Dari Tuhan

Thursday, January 19, 2017

Dari Tuhan

Gambar Salah Satu Masjid Yang Roboh di Gampong Pangwa (Doc. Intriknes)
Karya: Mhd. Saifullah
Puisi ini terlahir dari jemari
antara ketenangan dan kalut membayangi.
Di kala pagi terasa gelap tak terlelap,
di Pidie Jaya, Meunasah Pangwa
Posko Relawan tepatnya.
Tiada salah itu.
Sepuluh Desember 2016, itu Sabtu.
Aku lalu bercerita pada bait-bait semu.

Syahdunya tanah ini.
Alam tiada menyerah menjaga.
Teguran terus mengalir,
dengan sentilan-sentilan manja berkala skala.
Tuhan memberi cinta.
Menegur perhatian. Menegur hambanya.

Sekejap tenang berlalu.
Sekejap kalut menyambut pilu.
Getar tanah ini.
Jiwa-jiwa berhambur berlari.
Sebagian duduk. Sebagian kaku terkubur mati.
Terguncang Pidie Jaya di tanah bumi
di kala takbir Ilhai memanggil menyambut pagi.
Apa kabar dosa dan pahala kita hari ini.

Mari kemari.
Mari renungkan lagi.
Mari berklak-klik. Berkata musabab.
Mungkin musadah pahala mulai berkurang
atau ria menghilangkan rida.
Hidayahpun berlalu menyisahkan duka.

Tanah ini masih bersumah.
Tuhan tetap menjaganya,
tetap memberikan cinta
Kuta Pangwa, Pidie Jaya
10 Desember 2016 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments