SARC (South Asian Regional Coorperation)

SARC
(South Asian Regional Coorperation)

Gambar Logo SARC (South Asian Regional Coorperation)
(Doc. Pragnya)
BAB II
PEMBAHASAN

A. SARC (SOUTH ASIAN REGIONAL COOPERATION)
Dewasa ini kecenderungan suatu Negara dikawasan tertentu membentuk suatu badan kerja sama, baik kerja sama perdagangan atau badan keja sama dibidang pertahanan meupun kerja sama dibidang lainnya. Sebagai contoh badan keja sama yang tergabung dalam masyarakat ekonomi eropa yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Adalagi kerjasama kerena ikatan keinginan mempertahankan ideologi, sehingga membentuk kejasama dalam bidang pertahanan yaitu NATO.

Jika di atas mencerminkan Negara-negara industri yang sudah maju, maka negara-negara berkembang juga merasakan pentingnya kerja sama terutama kerjasama ekonomi. Dan kemudian sekitar tahun 1960-an badan kerja sama yang bersifat regional bermunculan, pada tahun 1959 kawasn Afrika Barat membentuk Masyarakan Ekonomi afrika barat (WEAC), kemudian Amerika latin membentuk LAFTA (latin American free trade association), ditahun 1964 negara-negara Arab membentuk pasaran bersama Arab, di kawasan Asia Tenggara beberapa Negara membentuk badan kerjasama yang diberi nama ASEAN (asociation of south east asian nation) pada tahun 1967.

Alasan pokok yang mendorong mereka mengadakan keja sama. Pertama, adanya kedekatan geografis, keterikatan poitik,dan fungsionalisme ekonomi dalam arti bahwa kerja sama regional dianggap lebih efektif untuk kepentingan negara-negara anggotanya dan kerena itu lebih dianggap realistis. Kedua, kenyataan perekonomian dunia yang diskriminatif dan perspektif dari negara-negara industri maju terhadap negara-negara berkembang, sehingga timbul ketimpangan disegala bidang, termasuk bidang ekonomi, teknologi dan politik.
Melihat persepsi di atas, menekankan pentingnya adanya sebuah badan kerja sama regional, maka 13 tahun lalu tepatnya tanggal 2 agustus 1983 terbentuklah sebuah organisasi kerjasama regional di kawasan asia selatan yang dikenal dengan nama SARC (South Asian Regional Cooperation).

B. LATAR BELAKANG BERDIRINYA SARC
Pada dasarnya terbantuknya kerja sama regional karena kepentinga politik dan keamanan. Memang dalam kerja sama cendrung dilakukan dari ekonomi dan teknologi. Namun nantinya mengarah kepada ferfektif keamanan dan pencapaian politik.

Kemudian karena di kawasan asia selatan yang sangat rawan stablitas keamanan, kerawanan tersebut karena stabilitas yang selalu berada di permukaan. Kerawanan tersebut karena instabilitas yang berada di permukaan yang siap mengancam kapan saja. Hal ini disebabkan kawasan asia selatan berada pada samudera hindia. Dimana lautan ini menjadi akses bagi negara super power untuk masuk ke kawasan arab yang sering bergejolah. Bagi negara super power samudera hindia merupakan ajang kekuatan yang perlu dipertahankan.

Melihat dari situasi ini maka timbulah kemauan politik yang tegas. Karena permusuhan sudah bergejolak dari dahulu kala. Rasa permusuhan antar negara begitu mendalam menyangkut tentang agama, ras dan suku bangsa maupun karena perselisihan perbatasan. Denagn melihat adanya dampak positif dari adanya kerjasama regional diantaranya mengurangi perbedaan-perbedaan dan salah pengertian seperti di ASEAN. Hubungan antara negara asia selatan juga bisa diperbaiki lewat kerjasama pilitik, ekonomi, teknologi, sosial budaya dan kemanusiaan.

Ide atau gagasan pembentukan kerjasama di kawasan asia selatan dilontarkan oleh presiden Bangladesh Ziaur Rahman yang disampaikan oleh Samsul Huda Chowdhury menteri penerangan dan siaran Bangladesh kepada presiden srilanka J.R. Jayawardene saat kunjungan ke Kolombo pada bulan mai 1980. Adapun usulan Ziaur Rahman antara lain agar diadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) ke tujuh Negara di asia selatan. Ide pembentukan kerjasama tersebut merupakan hasil kunjungan Ziaur Rahman ke Indonesia dan Negara-negara Asean lainnya. Ziaur Rahman mengetakan bahwa kawasan asia selatan satu-satunya  yang tidak mempunyai institusi kerjasama regional.

Kesungguhan Bangladesh dalam membentuk kerjasama asia selatan terlihat dari pengiriman utusan-utusan khusus ke enam negara. Usulan dari bangladesh pada prinsipnya disetujui oleh negara-negara asia selatan. Hanya saja mengenai waktu mengenai waktu pembentukan belum disepakati, terutama India dan Pakistan, sedangkan empat negara lainnya yaitu Nepal, Srilanka, Bhutan, Maladewa menyambutnya dengan antusias. Proses pembentukan yang masih membutuhkan peroses panjang, terutama sekali sikap kehati-hatian kedua Negara besar India dan Pakistan. Hal ini dilatar belakangi sejarah kedua negara yang berselisih sejak lahir terpisah dari negara induk pada tahun 1947, dan itu berlangsung sampai sekarang.

Ketujuh negara asia selatan memajukan niatnya untuk bekerja sama demi kesejahteraan di kawasan mereka. Pertemuan untuk membicarakan usul presiden Bangladesh yang berlangsung di Kolombo, pertemuan setingkat menteri luar negeri menjadi sejarah awal terbentuknya SARC. Pertemuan Kolombo menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengadakan kerjasama regional terlepas dari bayang-bayang militer. Pada pertemuan itu menteri luar negeri mengeluarkan kesepakatan bersama “menerima secara bulat gagasan untuk membentuk suatu kerjasama yang saling menguntungkan”. Kemudian disepakati meneliti lima bidang kegiatan yang bisa dijadikan dasar kerjasama regional yaitu bidang pertanian, pembangunan pedesaan, telekomunikasi, meteorologi, penduduk dan perencanaan kesehatan.

Pertemuan kedua diadakan pada tanggal 25 november 1981 di Kathmandu Nepal. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama mengenai pembentukan kerjasama asia selatan dan tentang rencana dasar yang sudah disepakati.

Kurang lebih setahun kemudian diadakan pertemuan ketiga. Pertemuan ini diadakan di Islamabad Pakistan pada tanggal 7-9 agustus 1982 setingkat mentri luar negri. Pertemuan Islamabad disepakati untuk memperluas kerjasama meliputi sebelas bidang dimana dimasukkan bidang olahraga, kesenian dan kebudayaan.

Maka dari ketiga pertemuan di atas semakin memperjelas bahwa kehadiran kerjasama antar negara asia selatan ini sangat dibutuhkan. Maka antara februari dan maret di Dacca bangladesh akan diadakan sidang para mentri luar negeri dalam rangka meninjau kembali hasil yang tercapai. Di samping itu mempersiapkan juga pertemuan keempat di New Delhi India, diharapkan akan adanya keputusan konkrit tentang terbentuknya secara resmi organisasi kerjasama asia selatan.

Pada tanggal 2 agustus 1983 di New Delhi sebagai pertemuan keempat bagi ketujuh Negara kawasan asia selatan dikeluarkan juga “Deklarasi New Delhi”, dalam deklarasi tersebut hal yang sangat penting dan merupakan salah satu mata rantai sejarah anak benua ini berdirilah secara resmi suatu organisasi yang diberi nama SARC singkatan dari South Asian Regional Cooperation.
                                               
C. NEGARA-NEGARA ANGGOTA SARC
Anggota SARC secara geografis terdiri dari tujuh Negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Srilanka dan Maladewa.

Negara india berfungsi sebagai primus inter pores diantara anggota SARC, yang atrinya yang pertama diantara sesama atau sebagai tempat pusat kawasan, karena India memiliki penduduk yang cukup besar dan perkembangan teknologi yang cukup pesat, hal ini sudah terjadi sejak kedatangan Inggris yang menganggap New Delhi sebagai pusat kekuasaan kolonial di asia selatan sehingga melahirkan kepemimpinan yang karismatik.

Sebenarnya Pakistan juga sebuah negara yang besar, tetapi karena politik dalam negeri yang tidak stabil maka pertumbhan ekonomi dan teknologinya menjadi terhambat. Tetapi bila masalah dalam negerinya dapat diatasi bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Pakistan akan berkembang seperti yang ada di India. Walaupun demikian kedua negara ini menyambut positif hadirnya kerjasama antar negara ini.

D. PROSPEK SARC DAN TANTANGAN
Hambatan-hambatan psikologi yang menjadi penghalang utama terbentuknya SARC kini tidak menjadi penghalang lagi. Namun perjalanan SARC ini masih menjadi bahan kajian bagi semua negara di dunia ini, seperti yang dilontarkan Burhan D Magenda 1983 berupa pernyataan, apakah organisasi SARC ini mampu memainkan peran yang menonjol dimasa mendatang, yang tidak hanya dari bidang ekonomi, politik, teknologi dan dalam mempersatukan anggota-anggotanya tapi juga dalam menciptakan suatu identitas regional dibidang politik, seperti yang telah dicapai ASEAN.

Untuk mengakji lebih jauh mengenai pernyataan di atas, tentunya perlu diamati faktor-faktor yang paling dominan dalam kelangsungan SARC seperti yang. Salah satu nya peran kontruktif yang dapat dilakukan oleh yang perfungsi sebagai primus inter pores diantara anggota SARC. Dalam hal ini India dianggap sebagai primus inter proses. Bagi negara anggota SARC negara mana yang dianggap primus inter proses tidak menjadi masalah sepanjang negara tersebut tidak mendiktekan atau mendominasi keinginannya dalam kerja sama SARC.

Dengan demikian India dianggap dominan dalam SARC ini dianggap wajar karena perkembangan penduduk yang cukup pesat dan perkembangan teknologi. Dan sejak kedatangan Inggris juga sudah mengnggap India sebagai pusat kekuasaan sehingga melahirkan kepemimpinan yang karismatik.

Jika India menjadi primus inter proses dapat dilihat dampaknya dari dua sisi yakni sisi positif dan sisi negatif. Dampak positif yakni, India merupakan negara terbesar di kawasan tersebut, pertumbuhan teknologi yang cukup pesat dengan demikian india dianggap cukup dominan dalam bidang ekonomi. Dengan perekonomian yang baik dapat menarik negara-negara miskin anggota SARC yang lain ikut berkembang perekonomiannya. Namun kendalanya di kawasan asia selatan hanya India yang perekonomiannya dan yang dihadapi kemiskinan yang cukup besar.

Menurut teori pembangunan India tidak mungkin memikul beban keenam negara lainnya. Memang ada Pakistan termasuk negara besar, tetapi Pakistan tidak dapat memainkan perannya secara maksimal, karena Pakistan secara pilitik tidak stabil di dalam negerinya, akibatnya perekonomian tidak terpacu tumbuh.

Secara keseluruhan bila dilihat pertumbuhan ekonomi, India hanya menjadi pusat kawasan politik tidak menjadi pusat kawasan ekonomi. Hal ini disebabkan ketergantungan pertumbuhan ekonomi anggota SARC cukup tinggi.

Dampak negatif India menjadi primus inter proses adalah hubungan India dengan beberapa negara di kawasan tersebut, hubungan India dengan Pakistan sudah tidak harmonis lagi sejak kedua negara tersebut merdeka. Sampai sekarang ini perang dingin masih terus berlangsung. Permasalahannya masyarakat India tidak begitu rela melepaskan Pakistan keluar dari negara induk,. Hal ini menjadi phenomena berkepanjangan di hati masyarkat India.

Di sisi lain Pakistan masih belum pulih dari kekalahan perang saudara, dimana intervensi India ke wilayah Pakistan dianggap campur tangan urusan dalam negeri. Berkat intervensi tersebut maka Bangladesh merdeka dan terpisah dari kedaulatan Pakistan. Hal ini menjadi pukulan berat bagi Pakistan karena mereka pada dasarnya tidak merelakannya.

Selajutnya melihat hubunga mereka sekarang ini sulit dikatakan bahwa perang sudah reda. Pakistan yang merasa masyarakat dan wilayah Kashmir di India tidak terpisah dengan Pakistan. Oleh sebab itu Pakistan diam-diam membantu para pejuang Kashmir yang ingin merdeka dan kelur dari India. Sehingga diantara kedua negara sering terjadi bentrok di perbatasan.

Sebagai dua negara besar di asia selatan, perang dingin keduanya akan mejadi sikap tidak saling percaya. Sehingga kelangsungan SARC yang didominasi secara politik dipengaruhi oleh dua negara tersebut akan berpengaruh pada perkembangan SARC.kemungkinan SARC mengembangkan ekonomi bagi negara anggotanya akan terhenti. Jika demikian maka SARC yang diidam-idamkan akan kelur dari cita-cita semula.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa SARC sebagai organisasi kerjasama regional asia selatan masih menempuh jalan panjang. Ini berarti suatu identitas politik kawasan tidaklah mungkin diharapkan untuk masa yang cepat.

*** Tulisan ini merupakan hasil dari tuga makalah yang saya buat sewaktu kuliah di Prodi Pendidikan Sejarah Unsyiah tahun 2012.
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments