chin Siong. "Orang Inggris mengatakan Anda tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri,"mengejeknya. "Tunjukkan pada mereka! Tunjukkan pada mereka bagaimana anda bisa berdiri ", lalu 40.000 orang melompat ke atas dan menyambut semangat dengan keringat, tinju di udara, berteriak"! Merdeka!.

"Anda harus mengerti," kata Devan Nair", suasana hati orang-orang pada waktu itu sangat pahit karena sangat anti kolonialisme serta pengangguran besar-besaran. Dan bagi rakyat komunis adalah pahlawan. Lim Chin Siong memiliki tanah. Dimana massa yang bersangkutan, pemimpin serikat buruh dan Cina Komunis adalah pemimpin satunya”. Lim pasti punya rasa hormat dari Lee Kuan Yew. David Marshall berkata, "Chin Siong diperkenalkan kepada saya oleh Lee Kuan Yew. Kuan Yew datang untuk mengunjungi saya di kantor kecil di bawah tangga dan berkata,"Bertemu Perdana Menteri masa depan Singapura!" Lim Chin Siong dan aku tertawa. Lee Kuan Yew berkata,"Jangan tertawa!" Dia adalah orator Cina terbaik di Singapura dan dia akan menjadi Menteri berikutnya Perdana kami!".

Menyingkap sejarah People’s Action Party (PAP) atau dalam Bahasa Melayunya Partai Tindakan Rakyat Singapura (PTRS). Partai ini berdiri pada tahun 1954 yang di pelopori oleh pengusaha ternama pada masa itu yaitu Lee Kuan Yew. Dia dikenal dengan pemimpin yang suka mencari perhatian dan selalu menimbulkan sikap ketidakpuasan kepada suku Melayu (Malaysia) dan umat Islam selama Singapura masih bersama Malaysia.

Waktu itu tahun 1954 di Victoria Memorial Hall, sebuah nama yang mengingatkan dan tidak sedikit yang hadir 1.500 dari beberapa anggota kolonial Inggris di Asia Tenggara. Dalam sebuah negara dengan semangat kebangsaan, antara orang-orang campuran dengan anti kolonialisme sehingga Partai Aksi Rakyat lahir atau yang dikenal dengan People’s Action Party (PAP).

Ini adalah awal yang penuh gejolak untuk partai PAP, yang mana mereka berjuang untuk kemerdekaan negara muda. PAP memilih jalan bukan dengan cara perang atau revolusi tetapi keinginan kolektif dan tak terbantahkan untuk menentukan nasib sendiri. Anggota PAP muncul dalam lengan pendek untuk menunjukkan solidaritas dengan para pekerja yang berjanji setia kepada visi baru.

Kunci pertama kantor pemegang termasuk kelompok berbahasa Inggris pemuda, yang telah dididik di luar negeri. Merka adalah Lee Kuan Yew sekretaris jenderal, Toh Chin Chye, ketua pertama partai dan S Rajaratnam yang kemudian memegang jabatan menteri kunci dalam pemerintah.

Kami rally pekerja pos dan telekomunikasi, serikat buruh, guru sekolah serta kelas menengah pria dan wanita. PAP memiliki tujuan yang jelas untuk membangun sebuah negara baru, lahir dari rakyat, dipecat oleh tindakan mereka dan diselenggarakan oleh partai.

Meskipun WTP bekerja dengan komunis pada hari-hari awal, dengan anti kolonialisme sebagai platform bersama mereka, mereka membuat jelas bahwa kita memiliki satu set yang berbeda dari nilai-nilai politik. Selama bertahun-tahun, nilai-nilai ini telah membentuk dasar bagi kebijakan kunci negara. Preferensi partai untuk ide-ide kami untuk mewujudkan diri melalui kebijakan kami, daripada dibuang dalam filsafat teoritis manifesto.

Fokus kami multi rasial dan multi agama dapat dilihat pada perlakuan yang sama yang semua ras Cina, Melayu, India dan Eurasia terima di semua bidang pelayanan publik. Ini termasuk perlakuan yang sama dalam pendidikan, perumahan dan kesehatan. Sebagai pesta, kami juga mengumpulkan dana untuk untuk dukungan masyarakat dan kelompok-kelompok sosial yang bekerja pada bidang pendidikan dan kesehatan di semua kelompok ras.

Saat semasa merancang strategi untuk berkuasa, Lee Kuan Yew dan PAP menjadi aliran yang terlalu Melayu. Mereka keluar dan masuk masjid setiap saat untuk mengambil hati dan simpati etnis Melayu. Setelah mulai berkuasa, umat Islam dan kaum Melayu tidak diakui oleh Lee Kuan Yew maupun PAP. Ini merupakan modus dari PAP yang ingin berkuasa setelah mendapatkan hati etnis Melayu dan Islam, sehingga keturunan melayu dibersihkan dari Singapura.

Yang dilakukan Lee Kuan Yew pada masa itu hanya untuk mencapai niat dan hasratnya dan dia sanggup melakukan apa saja. Sebagai contoh, Lee Kuan Yew sanggup bekerjasama dengan seorang pro komunis yang apabila dia bekerjasama dengan pemimpin komunis bernama Lim Chin Siong untuk menumbangkan daerah kuasa David Marshall, seorang Yahudi yang anti komunis. David Marshall adalah penggegas parti Labour Front yang dibentuk pada bulan Juli 1954 yang mana tak lama setelah itu Lee Kuan Yew membentuk PAP pada November 1954.
  • David Marshall dan Kegagalan dari Independence
David Marshall membentuk sebuah negara campuran antara Labour Front dengan UMNO dan MCA pada 6 April 1955 setelah menang tipis dalam pemilihan raya pertama. David Marshall memimpin Misi Merdaka pertama untuk membuka negosiasi dengan Inggris untuk Kemerdekaan Singapura. Diskusi Konstitusi dimulai di London pada bulan April 1956. Pada papan, mewakili PAP, adalah Lim Chin Siong dan Lee Kuan Yew.

Misi dikembalikan dalam kegagalan dan tuntutan mereka untuk kemerdekaan ditolak. The British merasa bahwa pemerintah Front Buruh terlalu lemah dan unsur-unsur komunis di Singapura terlalu kuat. Jika harus ada kemerdekaan, ketakutan British perlu ditenangkan.

David Marshall meletak jabatan pada 6 Jun 1956 setelah berundingan di London untuk membentuk sebuah negara yang merdeka sendiri dan sepenuhnya tidak dibawah kolonial Inggeris menemui jalan buntu. Inilah yang dinanti-nantikan oleh Lee Kuan Yew kerana dia tau pengganti David Marshall, yaitu Lim Yew Hock adalah seorang pemimpin (MCA) yang lemah.

Setelah Lim Hock Yew mengambil alih sebagai Ketua Menteri. Dia memiliki dua tujuan. Pertama, ia harus membuktikan kepada Inggris bahwa Singapura mampu melawan Komunisme. Kedua, ia ingin membersihkan serikat buruh, sekolah, dan partai politik Pemimpin pro Wing Komunis dan Kiri yang mulai mengancam kekuasaan politisi moderat seperti dirinya dan Lee Kuan Yew. Jadi mulai serangkaian penangkapan di bawah Ordonansi Keamanan Publik. Lim Chin Siong, Devan Nair dan Fong Swee Suan adalah beberapa politisi terkemuka ditahan.

Pemilihan untuk Dewan Kota penuh pertama terpilih diadakan pada bulan Desember 1957. Lim Yew Hock yang mengambil baik menyalahkan dan kredit untuk gelombang penangkapan Keamanan Internal. Tapi PAP tidak diragukan lagi manfaat utama dari rezim kerasnya. Lim Hock Yew menangkap lima anggota PAP Wing Kiri, yang baru terpilih ke Komite Eksekutif Sentral partai (CEC) pada bulan Agustus 1957 memberikan PAP dari apa yang efektif Kudeta Wing Kiri. Tak lama setelah PAP memperkenalkan "sistem kader" yang mencegah setiap infiltrasi Wing lanjut Kiri ke inti partai.

Kemerdekaan dari Inggris
Misi Konstitusi berikutnya ke London pada bulan April 1958 sukses. Di bawah Undang-Undang Negara Singapura pada bulan Agustus 1958, koloni menjadi negara berpemerintahan sendiri. Pemilihan untuk Majelis Legislatif 51 anggota baru yang dijadwalkan untuk bulan Mei 1959. Lim Yew Hock diberi pahlawan menyambut kedatangannya dan iring-iringan berisik dari Bandara Kallang.

Dalam pemilu tahun 1959, PAP dalam dilema. Partai itu harus dibawa ke pemilu oleh Lee Kuan Yew dan Kanannya Wong. Tapi mereka membutuhkan pemimpin Wing Kiri, yang berada di penjara untuk menarik massa. "Pada saat itu Lee Kuan Yew memainkan kartu politiknya yang sangat luar biasa," kenang Devan Nair. "Itu mengagumkan, Dia secara politis sangat cerdas. Dia datang ke penjara dan mengatakan kepada kami, lihat aku tidak gong untuk mencalonkan diri dalam pemilihan kecuali saya puas bahwa anda benar-benar berkomitmen untuk cita-cita dari Malaya merdeka, demokratis, sosialis dan non-komunis. Dan Anda berkomitmen untuk kebijakan PAP. Jadi Chin Siong, Woodhull, Fong dan sebagainya, memberikan jaminan verbal. Kami tahu bahwa jika PAP tidak membentuk pemerintah berikutnya kita akan terus berada dalam kendi (alias penjara). Tetapi jika PAP melakukan menang pada tahun 1959 PAP membentuk pemerintah berikutnya, maka kita akan dibebaskan dan kita bisa mulai bekerja serikat lagi.

"Tapi Kuan Yew terlalu pintar dia berkata "Tidak, meletakkannya secara tertulis." Dan aku (Devan Nair) mengatakan kepada mereka, "Ya jika kita tulus, kita harus meletakkannya secara tertulis." Dan yang lebih penting dari yang The Ends 
dan Sarana Sosialisme Malaya ", kata Devan. Mereka semua menandatangani dan berkomitmen untuk PAP. Lee Kuan Yew memungkinkan untuk mencalonkan diri untuk jabatan pada platform yang menuntut pembebasan mereka segera. Serikat buruh memobilisasi massa otot mereka, menempatkan PAP menjadi tenaga oleh tanah longsor. PAP dibentuk pemerintah dengan Lee Kuan Yew sebagai Perdana Menteri. Lim Chin Siong dan rekan-rekannya, dibebaskan dari penjara di tengah-tengah kesibukan yang terselip ke dalam ketidak jelasan sebagai Sekretaris Politik di Departemen.

Singapura mencapai pemerintahan sendiri pada tahun 1959 dan pada tanggal 30 Mei 1959 pemilu diselenggarakan untuk memilih wakil-wakil 51 kepada Majelis Legislatif pertama sepenuhnya terpilih. Ada total 10 partai dan 39 calon independen yang bertarung, yang membentuk total 194 kandidat. PAP memenangkan 43 dari 51 kursi (53,4%) dan berkuasa dengan Lee Kuan Yew sebagai Menteri pertama Perdana Singapura. Mulai dan PAP mula berkuasa sepenuhnya di Singapura dan terus memerintah.
  • Retak dan Split di PAP
Sebagai pemerintah menetap dalam kekuasaan, terjadi kegelisahan di kubu PAP antara Kiri dan Kanan. Tanda pertama dari masalah adalah pengunduran diri Devan Nair dari Departemen Pendidikan. "Saya pergi ke Kuan Yew dan mengatakan kepadanya aku berhenti dari Sarana Sosialisme Malaya”. Tapi aku takut bahwa teman-teman tidak tulus.Saya tidak ingin terjebak dalam situasi di mana saya akan berkelahi dengan teman-teman. Jadi saya ingin meninggalkan. Saya mengundurkan diri dia pergi ke Sekolah St Andrew di mana ia menjadi guru di sana sebagai gantinya.

Celah berikutnya datang ketika salah satu anggota yang paling kuat di PAP, Ong Eng Guan seorang Menteri Pembangunan Nasional dan salah satu dari tiga wakil di Dewan Keamanan Internal menerbitkan sebuah serangan terhadap PAP. Dia menuduh kepemimpinan partai menjadi "tidak demokratis" dan "diktator". Partai menanggapi dengan pemecatan dirinya dari PAP dan dilucuti dari kursinya di Hong Lim dan semua posisi lain.

Perpecahan terakhir datang hanya beberapa hari kemudian di DPR. Assemblymen sayap kiri tiga belas PAP abstain dari pemungutan suara dengan garis partai. Mereka dipecat dari PAP. Pada bulan Agustus 1961 mereka membentuk sebuah partai saingan, Sosialis Barisan yang dipimpin oleh Dr Lee Siew Choh dan Siong Lim Chin. Mereka mengambil komite cabang 35, 19 dari 23 sekretaris pengorganisasian dan diperkirakan 80 persen dari keanggotaan. PAP bawah Lee Kuan Yew adalah shell belaka menurut Dr Lee.

Bergabung Dengan Negara Federasi Malaysia
Ide mengenai penggabungan wilayah-wilayah kolonial Inggris yang ada di Asia Tenggara dengan nama Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) mendapat kejelasan dari Perdana Menteri (PM) Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Tunku Abdul Rahman mengungkapkan gagasan mengenai pembentukan Negara Federasi Malaysia meliputi Negara Persekutuan Tanah Melayu (Singapura, Sarawak, Brunei dan Sabah) pada tanggal 27 Mei 1961 di depan Foreign Correspondent Association di Singapura. Lima bulan kemudian, pada tanggal 13 Oktober 1961 diadakan pertemuan antara Tunku Abdul Rahman dengan Perdana Menteri Inggris Harold MacMillan di London, Inggris. Hasil dari pertemuan penting tersebuat adalah pembentukan panitian penyelidik yang akan mengumpulkan data-data pendapat rakyat mengenai pembentukan Negara Malaysia. Sebagai tindak lanjut, bulan Januari 1962 dibentuk panitia penyelidik yang dinamakann Fact Finding Commision (FFC) yang diketuai Lord Cobbald.

Setelah mengadakan dengar pendapat dari tanggal 19 Februari sampai 17 April 1962, Komisi Cobbald mengeluarkan laporan yang dimuat dalam Report of The Commision of Inquiry, North Bronco and Sarawak. Hasilnya mengungkapkan dua pertiga masyarakat yang diwawancarai menyetujui penggabungan. Pada tanggal 18-31 Juli 1962 di London diadakan pertemuan lagi antara perwakilan Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) dengan Inggris yang hasilnya menyetujuan rekomendasi Komisi Cobbald dan merancanakan 31 Agustus 1963 sebagai hari kelahiran Federasi Malaysia.

Namun karena dua pertiga rakyat yang hanya menyetujui Negara Federasi Malaysia, menyebabkan timbul pemberontakan dari beberapa golongan yang tidak menyetujuin pembentukan negara tersebut. Pada tanggal 8 Desember 1962, muncul gerakan yang menolak gagasan pembentukan Negara Malaysia di Brunei. Pemberontakan tersebut dikenal dengan Partai Rakyat Brunei (PRB) yang merupakan partai terbesar di Brunei. Pemberontakan dari PRB yang dipimpin Syekh A.M. Azahari sempat memproklamirkan berdirinya Negara Nasional Kalimantan Utara (NNKU) dan membentuk Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU), daerah ini meliputi Sarawak, Sabah dan Brunei. Di daerah lain seperti dari Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Singapura dan Sarawak terdapat partai-partai politik yang tidak setuju dengan pembentukan Negara Malaysia. Beberapa partai politik yang tidak menyetujuin pembentukan tersebut seperti partai Labour Party, Partai Rakyat dan Socialis Front dari Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM), Congres Singapura, Parati Rakyat Singapura dan Labour Party dari Singapura, Sarawak United People Party (SUPP) dari Sarawak.

Karena adanya perbedaan itu sehingga terjadi tarik menarik kepentingan dan perbedaan sikap antara pihak yang pro dan kontra terhadap pembentukan Negara Malaysia akan menyebabkan konflik yang berkepanjangan yang melibatkan dunia Internasinal. Negara Persekutuan Tanah Melayu (NPTM) yang kemudian membentuk Fedrasi Malaysia yang didukung oleh Inggris dan negara-negara sekutunya berhadapan dengan gerakan Azahari dari Partai Rakyat Brunei (PBR) dari Brunei dan SUPP (Sarawak United People Sarawak) dari Sarawak yang didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Philipina.

Karena adanya perbedaan tersebut sehingga di buat pertemuan dari wakil-wakil dari Malaysia, Indonesia dan Philipina mengenai masalah Malaysia yaitu pada tanggal 10 Juni 1963. Pertemuan tersebut menghasilkan Maphilindo sebagai alternatif soluisi bagi masalah Malaysia. Pada pertemuan tingkat tinggi pada 30 Juli dn 15 Agustus 1963 antara Presiden Indonesia Soekarno, Presiden Philipina Diosdado Macapagal dan Perdana Menteri PTM Tunku Abdul Rahman mendukung Maphilindo dan meminta PBB menyelenggarakan jajak pendapat di Sabah dan Sarawak guna memastikan rakyat kedua wilayah tersebut menyetujui untuk bergabung dalam Federasi Malaysia atau tidak. Keputusan dari KTT di Manila tersebut menghasilkan Manila Accord 30 Juli 1963. Namun jajak pendapat tersebut tidak dilakukan di Brunei, sebab wilayah tersebut sudah memutuskan untuk tidak bergabung dengan Negara Federasi Malaysia.

Menanggapi Manila Accord, Sekretaris Jenderal PBB, U Thant membentuk Misi Michelmore. Misi tersebut tiba di Kalimantan pada tanggal 15 Agustus 1963 dan melaksanakan programnya tanggal 26 Agustus 1963. Dalam jajak pendapat anggota misi berbicara dengan pemimpin-pemimpin kelompok agama, etnis dan buruh, pejabat pemerintahan, pemimpin politik, serta kepala suku di Sabah dan Sarawak. Hasilnya misi PBB tersebut menemukan bahwa mayoritas rakyat yang diwawancarai memilih untuk menggabungkan kedua wilayah mereka dengan Malaka dan Singapura dalam Federasi Malaysia.

Dan dilain tempat, yaitu di Singapura pemilihan diadakan pada September 1963 untuk memilih 51 kursi untuk lima tahun pertama Kemerdekaan di Malaysia. Ada total 210 kandidat yang bertarung. PAP kembali 37 keluar dari 51 kursi (46,4%), Barisan Sosialis memenangkan 13 kursi (32,1%) dan Partai Rakyat United memenangkan satu kursi.

Singapura Merdeka
Singapura menghabiskan 1.071 hari bergabung dengan Malaysia. Mungkin Pemimpin Singapura pertama yang putus asa adalah Goh Keng Swee. Integrasi perekonomian Malaya dan Singapura scuppered oleh kompetitif ketimbang sifat komplementer dari kedua negara. Malaya menolak untuk menjatuhkan dinding tarifnya untuk mengakui barang Singapura dan Singapura menolak untuk meninggalkan bebas port rezim pajaknya dan suhu politik dan ras terus meningkat.

Lee Kwan Yew mulai membuat keributan besar tentang kebijakan pro orang Melayu. Keributan ini menyebabkan meletusnya kerusuhan di Singapura tahun 1964. Tengku Abdul Rahman sangat khawatir kalau masalah itu akan menganggu Semenanjung sebab PAP di takutkan mengandung unsur komunis, makanya dia mengusir Singapura dan sejak itulah Singapura menjadi negara merdeka.

Kemerdekaan Singapura pada 8 Agustus 1965 datang sebagai kejutan total untuk sebagian besar negara. Bapak pendiri Singapura, Lee Kwan Yew, menangis di televisi setelah pengumumkan Singapura akan berpisah dari Malaysia. Pemisahan itu menimbulkan banyak ketidakpastian bagi negara pulau tersebut dan menimbulkan masalah dengan Malaysia.

Salah satunya, pengosongan lahan untuk jalur kereta api. Hal ini terlihat seperti tali pusar yang melekat pada bayi yang baru lahir. Jalur kereta api itu membentang dari utara di Woodlands menuju stasiun kereta api Tanjong Pagar, yang berada dekat pusat bisnis Singapura. Longgarnya kontrol perbatasan setelah pemisahan pada 1965, karena hanya sedikit pemisah kedua negara. Keberadaan Singapura pun sangat tergatung pada sumber daya alam Malaysia.

Sejak berkuasa, Kuan Yew dan PAP melakukan apa saja yang mungkin untuk menindas dan meminggir orang Melayu. Perkampungan-perkampungan Melayu seperti Pasir Panjang, Telok Blangah, Bukit Timah, Bedok, Kampung Ubi, Kampung Dusun, Seranggoon, Geylang Serai, Kampung Glam, Paya Lebar dan lain-lain diroboh lalu dikosongkan untuk membina rumah binaan-binaan lain dan orang Melayu ditempatkan di rumah-rumah penampungan mengikut arahan pemerintah. Mereka diasing-asingkan supaya tiada satu kawasanpun yang akan mempunyai mayoriti penduduk terdiri daripada orang Melayu. Ia bertujuan untuk menjamin sokongan politik berterusan kepada PAP. Episod ini menandakan permulaan peminggiran secara paksa yang dilakukan ke atas orang Melayu.

Walaupun Bahasa Melayu termaktub dalam Perlembagaan Singapura sebagai Bahasa Kebangsaan, ia sebenarnya terpinggir kerana bahasa Inggeris dijadikan bahasa perantara lalu, sekolah Melayu, sekolah Cina dan sekolah Tamil ditutup dan hanya sekolah beraliran Inggeris dibenarkan. Bahasa Melayu, Mandarin dan Tamil dijadikan bahasa pilihan kedua di peringkat sekolah. Untuk memasuki pasaran pekerjaan, selain bahasa Inggeris, bahasa Mandarin menjadi persyarat universal dan dengan sendirinya bahasa Melayu terus terpinggir.

Dalam perkhimatan negara atau kerahan tenaga, anak Melayu dilarang memasuki tempat-tempat tertentu yang strategis dan canggih. Anak Melayu hanya layak dikerah berkhimat dalam pasukan pertahanan awam dan pasukan polisi dan sedikit saja dalam angkatan tentera, itupun dalam jumlah kecil yang dikira selamat untuk mereka masuki. Sehingga saat ini, tidak seorangpun anak Melayu yang memegang jabatan penting atau tinggi dalam sektor pemerintah atau badan-badan hukum.

Orang Melayu yang sanggup bersekongkol dengan PAP akan dipilih sebagai wakil rakyat, itupun harus dalam undi berkumpul dan hanya layak dilantik menjadi menteri yang menjaga alam sekitar, peparitan, tumbahan, kebajikan dan masalah berkaitan hukum. Jabatan-jabatan penting diberi kepada bukan Melayu.

Jika pemecatan pekerja dilakukan oleh sektor perkilangan atau industri, pekerja pertama yang mesti diberhentikan hendaklah orang Melayu. Penganggur di kalangan orang Melayu adalah yang paling tinggi walaupun mereka memiliki kelulusan dan kemahiran tertentu. Untuk bukan Melayu, dibenarkan masuk secara beramai-ramai mulai dari pendatang China, Taiwan, Hong Kong diberi kebebasan sedangkan pemindahan orang Melayu dari Malaysia dikawal ketat.

Inilah ketidakadilan dan peminggiran yang dilakukan oleh Lee Kuan Yew dan PAP ke atas orang Melayu yang mana merupakan masyarakat peribumi Singapura. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Singapura dilihat sebagai satu bentuk pemerintahan ala kuku besi atau "authoritarianisme" yaitu pengamalan demokrasi bukan liberal dan demokrasi berprosedur dan bukan demokrasi sebenarnya.

Artikel Terkait:
Pergerakan Kebangsaan Singapura

DAFTAR PUSTAKA
  • Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia Terhadap Pgrs/Paraku 1963-1967. pdf
  • Musa, Kustina. 1989. “Geografi Asia Tenggara”.Departermen Pendidikan dan
  • Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Jakarta.
  • Kuda Ranggi. 2006. Peminggiran Melayu Singapura oleh PAP, (Oniline), diakses 2012.

Damaimu Pilkadaku

Sunday, February 26, 2017 0

Damaimu Pilkadaku
Gambar Ilustrasi Pemusnahan Surat Suara Pilkada (Doc. Mhd. Saifullah)

Pilkada (Pemilihan Kepada Daerah) merupakan suatu pesta besar pada sebuah daerah dengan melibatkan rakyat banyak. Sebagai sebuah pesta, pastinya akan membawa kebahagiaan dan rasa gembira di dalam bathin. Namun, di Aceh justru yang terjadi malah sebaliknya. Pesta rakyat untuk memilih kepala daerah ini malah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Marilah kita coba sedikit mengintip beberapa kasus kekerasan dan intimidasi dibelakang yang pernah menghiasi perjalanan menjelang Pilkada tahun 2012. Lalu, apakah terus seperti ini pesta raykat yang sebenarnya di Bumi Serambi Mekkah?

Tidak terasa hampir lima tahun, semua akan berubah dan berlalu. Sejak terpilih sebagai pemimpin masing-masing daerah pada tahun 2012. Para pemimpin dari masing-masing daerah yang ada di Aceh telah menjalankan sebagian tugasnya. Dan selama itu juga masyarakatpun sudah dapat menilai pemimpinnya. Mungkin sebagian dari mereka ada yang mendapatkan pujian layaknya seorang raja, dan sebagian lainnya mendapat sumpahan maupun cacian layaknya hamba yang hina.

Kini pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh datang lagi. Masyarakat Aceh akan kembali diminta menggunakan hak suaranya untuk memilih gubernur, walikota serta bupati sesuai daerah masing-masing. Meskipun masih terkesan jauh pada tahun 2017 nanti, namun panasnya udara dari persaingan kursi pimpinan daerah perlahan sudah mulai terasa. Terlihat beberapa Bakal Calon (Balon) beserta suporter setianya (Timses) mulai melakukan gerakan koalisi. Dengan menggandeng beberapa lembaga masyarakat serta partai lokal dan nasional. 

Selain itu taktik serta strategi berlahan juga sudah mulai dijalankan oleh masing-masing balon. Bahkan, ada beberapa bendera serta stiker dari partai lokal sudah mulai mewarnai dan menghiasi dengan indahnya di setiap sudut kota sampai pelosok gampong. Isu-isu berupa fakta maupun fitnah sudah mulai lepas landas tidak mau kalah. Bukan hanya dari para calon, namun juga dari beberapa oknum yang dijadikan boneka para elit politik juga ambil bagian.

Refleksi Pilkada 2012
Bila kita memandang kembali Pilkada tahun 2012, terdapat beberapa kasus yang terjadi dalam beberapa bulan menjelang pilkada. Layaknya rumput yang sangat kering di bawah panasnya matahari, begitu disulut sedikit saja dengan api maka akan membakar seluruh lahan yang ada. Begitu juga dengan keadaan perpolitikan di Aceh pada saat itu. Panasnya situasi politik serta sengitnya kompetisi pada Pilkada 2012, secara tidak langsung hampir membakar Deklarasi Pilkada Damai Aceh yang telah disepakati bersama. 

Memanasnya situasi di Aceh menjelang Pilkada 2012 mulai terlihat menjelang akhir tahun 2011 sampai April 2012. Dengan jumlah lebih dari 12 kasus, dan menyebabkan 13 orang meninggal serta beberapa orang luka-luka. Dengan kasus yang terjadi seperti perusakan atribut, penculikan, penembakan, teror melalui sms dan sebagainya. Sehingga banyak masyarakat yang menjadi resah dan merasa diintimidasi dengan hal-hal tersebut.

Berdasarkan beberapa kasus di atas, salah seorang calon kandidat pada Pilkada 2012 yang juga merupakan korban dari teror dan perusakan menyimpulkan bahwa kasus-kasus tersebut merupakan ulah dari beberapa oknum yang bermain dibelakang layar. Mereka selalu mengontrol pergerakan dari para elit politik serta timses setiap kandidat yang ada. Bukan hanya itu, para oknum tersebut juga melakukan provokasi untuk melakukan perpecahan antara kandidat, agar para kandidat saling tuding-menuding. Mereka ini yang tidak menginginkan perpolitikan Aceh hidup dan berkembang. Selain itu para oknum ini nantinya yang akan mengambil kesempatan dan keuntungan dari konflik internal politik yang terjadi.  Dan kesimpulan ini didukung juga oleh Kriminolog dari Universitas Indonesia Mulyana W Kusuma yang mengatakan belum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan partai maupun calon perseorangan dalam sejumlah aksi teror.

Panasnya suhu perpolitikan menjelang Pilkada boleh-boleh saja. Ini menandakan bahwa dunia perpolitik di tanah Aceh hidup dan tidak monoton. Namun alangkah baiknya persaingan tersebut dilakukan dengan strategi-strategi jitu yang bisa menarik simpati rakyat dan dinilai langsung untuk dipilih. Sebagai salah seorang rakyat Aceh, saya sangat berharap kepada para elit politik, tokoh masyarakat, dan aktivis semua untuk bersama-sama bercermin dan mengambil pelajaran dari Pilkada pada tahun 2012. Sebab kita semua pasti tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali pada Pilkada 2017 nanti. Kita semua pasti ingin hidup tenang, berkumpul bersama keluarga, makan dengan santai, dan buang air sendiri tanpa rasa takut akan tindakan yang tidak diinginkan.

Demi mewujudkan masyarakat Aceh yang maju dan cerdas tanpa intimidasi. Mari kita semua menjaga situasi yang kondusif menjelang Pilkada 2017 nanti. Jangan mudah terprovokasi dengan isu yang dibuat oleh pihak ketiga dengan mengatasnamakan salah satu calon. Dan mengapa harus ada darah yang turun untuk mendapatkan kursi kekuasaan bila kita masih bisa menepiskannya dengan silaturrahmi. Sebenarnya, kecurangan yang dilakukan oleh para elit politik dengan cara kekerasan dan aksi teror dapat melunturkan rasa percaya masyarakat. Sebab secara pribadi sudah pasti masyarakat menginginkan pelaksanaan Pilkada 2017 nanti aman, damai dan bebas dari segala bentuk intimidasi dan pemaksaan kehendak. Kita semua harus benar-benar komitmen untuk selalu menjaga perdamaian di bumi Serambi Mekkah ini.

Tulisan ini pernah dimuat di rubik Opini pada media massa cetak (tabloid) Berita Merdeka (Februari 2016).

Semalaman Bersamamu

Wednesday, February 15, 2017 0

Semalaman Bersamamu 

Gambar Ilustrasi Semalam Bersamamu (Doc. IDN Times)
Karya: Mhd. Saifullah
Berlahan malam tenang
senyap sunyi menjelang.
Sejuknya dini menyelimuti kota tua ini.
Di sini, ku menjaga
hingga matahari
menampakkan wujudnya.

Terebah tubuh suci
berselimut hari-hari.
Terlelap kekasihku menanti,
hanyut arus dunia mimpi
lelah dijejal retorika dunia fana.

Berlahan malam senjang
menemani waktu terpanjang.
Sejuknya dini
berlahan termentalkan.
Saat tubuh ini mulai mendapatkan ruang.
yang semakin membawamu melayang
jauh menembus kayang.
Hingga malam
lebih sungkan mengusik.
Apalagi untuk berbisik.

Tenanglah sayang.
Tetaplah arungi mimpimu yang terang.
Sebab aku sedang berjuang
menyatukan bayang-bayang.
Saat engkau di sana sendiri.
Aku di sini menemani.
Ya, meski tak harus di sisi.

Tenanglah sayang dalam mimpi itu.
Aku akan datang berkunjung
menghampirimu.Dengan mimpiku.
Biarkan mimpi semalam bersamamu.
Kajhu, Aceh Besar
4 Februari 2016

Satu Kedamaian

Monday, February 13, 2017 0

Satu Kedamaian

Gambar kolom Opini di Harian Rakyat Aceh tanggal 7 Februari 2017 (Doc. Mhd. Saifullah)
Kedamai menjadi suatu harapan yang tidak bisa dinilai harganya bagi mereka yang dilanda kerusuhan maupun peperangan. Di Aceh, istilah tersebut seakan masih menjadi harga mahal meski konflik regional sudah berhenti. Kedamaian bagaikan barang langka, sebab keributan dan kerusuhan masih sering terjadi, terutama menjelang pemilihan kepala daerah seperti saat ini. Faktornya bermacam-macam, mulai dari hal sepele sampai tingkat permasalahan serius.

Seruan untuk mewujudkan serta mensukseskan Pilkada damai bukanlah suatu hal baru di Aceh. Jauh sebelum situasi politik yang semakin memanas seperti ini, seruan itu selalu dan terus-menerus disosialisasikan oleh pihak panitia penyelenggara kepada setiap elemen-elemen masyarakat. Akan tetapi, bagaikan air di daun talas, tidak berarti. Pemukulan, penembakan, intimidasi masih saja terus terjadi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak menginginkan Pilkada di Aceh berjalan damai. 

Dilanda Krisis Kepercayaan
Pilkada Aceh tinggal menghitung hari, suhu perpolitikan juga semakin memanas. Intirik-intirik semakin gencar dilakukan untuk menjadi pemimpin dan menunjukkan siapa yang terbaik dari para calon daerah masing-masing. Alhasil, keraguan mulai timbul dan rasa saling percaya menghilang. Hal ini mengakibatkan timbullah krisis kepercayaan antara satu pihak dengan pihak lainnya bahkan sampai pemerintah pusat dalam pelaksanaan Pilkada di Aceh.

Krisis kepercayaan pemerintah pusat terhadap jalannya Pilkada Aceh secara damai ditunjukan dengan mengirimkan 1900 personil Brimob Bawah Kendali Operasi (BKO) dari beberapa Polda di Indonesia ke Aceh. Dalih melakukan pengamanan dan evaluasi dari Pilkada 2012, dijadikan pondasi oleh pemerintah untuk memasukkan Pasukan BKO (20 Januari 2017). Meskipun menuai kritikan karena Aceh dianggap sudah dalam situasi kondusif, tetapi keraguan pemerintah dengan Pilkada damai di Aceh begitu besar hingga tidak diberikan kepercayaan begitu saja. 

Ketika krisis kepercayaan mulai melanda, maka apapun yang dilakukan akan selalu dicurigai bahkan dianggap salah. Tidak penting di mana tempatnya dan berhubungan dengan kegiatan apa, akan tetap dicurigai. Krisis kepercayaan selanjutnya timbul dari satu pihak ke pihak lainnya yang sedang berkompetisi pada Pilkada Aceh.

Insiden yang terjadi di Masjid Raya Pase pada saat pelaksanaan Shalat Jum’at (20 Januari 2017) lalu, merupakan salah satu bentuk dari adanya krisis kepercayaan antara satu pihak dengan pihak lain. Ketika salah satu timses Paslon mencurigai salah seorang calon yang pada saat itu ditunjuk untuk menjadi Khatib Jum’at. Indikasi adanya kampanye terselubung faktor pemicu utama, meskipun tidak ditemukan seperti yang dicurigai. Ini merupakan salah satu bukti dari krisis kepercayaan yang melanda masing-masing timses dan calon. Peristiwa tersebut seakan telah mencoreng nama Aceh di nasional yang identik dengan syariat Islam dan sedang menyambut Pilkada.

Kedua peristiwa yang berbeda konteks di atas merupakan dampak dari hilangnya rasa saling percaya atau krisis kepercayaan yang melanda satu pihak dengan pihak lain. Lalu bagaimana Aceh akan maju bila para calon pemimpin serta timnya saja tidak saling percaya bahkan apabila sampai perang saudara. Ini bisa berdampak panjang bagi Aceh, bukan hanya saat Pilkada namun bisa berpengaruh terhadap perdamaian yang ada saat ini.

Kata damai masih menjadi harga mahal dan sukar didapatkan di Aceh. Perbedaan berpendapat dan pandangan politik masih belum bisa diterima seutuhnya, terutama seperti saat ini. Penyebabnya tidak lain karena kita belum terbiasa menyikapi perbedaan dengan cara yang paling tepat, sehingga krisis kepercayaan dengan mudah melanda daerah kita. Hal inilah yang menjadikan kita terkadang saling memendam keraguan antara sesama dan bahkan sampai saling melukai. Padahal apabila kita menyatukan perbedaan yang ada, maka akan lebih mudah menuju satu impian yang diperjuangkan, yaitu menjadikan Aceh lebih maju, makmur, dan sejahtera. Dan bukankah perbedaan itu adalah rahmat?

Perbedaan dapat menutupi kekurangan satu pihak dengan kelebihan pihak lain dan begitu juga sebaliknya. Ada dua nasehat dari orang bijak yang mengatakan, “kita mesti bersatu jika menghadapi sesuatu yang penting, apalagi genting. Setiap persoalan selalu ada solusinya”. Kedua nasehat ini sangat tepat digunakan bila melihat krisis kepercayaan yang melanda Aceh saat ini, apalagi menjelang pemilihan pemimpin. Persoalan-persoalan yeng terjadi apabila ditanggapi dengan bijaksana akan menghasilkan solusi yang baik pula untuk Aceh kedepannya. Hal ini akan berdampak besar terhadap masyarakat, kesejahteraan dan kemakmuran akan lebih mudah dilaksanakan, sebab Aceh telah menemukan satu kedamaian.

Tulisan ini pernah dimuat di rubik Opini pada media massa cetak (koran) Harian Rakyat Aceh (7 Februari 2017).

Menulis Bab I Pendahuluan Pada Makalah

Monday, February 06, 2017 0

Menulis Bab I Pendahuluan Pada Makalah

Gambar Ilustrasi Bab I Pendahuluan (Doc.Slide Player)
Setelah sebelumnya saya memberikan tips Langkah-Langkah Membuat Makalah, Cara Membuat Cover/Sampul Makalah, dan Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana. Kali ini saya akan memberi tips atau cara Menulis Bab I Pendahuluan Pada Makalah. 

Penulisan Bab I Pendahuluan pada makalah merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penulisan ataupun pembuatan makalah. Karena pada Bab I Pendahuluan akan mengantarkan kita kepada permasalah apa yang akan kita bahas yang selanjutnya isi makalah dibahas pada Bab II Isi atau Pembahasan. 

Pada Bab I Pendahuluan terdiri dari beberapa bagian yang harus ditulis, misalnya Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, dan Tujuan Penulisan Makalah. Di bawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai bagian-bagain dari pada Bab I Pendahuluan.

Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah merupakan pembahasan mengenai masalah apa yang menyebabkan judul dari makalah yang kita buat itu kita gunakan. Pada latar belakang masalah ini sahabat harus memaparkan sedikit mengenai letar belakang keadaan dari sample ataupun dari judul yang sahabat ambil. Sehingga dari itu sahabat dapat memberitahu kepada pembaca makalah ataupun audien (pendengar) yang melihat maupun mendengar dari pembahasan makalah sahabat selanjutnya nanti.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan bagian yang menjadi permasalah yang akan sahabat teliti. Jika sebelumnya sahabat telah membuat latar belakang yang menyebabkan masalah, kali ini sahabat akan mencari apa yang menjadi permasalahan dari apa yang akan sahabat teliti berdasarkan judul makalah. Rumusan masalah ini tidak boleh lari dari topik maupun judul makalah yang telah sahabat buat. Sehingga rumusan masalah menentukan araha dan bagaimana serta apa yang menjadi pembahasan makalah sahabat.

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah merupakan pemaparan dari pada tujuan sahabat menulis dan mengambil judul makalah. Pada tujuan penulisan makalah bisa sahabat buat sesuai dengan keinginan sahabat. Akan tetapi lebih baiknya tujuan penulisan makalah dibuat sedikit ilmiah. Misalnya sahabat saya bisa membuatnya seperti pada tulisan di bawah ini:

Makalah ini disusun dengan tujuan: 
  • Memahami Bagaimana konsep dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
  • Memahami proses Pembangunan Nasional di Indonesia selama ini dan hasil dari pembangunan nasional itu sendiri. 
  • Menumbuhkan rasa nasionalisme yang kini sudah hilang dari hati warga Indonesia.
  • Sebagai tugas individu yang wajib diselesaikan dalam mata kuliah Kewiraan.
Di atas merupakan penulisan tujuan makalah secara sederhana namaun terkesan ilmiah. Ingat tujuan tersebut bisa sahabat sesuaikan dengan keinginan ataupun judul makalah yang sahabat kerjakan. 

Sekian artikel mengenai Menulis Bab I Pendahuluan Pada Makalah dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat pelajar semua yang sedang menempuh pendidikan. Semoga juga dengan tips di atas, sahabat semua mendapatkan nilai yang bagus dalam penyusunan makalah.

Artikel Terkait:

Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana

Saturday, February 04, 2017 0

Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana

Gambar Ilustrasi Menulis (Doc. Ananda)
Setelah sebelumnya saya  memberikan tips Langkah-Langkah Membuat Makalah dan Cara Membuat Cover/Sampul Makalah. Kali ini saya akan memberi tips atau cara Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana. 

Kata pengantar merupakan kumpulan beberapa kalimat yang berfungsi sebagai pengantar untuk makalah yang telah kita buat. Penulisan kata pengantar bisa disesuaikan dengan tugas yang diberikan oleh tenaga pengajar (guru atau dosen) kepada sahabat semua.

Di bawah ini ada contoh kata pengantar sederhana yang mungkin bisa sahabat gunakan ataupun sahabat pahami yang kemudian bisa sahabat buat dengan gaya bahasa sahabat sendiri.

Contoh Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pemanfaatan Plastik Sebagai Barang Berguna ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Ir. Mahmud Takahashi selaku Dosen mata kuliah Teknik Lingkungan Hidup IPB yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak yang ditimbulkan dari sampah, dan juga bagaimana membuat sampah menjadi barang yang berguna. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
Banda Aceh, Mei 2016

Penyusun

Sekian artikel mengenai Menulis Kata Pengantar Makalah Sederhana dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat pelajar semua yang sedang menempuh pendidikan. Semoga juga dengan tips di atas, sahabat semua mendapatkan nilai yang bagus dalam penyusunan makalah.

Artikel Terkait:

Harmoni HMI

Thursday, February 02, 2017 0

Harmoni HMI 

Gambar Ilustrasi Kohati HMI dan HMI
(Doc. Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat STMIK PPIKA)
Karya: Mhd. Saifullah 
Banyak rakyat semakin tertindas.
Hak-hak rakyat seakan dirampas.
Penguasa bersih mengkipas.

Bersedih melihat negeri.
Mereka tidak peduli.
Rakyat terlantar begitu saja.
Para pemimpin berpesta fora.
Ini negeri kita.

Himpunan Mahasiswa Islam
lahir saat rakyat tertindas.
Himpunan Mahasiswa Islam
lahir saat pemerintah semena-mena.
Himpunan Mahasiswa Islam
lahir saat penjajah
mulai melakukan pemurtadan di mana-mana.
Himpunan Mahasiswa Islam
berdiri kita lawan dengan politik aksi.

Lapran Pane bersuara,
menyadarkan seluruh mahasiswa.
Membangun masa depan bangsa.
Tuntutan rakyat ada di bahu kita.
Korbankan jiwa untuk semua.
Dengan satu harapan,
mendapat Ridha dari Allah.

Mari kita bersatu.
dan kuatkan barisan
untuk menegakkan kebenaran.
Menegakkan keadilan
sesuai cita-cita.

Berjuanglah,
ridha Allah menyertai kita semua.
Jayalah HMI.

Taman Pustaka 
Kopelma, Banda Aceh 
Oktober 2014

Maafkanlah

Thursday, February 02, 2017 0

Maafkanlah 

Gambar Ilustrasi Menyampaikan Kata Maaf (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah 
Memang tak banyak waktuku.
Untuk bisa bersamamu.
Harus ku akui,
ku selalu melupakanmu.
Harus ku akui,
ku selalu meninggalkanmu.

Memang ku akui ku salah.
Yang tak pernah ada waktu.
Di saat kau membutuhkan cinta.
Di saat kau membutuhkan manja.

Maafkan aku yang selalu
meninggalkan kamu sendiri.
Tanpa adanya aku di sisimu.
Bukan maksud dari hatiku,
meninggalkan kamu sendiri.
Kasih maafkanlah aku.
Kasih maafkanlah aku.
Sesungguhnya aku rindu.
Gampong Emperum, Banda Aceh 
2011