Berponsel Sambil Mengemudi

Tuesday, January 31, 2017 0

Berponsel  Sambil  Mengemudi

Gambar Berponsel Sambil Mengemudi (Doc. Google)
Ponsel/HP (Hand Phone), bukanlah lagi barang yang langka atau istimewa bagi masyarakat kita. Hampir setiap orang memiliki HP, mulai dari orang dewasa sampai anak–anak yang masih sekolah dasar.

Sangking sibuknya orang-orang dengan kegiatan atau sibuk dengan HP, sampai–sampai mereka tak perduli akan keselamatan mereka di jalan.

Buat teman–teman semua, di sini saya akan bagikan sedikit tips tentang berponsel yang baik saat berkendara.
  • Hindari mengetik sms sambil mengemudi.
Karena asik dengan mengetik sms, kita jadi kehilangan konsentrasi dan mata kita hanya tertuju kepada layar di HP dari pada dijalan saat kita berkendara.
  • Letakkan ponsel di posisi yang mudah dijangkau.
Seperti di laci depan dan seandainya diletakan di kantong celana utamakan saat mengambilnya harus menghentikan kendaraan.
  • Upayakan menelpon saat kendaraan berhenti
Hindarkan menelpon saat mengendarain kendaraan yang sedang berjalan karena dapat mengganggu konsentrasi anda dan dapat mengakibatkan kecelakaan.
  • Telepon nomor darurat jika butuh bantuan
Simpan nomor darurat di HP anda (nomor polisi, rumah sakit, dll), seandanya ada kejadian yang tidak di inginkan bias dapat langsung di hubungi.
  • Gunakan handsfree untuk kemudahan dan kenyamanan menelpon di kendaraan
Ada baiknya jika kita menggunakan handsfree dari pada harus dengan memegang HP secara langsung saat berkendara.
  • Jangan mengambil kertas catatan atau melihat phonebook/sms ketika mengemudi
Karena jika terus sibuk mencari kertas catatan kita akan hilang konsentrasi pada saat berkendara.
  • Jangan menelpon ketika sedang marah saat berkendaraan
Marah itu bias membuat ketidak stabilan diri seseorang dan apabila diri tidak stabil sudah pasti susah untuk berkonsentrasi.
  • Manfaatkan ponsel untuk menolong pengemudi lain yang sedang dalam masalah
Apabila di jalan ada orang lain kecelakaan, kita dapa membantunya dengan menghubungi nomor darurat yang ada di HP kita.
  • Biarkan orang yang anda telepon tahu bahwa anda sedang mengemudi
Ada baiknya bila anda berkata kalo anda sedang dijalan supaya yang menelpon dapat menghubungi anda kembali.
Gambar Ilustrasi Berponsel Sambil Mengemudi (Doc. Google)
Ya, itulah sedikit tips dari saya tentang berponsel sambil berkendara. Semoga tips ini bermanfaat bagi teman–teman semua.

Hutan

Tuesday, January 31, 2017 0

Hutan



Gambar Hutan Pinus
(Doc. Kompasiana)
A. Pengertian dan Defenisi Hutan
Hutan bukan hanya sekumpulan individu pohon, tetapi merupakan suatu masyarakat tumbuhan yang kompleks, terdiri dari pohon juga tumbuhan bawah, jasad renik tanah, dan hewan lainnya. Satu sama lainnya terjadi hubungan ketergantungan.

Hutan merupakan suatu ekosistem yang dibentuk atau tersusun oleh berbagai komponen yang tidak bisa berdiri sendiri, tidak dapat dipisah-pisahkan, bahkan saling mempengaruhi dan saling bergantung. Banyak yang memberi definisi dan pengertian tentang hutan. Pada Undang - Undang RI No. 41 Tahun 1999 mencantumkan Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Pendapat lain mendefinisikan Hutan sebagai lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem (Kadri dkk., 1992).

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink) habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.
Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.

Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.

Pohon sendiri adalah tumbuhan cukup tinggi dengan masa hidup bertahun-tahun. Jadi, tentu berbeda dengan sayur-sayuran atau padi-padian yang hidup semusim saja. Pohon juga berbeda karena secara mencolok memiliki sebatang pokok tegak berkayu yang cukup panjang dan bentuk tajuk (mahkota daun) yang jelas. Suatu kumpulan pepohonan dianggap hutan jika mampu menciptakan iklim dan kondisi lingkungan yang khas setempat, yang berbeda daripada daerah di luarnya. Jika kita berada di hutan hujan tropis, rasanya seperti masuk ke dalam ruang sauna yang hangat dan lembap, yang berbeda daripada daerah perladangan sekitarnya. Pemandangannya pun berlainan. Ini berarti segala tumbuhan lain dan hewan (hingga yang sekecil-kecilnya), serta beraneka unsur tak hidup lain termasuk bagian-bagian penyusun yang tidak terpisahkan dari hutan.

Hutan sebagai suatu ekosistem tidak hanya menyimpan sumberdaya alam berupa kayu, tetapi masih banyak potensi non kayu yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat melalui budidaya tanaman pertanian pada lahan hutan. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman.

Hutan bukan hanya sekumpulan individu pohon, tetapi merupakan suatu masyarakat tumbuhan yang kompleks, terdiri dari pohon juga tumbuhan bawah, jasad renik tanah, dan hewan lainnya. Satu sama lainnya terjadi hubungan ketergantungan.

Soerianegara dan Indrawan (1982) mengemukakan Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai atau didominasi oleh pohon-pohon dan mempunyai keadaan lingkungan yang berbeda dengan keadaan diluar hutan. Sedangkan Arief (1994) menulis bahwa  Hutan adalah masyarakat tumbuh-tumbuhan dan binatang yang hidup dalam lapisan dan di permukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan, serta membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan dinamis. Walaupun berbagai pendapat dikemukakan namun semuanya itu mengadung pengertian yang sama.

Untuk dapat dikategorikan hutan, sekelompok pohon-pohon harus mempunyai tajuk-tajuk yang cukup rapat, sehingga merangsang pemangkasan secara alami, dengan cara menaungi ranting dan dahan di bagian bawah, dan menghasilkan tumpukan bahan organic/seresah yang sudah terurai maupun yang belum, di atas tanah mineral. Terdapat unsur-unsur lain yang berasosiasi, antara lain tumbuhan yang lebih kecil dan berbagai bentuk kehidupan fauna. Sedangkan sebatang tanaman muda Pinus merkusii, pohon-pohon di sebuah taman kota dan sisa-sisa pohon yang tersebar sesudah pembalakan berat tidaklah memenuhi persyaratan sebagai hutan.

Pengertian hutan atau definisi hutan yang diberikan Dengler adalah suatu kumpulan atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya (Anonimous 1997).

Hutan adalah suatu areal yang luas dikuasai oleh pohon, tetapi hutan bukan hanya sekedar pohon. Termasuk didalamnya tumbuhan yang kecil seperti lumut, semak belukar dan bunga-bunga hutan. Di dalam hutan juga terdapat beranekaragam burung, serangga dan berbagai jenis binatang yang menjadikan hutan sebagai habitatnya.

Menurut Spurr (1973), hutan dianggap sebagai persekutuan antara tumbuhan dan binatang dalam suatu asosiasi biotis. Asosiasi ini bersama-sama dengan lingkungannya membentuk suatu sistem ekologis dimana organisme dan lingkungan saling berpengaruh di dalam suatu siklus energi yang kompleks.

Pohon tidak dapat dipisahkan dari hutan, karena pepohonan adalah vegetasi utama penyusun hutan tersebut. Selama pertumbuhannya pohon melewati berbagai tingkat kehidupan sehubungan dengan ukuran tinggi dan diameternya.

Iklim, tanah dan air menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup di dalam hutan tersebut. Berbagai kehidupan dan lingkungan tempat hidup, bersama-sama membentuk ekosistem hutan. Suatu ekosistem terdiri dari semua yang hidup (biotik) dan tidak hidup (abiotik) pada daerah tertentu dan terjadi hubungan didalamnya. Ekosistem hutan mempunyai hubungan yang sangat kompleks. Pohon dan tumbuhan hijau lainnya menggunakan cahaya matahari untuk membuat makanannya, karbondioksida diambil dari udara, ditambah air (H2O) dan unsur hara atau mineral yang diserap dari dalam tanah. Hutan merupakan suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah, yang terletak pada suatu kawasan dan membentuk suatu ekosistem yang berada dalam keadaan keseimbangan dinamis.

B. Bagian-bagian Hutan
Untuk dapat mempelajari hutan kita perlu mengetahui apa sih yang ada di dalam hutan itu sendiri. Agar lebih mudah mempelajari, seandainya kita membuat sebuah irisan membujur dari atas sampai bawah penampang hutan maka akan kita dapatkan 3 bagian dari hutan. Bagian tersebut adalah bagian atas dimulai ujung atas pohon sampai permukaan tanah, bagian kedua yaitu bagian permukaan tanah sedang bagian terakhir adalah bagian underground atau di dalam tanah.

Bayangkan mengiris sebuah hutan secara melintang. Jika kita menelusuri bagian di atas tanah hutan, maka akan terlihat tajuk (mahkota) pepohonan, batang kekayuan, dan tumbuhan bawah seperti perdu dan semak belukar. Di hutan alam, tajuk pepohonan biasanya tampak berlapis karena ada berbagai jenis pohon yang mulai tumbuh pada saat yang berlainan.

Di bagian permukaan tanah, tampaklah berbagai macam semak belukar, rerumputan, dan serasah. Serasah disebut pula 'lantai hutan', meskipun lebih mirip dengan permadani. Serasah adalah guguran segala batang, cabang, daun, ranting, bunga, dan buah. Serasah memiliki peran penting karena merupakan sumber humus, yaitu lapisan tanah teratas yang subur. Serasah juga menjadi rumah dari serangga dan berbagai mikro organisme lain. Uniknya, para penghuni justru memakan serasah, rumah mereka itu; menghan Semua tumbuhan dan satwa di dunia, begitupun manusia, harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka berada. Jika suatu jenis tumbuhan atau satwa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik di daerah tertentu, maka mereka akan dapat berkembang di daerah tersebut. Jika tidak, mereka justru tersingkir dari tempat ini. Contohnya, kita menemukan pohon bakau di daerah genangan dangkal air laut karena spesies pohon ini tahan dengan air asin dan memiliki akar napas yang sesuai dengan sifat tanah dan iklim panas pantai.

Sebaliknya, cara berbagai tumbuhan dan satwa bertahan hidup akan memengaruhi lingkungan fisik mereka, terutama tanah, walaupun secara terbatas. Tumbuhan dan satwa yang berbagi tempat hidup yang sama justru lebih banyak saling memengaruhi di antara mereka. Agar mampu bertahan hidup di lingkungan tertentu, berbagai tumbuhan dan hewan memang harus memilih antara bersaing dan bersekutu. Burung kuntul, misalnya, menghinggapi punggung banteng liar untuk mendapatkan kutu sebagai makanannya. Sebaliknya, banteng liar terbantu karena badannya terbebas dari sumber penyakit.

Jadi, hutan merupakan bentuk kehidupan yang berkembang dengan sangat khas, rumit, dan dinamik. Pada akhirnya, cara semua penyusun hutan saling menyesuaikan diri akan menghasilkan suatu bentuk klimaks, yaitu suatu bentuk masyarakat tumbuhan dan satwa yang paling cocok dengan keadaan lingkungan yang tersedia. Akibatnya, kita melihat hutan dalam beragam wujud klimaks, misalnya: hutan sabana, hutan meranggas, hutan hujan tropis, dan lain-lain.

C. Macam-macam Hutan dan Manfaatnya
Rimbawan berusaha menggolong-golongkan hutan sesuai dengan ketampakan khas masing-masing. Tujuannya untuk memudahkan manusia dalam mengenali sifat khas hutan. Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan hutan secara lebih tepat sehingga hutan dapat lestari, bahkan terus berkembang.

Ada berbagai jenis hutan. Pembedaan jenis-jenis hutan ini pun bermacam-macam pula. 
Misalnya:
1. Menurut Asal
Kita mengenal hutan yang berasal dari biji, tunas, serta campuran antara biji dan tunas.
  • Hutan yang berasal dari biji disebut juga ‘hutan tinggi’ karena pepohonan yang tumbuh dari biji cenderung menjadi lebih tinggi dan dapat mencapai umur lebih lanjut.
  • Hutan yang berasal dari tunas disebut ‘hutan rendah’ dengan alasan sebaliknya.
  • Hutan campuran, oleh karenanya, disebut ‘hutan sedang’.
Penggolongan lain menurut asal adalah
  • Hutan perawan (primer) merupakan hutan yang masih asli dan belum pernah dibuka oleh manusia.
  • Hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau kerusakan yang cukup luas. Akibatnya, pepohonan di hutan sekunder sering terlihat lebih pendek dan kecil. Namun jika dibiarkan tanpa gangguan untuk waktu yang panjang, kita akan sulit membedakan hutan sekunder dari hutan primer. Di bawah kondisi yang sesuai, hutan sekunder akan dapat pulih menjadi hutan primer setelah berusia ratusan tahun.
2. Menurut Cara Permudaan (Tumbuh Kembali)
Hutan dapat dibedakan sebagai hutan dengan permudaan alami, permudaan buatan, dan permudaan campuran. Hutan dengan permudaan alami berarti bunga pohon diserbuk dan biji pohon tersebar bukan oleh manusia, melainkan oleh angin, air, atau hewan. Hutan dengan permudaan buatan berarti manusia sengaja menyerbukkan bunga serta menyebar biji untuk menumbuhkan kembali hutan. Hutan dengan permudaan campuran berarti campuran kedua jenis sebelumnya.

Di daerah beriklim sedang, perbungaan terjadi dalam waktu singkat, sering tidak berlangsung setiap tahun, dan penyerbukannya lebih banyak melalui angin. Di daerah tropis, perbungaan terjadi hampir sepanjang tahun dan hampir setiap tahun. Sebagai pengecualian, perbungaan pohon-pohon dipterocarp (meranti) di Kalimantan dan Sumatera terjadi secara berkala. Pada tahun tertentu, hutan meranti berbunga secara berbarengan, tetapi pada tahun-tahun berikutnya meranti sama sekali tidak berbunga. Musim bunga hutan meranti merupakan kesempatan emas untuk melihat biji-biji meranti yang memiliki sepasang sayap melayang-layang terbawa angin.

3. Menurut Susunan Jenis
Berdasarkan susunan jenisnya, kita mengenal hutan sejenis dan hutan campuran. Hutan sejenis, atau hutan murni, memiliki pepohonan yang sebagian besar berasal dari satu jenis, walaupun ini tidak berarti hanya ada satu jenis itu. Hutan sejenis dapat tumbuh secara alami baik karena sifat iklim dan tanah yang sulit maupun karena jenis pohon tertentu lebih agresif. Misalnya, hutan tusam (pinus) di Aceh dan Kerinci terbentuk karena kebakaran hutan yang luas pernah terjadi dan hanya tusam jenis pohon yang bertahan hidup. Hutan sejenis dapat juga merupakan hutan buatan, yaitu hanya satu atau sedikit jenis pohon utama yang sengaja ditanam seperti itu oleh manusia, seperti dilakukan di lahan-lahan HTI (hutan tanaman industri).

Penggolongan lain berdasarkan pada susunan jenis adalah hutan daun jarum (konifer) dan hutan daun lebar. Hutan daun jarum (seperti hutan cemara) umumnya terdapat di daerah beriklim dingin, sedangkan hutan daun lebar (seperti hutan meranti) biasa ditemui di daerah tropis.

4. Menurut Umur
Kita dapat membedakan hutan sebagai hutan seumur (kira-kira berumur sama) dan hutan tidak seumur. Hutan alam atau hutan permudaan alam biasanya merupakan hutan tidak seumur. Hutan tanaman boleh jadi hutan seumur atau hutan tidak seumur.

5. Berdasarkan Letak Geografisnya:
Hutan tropika, yakni secara astronomi hutan tropika terbentang pada wilayah 23,5 olu - 23,5 ols. Ciri-ciri utama kawasan ini adalah curah hujan yang cukup tinggi dan matahari bersinar sepanjang tahun. Curah hujan yang tinggi menyebabkan hutan tropika sangat lebat. Hutan ini berfungsi sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap karbondioksida serta menjaga keseimbangan suhu dan iklim dunia.

Hutan temperate atau hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, secara astronomis di antara 23,5o - 66,5o lintang utara maupun lintang selatan. Hutan ini berisi tumbuhan yang daunnya gugur (meranggas) pada musim dingin. Keadaan ini akan berlangsung hingga menjelang musim semi. Pada musim semi, temperatur akan meningkat, salju mulai mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi). Daerah persebaran hutan gugur terutama meliputi wilayah sub-tropis sampai sedang seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Tengah dan Timur serta Chili.

Hutan boreal atau hutan taigaberkembang di daerah lintang tinggi dekat dengan kawasan lingkar kutub dan merupakan jenis hutan terluas kedua setelah hutan tropika. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis pohon berdaun jarum, dimana di kawasan ini memiliki musim panas yang pendek dan musim dingin yang panjang. Daerah yang termasuk kawasan ini meliputi Alaska - Amerika Utara, Skandinavia - Eropa Utara, dan Siberia-Rusia.

6. Berdasarkan Sifat-Sifat Musimannya:
  • Hutan hujan (rainforest), atau hutan hujan tropis Hutan hujan tropis tumbuh di sekitar garis khatulistiwa atau equator yang memiliki suhu udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Hutan hujan tropis dikenal sebagai hutan heterogen karena terdiri dari berbagai jenis tumbuhan. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, kalimantan dan Irian Jaya (Papua).
  • Hutan selalu hijau (evergreen forest).
  • Hutan musim atau hutan gugur daun (deciduous forest). Hutan musim terdapat di daerah di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau secara jelas. Tumbuhan pada hutan musim umumnya bersifat homogen (satu jenis tumbuhan), seperti hutan jati, hutan karet dan hutan bambu. Di Indonesia hutan musim banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  • Hutan sabana (savannah forest). Sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh pepohonan atau semak belukar, sedangkan steppa merupakan padang rumput yang sangat luas. Sabana dan Steppa banyak dijumpai di daerah bercurah hujan rendah atau relatif sedikit. Di Indonesia, sabana dan steppa terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Timur.
7. Berdasarkan Ketinggian Tempatnya:
  • Hutan pantai (beach forest), hutan yang tumbuh di daerah pantai adalah hutan bakau (mangrove). Hutan bakau memilik akar napas dan daun yang berlapis tebal di pemukaannya untuk mengurangi penguapan. Hutan bakau banyak dijumpai di pantai yang ombak lautnya tenang, seperti di pantai Sumatera bagian Timur, pantai Kalimantan Barat, pantai Kalimantan Selatan dan pantai Irian Jaya.
  • Hutan dataran rendah (lowland forest), Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah. Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia.
  • Hutan pegunungan bawah (sub-mountain forest), Hutan ini terdapat di daerah Indonesia dengan ketinggian antara 1.300 m sampai 2.500 m di atas permukaan laut. Hutan pegunungan memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di gunung maupun yang tinggal di bawahnya.
  • Hutan pegunungan atas (mountain forest), Hutan ini terdapat di daerah daerah Indonesia dengan ketinggian di atas 3.500 m di atas permukaan laut. Hutan ini berfungsi sebagai cagar alam dan taman wisata alam.
  • Hutan kabut (mist forest).
  • Hutan elfin (alpine forest).
8. Berdasarkan Keadaan Tanahnya:
  • Hutan rawa air-tawar atau hutan rawa (freshwater swamp-forest). 
  • Hutan rawa gambut (peat swamp-forest).
  • Hutan rawa bakau, atau hutan bakau (mangrove forest).
  • Hutan kerangas (heath forest).
  • Hutan tanah kapur (limestone forest), dan lainnya
9. Berdasarkan Jenis Pohon Yang Dominan:
  • Hutan jati (teak forest), misalnya di Jawa Timur.
  • Hutan pinus (pine forest), di Aceh.
  • Hutan dipterokarpa (dipterocarp forest), di Sumatra dan Kalimantan.
  • Hutan ekaliptus (eucalyptus forest) di Nusa Tenggara. Dll.
10. Berdasarkan Sifat-Sifat Pembuatannya:
  • Hutan alam (natural forest).
  • Hutan buatan (man-made forest), misalnya: Hutan rakyat (community forest) yang selanjutnya disingkat HTR adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan. (Pasal 1 angka 19 PP No. 6 Tahun 2007). Hutan kota (urban forest). Hutan tanaman industri (timber estates atau timber plantation), yang selanjutnya disingkat HTI adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok industri kehutanan untuk meningkatkan. Potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. (Pasal 1 angka 18 PP No. 6 Tahun 2007)
11. Berdasarkan Tujuan Pengelolaannya:
  • Hutan produksi adalah hutan yang diusahakan melalui sistem Hak Pengusahaan Hutan (HPH) baik BUMN maupun pengusaha swasta, yang memanfaatkan hasil hutan seperti kayu untuk kegiatan produksi (non-timber forest product).
  • Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. (Pasal 1 angka 8 UU No. 41 tahun 1999). Taman Nasional adalah kawasan pelesatarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. (Pasal 1 angka 14 UU No. 5 tahun 1990).
  • Hutan suaka alam, adalah hutan yang memiliki keadaan alam khas, diperuntukkan bagi perlindungan dan pelestarian flora dan fauna yang hampir punah, agar dapat berkembang biak sesuai dengan kondisi ekosistemnya. Hutan suaka alam Ujung Kulon merupakan tempat perlindungan badak bercula satu dan beberapa fauna lainnya. Cagar alam adalah kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. (Pasal 1 angka 10 UU No. 5 tahun 1990). Suaka alam adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat       dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. (Pasal 1 angka 11 UU No. 5 tahun 1990).
  • Hutan konversi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. (Pasal 1 angka 9 UU No. 41 tahun 1999).
  • Dalam kenyataannya, seringkali beberapa faktor pembeda itu bergabung, dan membangun sifat-sifat hutan yang khas. Misalnya, hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rainforest), atau hutan dipterokarpa perbukitan (hilly dipterocarp forest). Hutan-hutan rakyat, kerap dibangun dalam bentuk campuran antara tanaman-tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian jangka pendek, sehingga disebut dengan istilah wanatani atau agroforest.

D. Jenis-jenis Hutan di Indonesia
1. Berdasarkan biogeografi
Kepulauan Nusantara adalah relief alam yang terbentuk dari proses pertemuan antara tiga lempeng bumi. Hingga hari ini pun, ketiga lempeng bumi itu masih terus saling mendekat. Akibatnya, antara lain, gempa bumi sering terjadi di negeri kepulauan ini.
Sejarah pembentukan Kepulauan Nusantara di sabuk khatulistiwa itu menghasilkan tiga kawasan biogeografi utama, yaitu: Paparan Sunda, Wallacea, dan Paparan Sahul. Masing-masing kawasan biogeografi adalah cerminan dari sebaran bentuk kehidupan berdasarkan perbedaan permukaan fisik buminya.
  • Kawasan Paparan Sunda (di bagian barat)
Paparan Sunda adalah lempeng bumi yang bergerak dari Kawasan Oriental (Benua Asia) dan berada di sisi barat Garis Wallace. Garis Wallace merupakan suatu garis khayal pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sunda dan di bagian lebih timur Indonesia. Garis ini bergerak dari utara ke selatan, antara Kalimantan dan Sulawesi, serta antara Bali dan Lombok. Garis ini mengikuti nama biolog Alfred Russel Wallace yang, pada 1858, memperlihatkan bahwa persebaran flora fauna di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali lebih mirip dengan yang ada di daratan Benua Asia.
  • Kawasan Paparan Sahul (di bagian timur)
Paparan Sahul adalah lempeng bumi yang bergerak dari Kawasan Australesia (Benua Australia) dan berada di sisi timur Garis Weber. Garis Weber adalah sebuah garis khayal pembatas antara dunia flora fauna di Paparan Sahul dan di bagian lebih barat Indonesia. Garis ini membujur dari utara ke selatan antara Kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dan Australia. Garis ini mengikuti nama biolog Max Weber yang, sekitar 1902, memperlihatkan bahwa persebaran flora fauna di kawasan ini lebih serupa dengan yang ada di Benua Australia.
  • Kawasan Wallace / Laut Dalam (di bagian tengah)
Lempeng bumi pinggiran Asia Timur ini bergerak di sela Garis Wallace dan Garis Weber. Kawasan ini mencakup Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara), dan Kepulauan Maluku. Flora fauna di kawasan ini banyak merupakan jenis-jenis endemik (hanya ditemukan di tempat bersangkutan, tidak ditemukan di bagian lain manapun di dunia). Namun, kawasan ini juga memiliki unsur-unsur baik dari Kawasan Oriental maupun dari Kawasan Australesia. Wallace berpendapat bahwa laut tertutup es pada Zaman Es sehingga tumbuhan dan satwa di Asia dan Australia dapat menyeberang dan berkumpul di Nusantara. Walaupun jenis flora fauna Asia tetap lebih banyak terdapat di bagian barat dan jenis flora fauna Australia di bagian timur, hal ini dikarenakan Kawasan Wallace dulu merupakan palung laut yang sangat dalam sehingga fauna sukar untuk melintasinya dan flora berhenti menyebar.

2. Berdasarkan Iklim     
Dari letak garis lintangnya, Indonesia memang termasuk daerah beriklim tropis. Namun, posisinya di antara dua benua dan di antara dua samudera membuat iklim kepulauan ini lebih beragam. Berdasarkan perbandingan jumlah bulan kering terhadap jumlah bulan basah per tahun, Indonesia mencakup tiga daerah iklim, yaitu:
  • Daerah tipe iklim A (sangat basah) yang puncak musim hujannya jatuh antara Oktober dan Januari, kadang hingga Februari. Daerah ini mencakup Pulau Sumatera; Kalimantan; bagian barat dan tengah Pulau Jawa; sisi barat Pulau Sulawesi.
  • Daerah tipe iklim B (basah) yang puncak musim hujannya jatuh antara Mei dan Juli, serta Agustus atau September sebagai bulan terkering. Daerah ini mencakup bagian timur Pulau Sulawesi; Maluku; sebagian besar Papua.
  • Daerah tipe iklim C (agak kering) yang lebih sedikit jumlah curah hujannya, sedangkan bulan terkeringnya lebih panjang. Daerah ini mencakup Jawa Timur; sebagian Pulau Madura; Pulau Bali; Nusa Tenggara; bagian paling ujung selatan Papua.
Berdasarkan perbedaan iklim ini, Indonesia memiliki hutan gambut, hutan hujan tropis, dan hutan muson.
  • Hutan gambut ada di daerah tipe iklim A atau B, yaitu di pantai timur Sumatera, sepanjang pantai dan sungai besar Kalimantan, dan sebagian besar pantai selatan Papua.
  • Hutan hujan tropis menempati daerah tipe iklim A dan B. Jenis hutan ini menutupi sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Di bagian barat Indonesia, lapisan tajuk tertinggi hutan dipenuhi famili Dipterocarpaceae (terutama genus Shorea, Dipterocarpus, Dryobalanops, dan Hopea). Lapisan tajuk di bawahnya ditempati oleh famili Lauraceae, Myristicaceae, Myrtaceae, dan Guttiferaceae. Di bagian timur, genus utamanya adalah Pometia, Instia, Palaquium, Parinari, Agathis, dan Kalappia.
  • Hutan muson tumbuh di daerah tipe iklim C atau D, yaitu di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian NTT, bagian tenggara Maluku, dan sebagian pantai selatan Irian Jaya. Spesies pohon di hutan ini seperti jati (Tectona grandis), walikukun (Actinophora fragrans), ekaliptus (Eucalyptus alba), cendana (Santalum album), dan kayuputih (Melaleuca leucadendron).
3. Berdasarkan sifat tanahnya
Berdasarkan sifat tanah, jenis hutan di Indonesia mencakup hutan pantai, hutan mangrove, dan hutan rawa.
  • Hutan pantai terdapat sepanjang pantai yang kering, berpasir, dan tidak landai, seperti di pantai selatan Jawa. Spesies pohonnya seperti ketapang (Terminalia catappa), waru (Hibiscus tiliaceus), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan pandan (Pandanus tectorius).
  • Hutan mangrove Indonesia mencapai 776.000 ha dan tersebar di sepanjang pantai utara Jawa, pantai timur Sumatera, sepanjang pantai Kalimantan, dan pantai selatan Papua. Jenis-jenis pohon utamanya berasal dari genus Avicennia, Sonneratia, dan Rhizopheria.
  • Hutan rawa terdapat di hampir semua pulau, terutama Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Spesies pohon rawa misalnya adalah nyatoh (Palaquium leiocarpum), kempas (Koompassia spp), dan ramin (Gonystylus spp).
4. Berdasarkan pemanfaatan lahan
Luas hutan Indonesia terus menciut, sebagaimana diperlihatkan oleh tabel berikut: Luas Penetapan Kawasan Hutan oleh Departemen Kehutanan Tahun Luas (Hektar) 1950 162,0 juta 1992 118,7 juta 2003 110,0 juta 2005 93,92 juta

Berdasarkan hasil penafsiran citra satelit, kawasan hutan Indonesia yang mencapai 93,92 juta hektar pada 2005 itu dapat dirinci pemanfaatannya sebagai berikut:
1)      Hutan tetap  : 88,27 juta ha
2)      Hutan konservasi  : 15,37 juta ha
3)      Hutan lindung  : 22,10 juta ha
4)      Hutan produksi terbatas : 18,18 juta ha
5)      Hutan produksi tetap : 20,62 juta ha
6)      Hutan produksi yang dapat dikonversi  : 10,69 juta ha.
7)      Areal Penggunaan Lain (non-kawasan hutan) : 7,96 juta ha.

Lahan hutan terluas ada di Papua (32,36 juta ha), diikuti berturut-turut oleh Kalimantan (28,23 juta ha), Sumatera (14,65 juta ha), Sulawesi (8,87 juta ha), Maluku dan Maluku Utara (4,02 juta ha), Jawa (3,09 juta ha), serta Bali dan Nusa Tenggara (2,7 juta ha).

E. Fungsi Hutan
Sebagai bagian dari cagar lapisan biosfer, hutan memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan makhluk di muka buni. Tak hanya manusia, hewan juga memerlukan tumbuhan untuk kelengkapan hidupnya. Oleh sebab itu hutan sangat berfungsi bagi kehidupan makhluk di muka bumi ini.

Indonesia adalah sebagai salah satu negara dengan luas hutan terbesar di dunia sangat perlu melakukan konservasi dan pengelolaan hutan untuk kelestarian dan keseimbangan ekosistem alam di bumi. berbagai jenis hutan yang ada di inedonesia memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menghasilkan oksigen bagi kehidupan.
Hutan adalah kumpulan pepohonan yang berperan sebagai produsen oksigen. Tumbuhan hijau akan menghasilkan oksigen dari hasil proses fotosintesis yang berlangsung di daun tumbuhan tersebut. Dengan jumlah yang sangat banyak dan luas, tentunya hutan sangat banyak dan besar mensuplay oksigen bagi kehidupan di muka bumi ini.
  • Menyerap karbondioksida
Karbondioksida dibutuhkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Sebuah keseimbangan yang luar biasa yang telah diberikan oleh Allah untuk kehidupan makhluknya. Karbondioksida adalah gas yang sangat berbahaya apabila terlalu banyak dihirup oleh manusia. Contoh: Apabila kita terlalu banyak menghirup asap kendaraan bermotor dan ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Namun ternyata di sisi lain tumbuhan memerlukan gas tersebut untuk menghasilkan oksigen. Keberadaan hutan memberikan peluang penyerapan karbondioksida yang sangat besar. Inilah fungsi hutan yang Allah ciptakan dan sangat diperlukan untuk semua makhlk yang ada di bumi.
  • Mencegah erosi dan tanah longsor.
Akar-akar pohon berfungsi sebagai pengikat butiran-butiran tanah. Dengan ada hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah tetapi jatuh ke permukaan daun atau terserap masuk ke dalam tanah. Hutan yang luas akan menampung dan menyerap air lebih banyak. Sedangkan kawasan yang tidk memiliki hutan akan terasa tandus, gersang dan rawan akan bencana banjir dan longsor.
  • Menyimpan, mengatur, dan menjaga persediaan dan keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
·        Menyuburkan tanah, karena daun-daun yang gugur akan terurai menjadi tanah humus.
Daun-daun yang gugur ataupun yang jatuh akan di makan oleh tumbuhan lain, seperti cacing. Cacing akan memakan dedaunan yang jatuh ataupun yang sudah kering, setelah dia memakannya maka cacing tersebut akan mengekuarkan kotoran dan kotorannya itu yang dapat menyuburkan tanah.
  • Sebagai sumber ekonomi.
Hutan dapat dimanfaatkan hasilnya sebagai bahan mentah atau bahan baku untuk industri atau bahan bangunan. Yang mana mulai dari kulit pohon, batang pohon sampai getah dan akarnya dapat difungsikan. Contoh, rotan, karet, getah perca yang dimanfaatkan untuk industri kerajinan dan bahan bangunan.
  • Sebagai sumber plasma dutfah 
Keanekaragaman ekosistem di hutan memungkinkan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati genetika.

Simpang Kota

Friday, January 27, 2017 0

Simpang Kota 

Gambar Ilustrasi Simpang Kota (Doc. Gemapetir)
Karya: Mhd. Saifullah 
Merah, kuning, hijau.
Bukan pelangi indah.
Namun menghiasi di setiap
sudut-sudut persimpangan kota.

War wer wor.
War wer wor.
Siulan knalpot melaju terpacu.
Suara angin terpecah belah
oleh kendaraan ibukota.

Menunggu lampu merah.
Berbaris semerawut di simpang kota.
Tan tin tun langsung maju.
Suara klakson beruntun sadar melamun.

Lampu merah jalan aja.
Lampu hijau punya kita.
Lampu kuning,
bisa hilang dunia.

Ini wajah simpang kota.
Semerawut tak tertata,
ditilang.
Wajah polos seakan tak berdosa.

Ini gambar kota megah.
Sungguh padat aktivitasnya.
Namun sayang,
rakyat suka bilang ogah.
Simpang Taman Safiathuddin 
Gampong Lamprik, Banda Aceh 
31 Desember 2014

Sang Inspirator Bangsa Menjadi Mata Air Negeri

Tuesday, January 24, 2017 0

Sang Inspirator Bangsa Menjadi Mata Air Negeri

Gambar Habibie Berlatar Tema Acara Pameran "Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri. (Doc. Antara News)
Siapa yang tidak kenal dengan Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bachruddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie? Orang yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 dan Presiden ke-3 Republik Indonesia ini namanya pasti sudah tidak asing lagi di telinga dunia internasional dan industri pesawat terbang. Apalagi di tanah air, kisah perjalanan hidup beliau telah banyak memberikan inspirasi bagi masyarakat Indonesia.

Dalam memperingati 80 tahun usia sang inspirator bangsa, berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends Mandiri Museum mengadakan sebuah kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap Pak Habibie. Kegiatan yang dimulai sejak 24 Juli – 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua-Jakarta dengan menampilkan pameran foto-foto perjalanan hidup sang inspirator bangsa. Selain pemeran, ada gebyar aneka lomba dan salah satunya lomba menulis blog yang bertemakan, “Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri”. Kegiatan-kegiatan yang dibuat dibuka untuk umum agar perjalanan hidup selama 80 tahun sang inspirator bangsa bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pemuda-pemudi Indonesia khususnya.

Perjalanan panjang hidup Pak Habibie sebagian telah difilmkan dan ditulis di buku. Menjalani kehidupan dengan permasalahan keluarga, ekonomi, karir, dan sampai cinta telah dialami oleh sang inspirator bangsa ini. Selama 80 tahun hal-hal demikian telah dirasakan Pak Habibie sejak masih anak-anak hingga sekarang. Tidak suka berpangku tangan itulah sifatnya, beliau tipikal orang pekerja keras, memiliki semangat, kesadaran, keyakinan, konsisten, disiplin, dan selalu bersyukur. Semua itu menjadi sebuah kekuatan bagi beliau sehingga mampu menjalankan dan menangani setiap permasalahan yang ada.

Bekerja Keras Untuk Lebih Baik
Sifat tekun dan pekerja keras sudah ditunjukan oleh Habibie sejak usia 14 tahun. Anak keempat dari delapan orang bersaudara yang lahir dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Keterpurukan kehidupan ekonomi keluarga mereka setelah meninggalnya sang ayah, membuat Habibie harus membantu meringankan pekerjaan ibunya sewaktu mereka telah tinggal di Bandung. 
Gambar Foto Habibie Sewaktu Bersama Ketujuh Saudara-Saudaranya. (Doc. Google)
Keluarga Habibie pindah ke Bandung tidak lama setelah ayahnya meninggal. Sang ibu memutuskan pindah setelah mendapat biaya dari hasil penjualan rumah serta kendaraan peninggalan ayahnya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka di Bandung, ibu sang inspirator bangsa ini membuka jasa katering dan kost. Habibie yang sedang menuntut ilmu juga ikut membantu agar meringankan pekerjaan ibunya. Kehidupan yang susah menyadarkan Habibie untuk bekerja keras dan bersungguh-sungguh serta tekun dalam menuntut ilmu.

Kerja kerasnya untuk belajar mulai tampak sewaktu Habibie duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Habibie yang bersekolah di Algemeene Middelbare School (AMS) sekolah masa Hindia Belanda, menjadi siswa favorit di sekolahnya pada pelajaran-pelajaran Ilmu Eksakta. Setelah tamat sekolah tahun 1954, Habibie melanjutkan pendidikannya di Teknik Mesin Universitas Indonesia di Bandung (sekarang ITB). Setahun kemudian sang inspirator bangsa ini mendapat beasiswa di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Jerman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Biaya kehidupan pendidikan Habibie selama kuliah di Jerman ditanggung oleh ibunda sendiri. Keseriusan beliau dalam belajar ditunjukan dengan memanfaatkan libur kuliah bukan untuk bekerja, namun untuk mengambil matakuliah. Dalam meringankan beban tanggungan ibunya, waktu kosong kuliah beliau dimanfaatkan untuk bekerja namun bukan untuk menghidupinya karena beliau tidak mau kuliahnya terganggu karena kerja. Penghasilan kerjanya digunakan hanya untuk membeli buku keperluan kuliah. Hidup dalam keadaan kekurangan, namun beliau dapat menyelesaikan pendidikannya sampai S2 dalam waktu 5 tahun di RWTH. Sang inspirator bangsa lulus dengan gelar Diploma Teknik (setara gelar Master) bidang desain dan kontruksi pesawat terbang. Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan gelar Diploma Teknik, Habibie kembali ke Indonesia.

Gambar Foto Pak Habibie Bersama Bu Ainun (Doc. Detik.com)
Pada tahun 1962, Habibie mengikat cintanya dengan menikahi seorang gadis bernama Hasri Ainun teman SMA dahulu. Habibie membawa Ainun ke Jerman untuk menemaninya menyelesaikan studi S3. Kehidupan keluarga baru Habibie pada saat itu terbilang sangat kekurangan dan sempat mengalami kesusahan sewatu Ainun akan mengandung putra pertama mereka. Penghasilan Habibie sebagai mahasiswa tingkat doktoral tidak banyak selain itu uangnya juga harus disisihkan untuk di tabung.

Keseriusan, ketekunan, serta kerja keras selama menjalani pendidikan doktoral sambil menghidupi keluarga kecilnya berbuah hasil yang manis. Sang inspirator bangsa ini meraih indeks prestasi summa cum laude (lulus dengan pujian terbanyak) untuk gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) yang diraihnya pada tahun 1965.

Menjadi Mata Air Bangsa Indonesia
Karir sang inspirator bangsa pada bidang penerbangan dimulai dengan menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Penerbangan (1965) yang selanjutnya menjadi Vice President sekaligus Direkur Teknologi di Messerschmitt Bolkow Blhohm (MBB) Hamburg (1978). Menjabat sebagai Vice President, Habibie menjadi orang pertama di Indonesia bahkan di Asia yang menjabat sebagai orang nomor dua di perusahan pesawat terbang Jerman tersebut. Penelitiannya yang menghasilkan beberapa teori sangat dikenal  dan banyak meyumbang di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) seperti Thermodinamika, Konstruksi, dan Aerodinamika. Teori-teori yang dihasilkan beliau dalam dunia pesawat terbang di antaranya Habibie Faktor, Habibie Theorem, dan Habibie Method.

Gambar Foto Habibie Swaktu Menjadi Presiden RI Ke-3 (Doc. Google)
Kesuksesan karir dan keberhasilannya serta menyumbangkan ilmu dalam dunia pesawat terbang tidak membuat Habibie lupa dengan tanah airnya Indonesia. Sewaktu menjabat sebagai Vice President, Habibie mengundang 40 insinyur Indonesia dan mempekerjakannya di MBB. Hal ini dilakukan Habibie agar kelak Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia memiliki skil dan pengalaman dalam bidang industri pesawat terbang. Itulah keinginan sang inspirator bangsa ini agar bangsanya maju dalam bidang teknologi.

Kecintaannya terhadap tanah air ditunjukan dengan menerima panggilan dari Presiden Soeharto untuk memintanya kembali ke Indonesia. Kepulangan Habibie ke Indonesia pada tahun 1947 disambut oleh Presiden Soeharto dengan sangat serius. Habibie diangkat menjadi penasehat pemerintah di bidang teknologi pesawat dan teknologi tinggi. Pada saat itu Habibie juga masih menjabat Vice President MBB. Pada tahun 1976, Habibie bersama para insnyur pesawat terbang yang telah bekerja di MBB mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (Tahun 1985 berganti nama menjadi IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara)) dan industri pesawat terbang ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara.

Keseriusan Habibie untuk membuat bangsanya maju ditunjukan dengan melepaskan jabatannya sebagai Vice President MBB pada tahun 1978 dan lebih memilih jabatan yang diamanahkan oleh tanah airnya. Jabatan yang diberikan kepada Habibie pada saat itu adalah Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sampai tahun 1997. Hal inilah yang membuat sang inspirator bangsa ini ingin fokus dan melepaskan jabatan di MBB.

Gambar Foto Habibie dan Replika Miniatur Pesawat N2130 (Doc. Google)
Pada tahun 1998, Habibie diangkat menjadi Wakil Presiden Indonesia. Di tahun tersebut, Habibie merasakan kesedihan, akibat krisis moneter 1998 pemerintah memilih untuk menutup IPTN. Habibie pernah mengatakan kepada presiden, “kasih saya uang $500 juta dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer, dll dan kita tidak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka”. Keputusan IPTN ditutup diambil setelah IMF tidak memberikan bantuan ekonomi terhadap Indonesia. Habibie tidak bisa berbuat banyak, beliau memilih mengalah demi keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

Lengsernya Presiden Soeharto, menjadikan Habibie sebagai Presiden Indonesia ke-3. Menjabat tugas sebagai Presiden Indonesia muali 21 Mei 1998, Habibie diwarisi begitu banyak permasalahan yang terjadi di negeri mulai dari krisis ekonomi dan politik, hingga sosial. Akan tetapi berkat kerja keras dan keyakinan Habibie beserta Kabinet Reformasi Pembangunan perlahan permasalahan itu dapat diatasi. 

Krisis ekonomi ditangani dengan mendapatkan kembali dukungan dari perkumpulan negara Dana Moneter Internasional. Selain menangani krisis moneter, Habibie juga berperan dalam berdirinya Bank Mandiri pada 2 Oktober 1998. Setahun kemudian, empat bank milih pemerintah seperti Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia digabungkan ke dalam Bank Mandiri. 

Pada bidang politik, lahirnya beberapa Undang-Undang di antaranya UU Anti Monopoli/Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik, dan UU Otonomi Daerah. Selain itu, kesuksesan pada masa beliau adalah membuat Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pertama kalinya setelah terjadinya reformasi. Keberhasilannya melaksanakan Pemilu Tahun 1999 menandakan akhir jabatannya sebagai Presiden Indonesia. Sejak saat itu, Habibie kembali lagi ke Jerman dan jarang tinggal di Indonesia. 

Perhatian dan kecintaannya terhadap Indonesia tidak putus begitu saja. Sang inspirator bangsa ini mendirikan sebuah organisasi Habibie Center pada 10 November 1998. Tujuan didirikannya organisasi ini adalah untuk menciptakan masyarakat demokratisasi secara kultural dan struktural serta memajukan Sumber Daya Manusia dan usaha sosialisasi teknologi. Pada masa Susilo Bambang Yudhoyono organisasi inilah yang mengawal demokratisasi dan memajukan modrenisasi di Indonesia.

Kecintaanya terhadap Indonesia sama halnya seperti beliau mencintai istrinya, Ainun. Sejak Bu Ainun meninggal pada 22 Mei 2010, Habibie lebih banyak menghabiskan waktu menulis sebuah buku tentang perjalanan cinta mereka. Buku setebal 323 halaman menceritakan semua rasa cinta beliau terhadap almarhum istrinya yang telah menemani hidupnya selama 48 tahun sehingga buku itu diberi judul Habibie dan Ainun.

Gambar Foto Habibie di Acara Pameran Foto Habibie (Doc. Antara News)
Kesadaran Habibie untuk membantu Indonesia dikarena keinginannya untuk membuat bangsa ini maju sehingga masyarakat menjadi memakmur. Habibie menganggap bila masyarakat belum makmur maka keluarganya juga tidak akan makmur karena mereka bagian masyarakat. Sehingga Habibie ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk kemakmuran rakyat. “Jadilah mata air yang jernih, yang memberikan kehidupan kepada sekitarmu”, itu merupakan perkataan yang diucapkan oleh ayahnya kepada Habibie.

Habibie merupakan sosok orang pekerja keras. Sang inspirator bangsa ini menganggap bahwa hidup seumpama naik sepeda, bila berhenti maka jatuh maka kita harus berusaha untuk terus mendayung dan menjaga keseimbangan. Karena alasan itulah menjadi motivasi Habibie untuk berusaha dan bekerja keras dalam belajar serta hidupnya.

SARC (South Asian Regional Coorperation)

Tuesday, January 24, 2017 0

SARC
(South Asian Regional Coorperation)

Gambar Logo SARC (South Asian Regional Coorperation)
(Doc. Pragnya)
BAB II
PEMBAHASAN

A. SARC (SOUTH ASIAN REGIONAL COOPERATION)
Dewasa ini kecenderungan suatu Negara dikawasan tertentu membentuk suatu badan kerja sama, baik kerja sama perdagangan atau badan keja sama dibidang pertahanan meupun kerja sama dibidang lainnya. Sebagai contoh badan keja sama yang tergabung dalam masyarakat ekonomi eropa yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Adalagi kerjasama kerena ikatan keinginan mempertahankan ideologi, sehingga membentuk kejasama dalam bidang pertahanan yaitu NATO.

Jika di atas mencerminkan Negara-negara industri yang sudah maju, maka negara-negara berkembang juga merasakan pentingnya kerja sama terutama kerjasama ekonomi. Dan kemudian sekitar tahun 1960-an badan kerja sama yang bersifat regional bermunculan, pada tahun 1959 kawasn Afrika Barat membentuk Masyarakan Ekonomi afrika barat (WEAC), kemudian Amerika latin membentuk LAFTA (latin American free trade association), ditahun 1964 negara-negara Arab membentuk pasaran bersama Arab, di kawasan Asia Tenggara beberapa Negara membentuk badan kerjasama yang diberi nama ASEAN (asociation of south east asian nation) pada tahun 1967.

Alasan pokok yang mendorong mereka mengadakan keja sama. Pertama, adanya kedekatan geografis, keterikatan poitik,dan fungsionalisme ekonomi dalam arti bahwa kerja sama regional dianggap lebih efektif untuk kepentingan negara-negara anggotanya dan kerena itu lebih dianggap realistis. Kedua, kenyataan perekonomian dunia yang diskriminatif dan perspektif dari negara-negara industri maju terhadap negara-negara berkembang, sehingga timbul ketimpangan disegala bidang, termasuk bidang ekonomi, teknologi dan politik.
Melihat persepsi di atas, menekankan pentingnya adanya sebuah badan kerja sama regional, maka 13 tahun lalu tepatnya tanggal 2 agustus 1983 terbentuklah sebuah organisasi kerjasama regional di kawasan asia selatan yang dikenal dengan nama SARC (South Asian Regional Cooperation).

B. LATAR BELAKANG BERDIRINYA SARC
Pada dasarnya terbantuknya kerja sama regional karena kepentinga politik dan keamanan. Memang dalam kerja sama cendrung dilakukan dari ekonomi dan teknologi. Namun nantinya mengarah kepada ferfektif keamanan dan pencapaian politik.

Kemudian karena di kawasan asia selatan yang sangat rawan stablitas keamanan, kerawanan tersebut karena stabilitas yang selalu berada di permukaan. Kerawanan tersebut karena instabilitas yang berada di permukaan yang siap mengancam kapan saja. Hal ini disebabkan kawasan asia selatan berada pada samudera hindia. Dimana lautan ini menjadi akses bagi negara super power untuk masuk ke kawasan arab yang sering bergejolah. Bagi negara super power samudera hindia merupakan ajang kekuatan yang perlu dipertahankan.

Melihat dari situasi ini maka timbulah kemauan politik yang tegas. Karena permusuhan sudah bergejolak dari dahulu kala. Rasa permusuhan antar negara begitu mendalam menyangkut tentang agama, ras dan suku bangsa maupun karena perselisihan perbatasan. Denagn melihat adanya dampak positif dari adanya kerjasama regional diantaranya mengurangi perbedaan-perbedaan dan salah pengertian seperti di ASEAN. Hubungan antara negara asia selatan juga bisa diperbaiki lewat kerjasama pilitik, ekonomi, teknologi, sosial budaya dan kemanusiaan.

Ide atau gagasan pembentukan kerjasama di kawasan asia selatan dilontarkan oleh presiden Bangladesh Ziaur Rahman yang disampaikan oleh Samsul Huda Chowdhury menteri penerangan dan siaran Bangladesh kepada presiden srilanka J.R. Jayawardene saat kunjungan ke Kolombo pada bulan mai 1980. Adapun usulan Ziaur Rahman antara lain agar diadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) ke tujuh Negara di asia selatan. Ide pembentukan kerjasama tersebut merupakan hasil kunjungan Ziaur Rahman ke Indonesia dan Negara-negara Asean lainnya. Ziaur Rahman mengetakan bahwa kawasan asia selatan satu-satunya  yang tidak mempunyai institusi kerjasama regional.

Kesungguhan Bangladesh dalam membentuk kerjasama asia selatan terlihat dari pengiriman utusan-utusan khusus ke enam negara. Usulan dari bangladesh pada prinsipnya disetujui oleh negara-negara asia selatan. Hanya saja mengenai waktu mengenai waktu pembentukan belum disepakati, terutama India dan Pakistan, sedangkan empat negara lainnya yaitu Nepal, Srilanka, Bhutan, Maladewa menyambutnya dengan antusias. Proses pembentukan yang masih membutuhkan peroses panjang, terutama sekali sikap kehati-hatian kedua Negara besar India dan Pakistan. Hal ini dilatar belakangi sejarah kedua negara yang berselisih sejak lahir terpisah dari negara induk pada tahun 1947, dan itu berlangsung sampai sekarang.

Ketujuh negara asia selatan memajukan niatnya untuk bekerja sama demi kesejahteraan di kawasan mereka. Pertemuan untuk membicarakan usul presiden Bangladesh yang berlangsung di Kolombo, pertemuan setingkat menteri luar negeri menjadi sejarah awal terbentuknya SARC. Pertemuan Kolombo menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengadakan kerjasama regional terlepas dari bayang-bayang militer. Pada pertemuan itu menteri luar negeri mengeluarkan kesepakatan bersama “menerima secara bulat gagasan untuk membentuk suatu kerjasama yang saling menguntungkan”. Kemudian disepakati meneliti lima bidang kegiatan yang bisa dijadikan dasar kerjasama regional yaitu bidang pertanian, pembangunan pedesaan, telekomunikasi, meteorologi, penduduk dan perencanaan kesehatan.

Pertemuan kedua diadakan pada tanggal 25 november 1981 di Kathmandu Nepal. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pertama mengenai pembentukan kerjasama asia selatan dan tentang rencana dasar yang sudah disepakati.

Kurang lebih setahun kemudian diadakan pertemuan ketiga. Pertemuan ini diadakan di Islamabad Pakistan pada tanggal 7-9 agustus 1982 setingkat mentri luar negri. Pertemuan Islamabad disepakati untuk memperluas kerjasama meliputi sebelas bidang dimana dimasukkan bidang olahraga, kesenian dan kebudayaan.

Maka dari ketiga pertemuan di atas semakin memperjelas bahwa kehadiran kerjasama antar negara asia selatan ini sangat dibutuhkan. Maka antara februari dan maret di Dacca bangladesh akan diadakan sidang para mentri luar negeri dalam rangka meninjau kembali hasil yang tercapai. Di samping itu mempersiapkan juga pertemuan keempat di New Delhi India, diharapkan akan adanya keputusan konkrit tentang terbentuknya secara resmi organisasi kerjasama asia selatan.

Pada tanggal 2 agustus 1983 di New Delhi sebagai pertemuan keempat bagi ketujuh Negara kawasan asia selatan dikeluarkan juga “Deklarasi New Delhi”, dalam deklarasi tersebut hal yang sangat penting dan merupakan salah satu mata rantai sejarah anak benua ini berdirilah secara resmi suatu organisasi yang diberi nama SARC singkatan dari South Asian Regional Cooperation.
                                               
C. NEGARA-NEGARA ANGGOTA SARC
Anggota SARC secara geografis terdiri dari tujuh Negara yaitu, India, Pakistan, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Srilanka dan Maladewa.

Negara india berfungsi sebagai primus inter pores diantara anggota SARC, yang atrinya yang pertama diantara sesama atau sebagai tempat pusat kawasan, karena India memiliki penduduk yang cukup besar dan perkembangan teknologi yang cukup pesat, hal ini sudah terjadi sejak kedatangan Inggris yang menganggap New Delhi sebagai pusat kekuasaan kolonial di asia selatan sehingga melahirkan kepemimpinan yang karismatik.

Sebenarnya Pakistan juga sebuah negara yang besar, tetapi karena politik dalam negeri yang tidak stabil maka pertumbhan ekonomi dan teknologinya menjadi terhambat. Tetapi bila masalah dalam negerinya dapat diatasi bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Pakistan akan berkembang seperti yang ada di India. Walaupun demikian kedua negara ini menyambut positif hadirnya kerjasama antar negara ini.

D. PROSPEK SARC DAN TANTANGAN
Hambatan-hambatan psikologi yang menjadi penghalang utama terbentuknya SARC kini tidak menjadi penghalang lagi. Namun perjalanan SARC ini masih menjadi bahan kajian bagi semua negara di dunia ini, seperti yang dilontarkan Burhan D Magenda 1983 berupa pernyataan, apakah organisasi SARC ini mampu memainkan peran yang menonjol dimasa mendatang, yang tidak hanya dari bidang ekonomi, politik, teknologi dan dalam mempersatukan anggota-anggotanya tapi juga dalam menciptakan suatu identitas regional dibidang politik, seperti yang telah dicapai ASEAN.

Untuk mengakji lebih jauh mengenai pernyataan di atas, tentunya perlu diamati faktor-faktor yang paling dominan dalam kelangsungan SARC seperti yang. Salah satu nya peran kontruktif yang dapat dilakukan oleh yang perfungsi sebagai primus inter pores diantara anggota SARC. Dalam hal ini India dianggap sebagai primus inter proses. Bagi negara anggota SARC negara mana yang dianggap primus inter proses tidak menjadi masalah sepanjang negara tersebut tidak mendiktekan atau mendominasi keinginannya dalam kerja sama SARC.

Dengan demikian India dianggap dominan dalam SARC ini dianggap wajar karena perkembangan penduduk yang cukup pesat dan perkembangan teknologi. Dan sejak kedatangan Inggris juga sudah mengnggap India sebagai pusat kekuasaan sehingga melahirkan kepemimpinan yang karismatik.

Jika India menjadi primus inter proses dapat dilihat dampaknya dari dua sisi yakni sisi positif dan sisi negatif. Dampak positif yakni, India merupakan negara terbesar di kawasan tersebut, pertumbuhan teknologi yang cukup pesat dengan demikian india dianggap cukup dominan dalam bidang ekonomi. Dengan perekonomian yang baik dapat menarik negara-negara miskin anggota SARC yang lain ikut berkembang perekonomiannya. Namun kendalanya di kawasan asia selatan hanya India yang perekonomiannya dan yang dihadapi kemiskinan yang cukup besar.

Menurut teori pembangunan India tidak mungkin memikul beban keenam negara lainnya. Memang ada Pakistan termasuk negara besar, tetapi Pakistan tidak dapat memainkan perannya secara maksimal, karena Pakistan secara pilitik tidak stabil di dalam negerinya, akibatnya perekonomian tidak terpacu tumbuh.

Secara keseluruhan bila dilihat pertumbuhan ekonomi, India hanya menjadi pusat kawasan politik tidak menjadi pusat kawasan ekonomi. Hal ini disebabkan ketergantungan pertumbuhan ekonomi anggota SARC cukup tinggi.

Dampak negatif India menjadi primus inter proses adalah hubungan India dengan beberapa negara di kawasan tersebut, hubungan India dengan Pakistan sudah tidak harmonis lagi sejak kedua negara tersebut merdeka. Sampai sekarang ini perang dingin masih terus berlangsung. Permasalahannya masyarakat India tidak begitu rela melepaskan Pakistan keluar dari negara induk,. Hal ini menjadi phenomena berkepanjangan di hati masyarkat India.

Di sisi lain Pakistan masih belum pulih dari kekalahan perang saudara, dimana intervensi India ke wilayah Pakistan dianggap campur tangan urusan dalam negeri. Berkat intervensi tersebut maka Bangladesh merdeka dan terpisah dari kedaulatan Pakistan. Hal ini menjadi pukulan berat bagi Pakistan karena mereka pada dasarnya tidak merelakannya.

Selajutnya melihat hubunga mereka sekarang ini sulit dikatakan bahwa perang sudah reda. Pakistan yang merasa masyarakat dan wilayah Kashmir di India tidak terpisah dengan Pakistan. Oleh sebab itu Pakistan diam-diam membantu para pejuang Kashmir yang ingin merdeka dan kelur dari India. Sehingga diantara kedua negara sering terjadi bentrok di perbatasan.

Sebagai dua negara besar di asia selatan, perang dingin keduanya akan mejadi sikap tidak saling percaya. Sehingga kelangsungan SARC yang didominasi secara politik dipengaruhi oleh dua negara tersebut akan berpengaruh pada perkembangan SARC.kemungkinan SARC mengembangkan ekonomi bagi negara anggotanya akan terhenti. Jika demikian maka SARC yang diidam-idamkan akan kelur dari cita-cita semula.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa SARC sebagai organisasi kerjasama regional asia selatan masih menempuh jalan panjang. Ini berarti suatu identitas politik kawasan tidaklah mungkin diharapkan untuk masa yang cepat.

*** Tulisan ini merupakan hasil dari tuga makalah yang saya buat sewaktu kuliah di Prodi Pendidikan Sejarah Unsyiah tahun 2012.

Indonesia Milik Siapa?

Monday, January 23, 2017 0

Indonesia Milik Siapa? 

Gambar Ilustrasi Indonesia Milik Siapa (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah 
Negeri kaya alam,
kaya suku bangsa.
Negeri elok nan indah,
kaya dengan budaya.

Namun milik siapa?

Ini rumah kita.
Tempat kita semua.
Tanah kelahiran kita.
Air dan hutan berlimpah ruah,
tetapi rakyat tak sejahtera
masih sengsara bagai dijajah.
Lalu negeri ini, milik siapa?

Sebenarnya Indonesia milik siapa?
Milik kita?

Tanah subur.
Tanam salak, tumbuh salak.
Tanam padi, tumbuh padi.
Tanam durian, tumbuh durian.
Tetapi, mengapa ya bukan kita pengelolahnya?
Sebenarnya negeri ini milik siapa?
Milik kita? atau milik para elegan kaya?

Pengusaha asing
tanam menanam modal sesuka hati.
Panen melimpah dibawa keluar negeri.
Lalu kita?
Menjadi penonton,
peminum tuba, babu,
penikmat sampah,
bahkan lebih parah lagi
bagaikan menumpang di negeri sendiri.

Sebenarnya Indonesia milik siapa?

Tanah pertiwi.
Mati berbakti.
Indonesia tanah pusaka.
Hanya menjadi kiasan belaka.
Bagai hiburan, pelipur lara,
pengiring gundah.

Indonesia negeri tercinta
Engkau kaya raya dipuja.
Terkenang hanya dalam ingatan saja.
Sebab anak mu menderita.

Indonesia.
Masih kah kita pemiliknya?
Gampong Rukoh, Banda Aceh 
28 Desember 2014

Banda Aceh dan Bukan Kutaraja

Saturday, January 21, 2017 0

Banda Aceh dan Bukan Kutaraja

Gambar Foto Salah Satu Sudut Kota Banda Aceh dari Udara
(Doc. Banda Aceh Tourism)
Penggunaan istilah Kutaraja (Koetaradja) belakangan ini semakin populer dipakai menggantikan nama Banda Aceh. Istilah itu bahkan telah banyak disandingkan dengan icon-icon serta kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kota maupun daerah Aceh. Kita ambil contoh saja yang paling populer saat ini, seperti pada Bus Trans Koetaradja dan tulisan Koetaradja di Simpang Kodim Banda Aceh (di tepi Krueng Daroy). Padahal kedua contoh itu merupakan icon terbaru yang ada dan dinikmati masyarakat di Kota Banda Aceh.

Istilah Kutaraja diartikan sebagai benteng raja atau kota raja. Penggunaan istilah ini bukan untuk menandakan bahwa kota ini merupakan kota ataupun benteng raja, akan tetapi pemakaian nama Kutaraja digunakan Belanda sebagai bentuk berdirinya kolonialisme di Aceh. Nama tersebut diberikan oleh Belanda untuk menggantikan nama Bandar Aceh Darussalam (sekarang dikenal Banda Aceh) sebagai ibu kota dan menghapus sisa maupun puing-puing dari Kerajaan Aceh Darussalam setelah mereka taklukkan. 

Lalu mengapa para pemimpin kota maupun daerah Aceh saat ini lebih sering menggunakan istilah Kutaraja daripada Banda Aceh? Bukankah mereka sudah sering mengumbar-umbar tentang sejarah dan membanggakan terutama sejarah Kerajaan Aceh Darussalam? Padahal nama Kutaraja sendiri telah dihapuskan berdasarkan keputusan pemimpin Aceh sendiri, lalu mengapa masih sering dibanggakan? Bahkan ada beberapa penulis sejarah amatir di blog mengatakan Banda Aceh berawal dari nama Kutaraja. Hal inilah menjadi alasan artikel ini saya tulis untuk membahas berdasarkan kronologi dan poin-poin penting sejarah nama Kota Banda Aceh dari awal berdiri sampai saat ini.

Kota Banda Aceh telah berdiri jauh sebelum ada Kerajaan Aceh Darussalam (1514), yaitu 22 April 1205 M (1 Ramadhan 601 H). Prasasti Nol Kilometer Kota Banda Aceh di Gampong Pandee adalah bukti berdirinya kota ini. Rusdi Sufi (1996) mengatakan, “sebelum abad ke-15 dan nama Bandar Aceh Darussalam, telah muncul nama Bandar Darussalam yang didirikan oleh Sultan Alaiddin Johan Syah sebagi ibu kota dari Kerajaan Lamuri untuk menggantikan ibu kota sebelumnya di Lamuri”. Bandar inilah kelak menjadi Bandar Aceh Darussalam (Sekarang dikenal Banda Aceh) setelah Kerajaan Aceh Darussalam didirikan Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530). 

Bandar Aceh Darussalam selama tiga abad digunakan sebagai nama Ibu Kota Kerajaan Aceh Darussalam. Sebagai sebuah bandar (pelabuhan) serta pusat pemerintahan yang terletak di Selat Malaka, menjadikan ekonomi kota ini lebih cepat berkembang dan menjadi pusat pendidikan agama Islam pada waktu itu. Bahkan pada masa Sultan Iskandar Muda (1606-1636), Kerajaan Aceh Darussalam mencapai kejayaan menjadi lima kerajaan terbesar di dunia pada masa itu. 

Invansi pertama Belanda yang dipimpin Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, tahun 1873 telah mengakibatkan kekacauan pertahanan di Aceh. Meskipun pada akhirnya Belanda gagal untuk menduduki dan harus kehilangan seorang mayor jenderal yang memimpim invansi ke Aceh.

Dampak invansi yang dilakukan Belanda terhadap Aceh melemahkan pertahanan di pusat kerajaan. Sehingga pada invansi selanjutnya yang dipimpin oleh Jenderal Jan van Swieten, Belanda berhasil menguasai ibu kota Aceh pada tanggal 24 Januari 1874. Keberhasilan itu coba diwujudkan dengan merencanakan merubah nama Bandar Aceh Darussalam menjadi Kutaraja untuk menghilangkan sisa peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam. 

Rencana itu merupakan tujuan politik yang dilakukan Belanda dan van Swieten khususnya. Perubahan itu merupakan bukti kepada Raja Belanda, Willem III di Amsterdam Belanda mengenai kemampuannya menaklukkan dan menghilangkan kerajaan Kerajaan Aceh Darussalam. Usaha itu diwujudkan dengan dikeluarkannya beslit tanggal 16 Maret 1874, oleh Gubernur Jenderal James Loudon di Batavia. Isi beslit mengenai perubahan nama Ibu Kota Bandar Aceh Darussalam menjadi Kutaraja (Benteng Raja) dan dimulainya kolonialisme di Aceh.

Beslit tersebut telah mengubur nama Bandar Aceh Darussalam. Nama Kutaraja semakin populer di masyarakat serta para penulis Belanda dan pribumi. Bahkan nama itu terus digunakan hingga Aceh menjadi sebuah provinsi di Indonesia pada tanggal 27 Januari 1957.

Pengembalian Bandar Aceh Darussalam sebagai nama ibu kota baru direncanakan setelah lima tahun Provinsi Daerah Istimewa Aceh berdiri. Melalui Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh tanggal 21 Desember 1962, di Kutaraja dan diputuskan nama ibu kota Aceh menjadi Banda Aceh. Ali Hasjmy selaku Gubernur Aceh mengeluarkan Keputusan Pemerintahan Daerah Istimewa Aceh No.153/1962, tertanggal 28 Desember 1962 yang pada salah satu poinnya berisi mengenai perubahan nama Kutaraja menjadi Banda Aceh dihitung sejak 1 Januari 1963. Keputusan tersebut diikuti dengan SK No. Des 52/1/43-43 tanggal 9 Mei 1963 yang dikeluarkan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah. Pasca ketetapan tersebut, akhirnya nama Banda Aceh digunakan sebagai nama ibu kota Aceh setelah selama 89 tahun (1874-1963) terkubur oleh nama Kutaraja. 

Kelihatannya hal ini sepele, hanya sebuah istilah untuk nama yang dipakai. Seumpama perkataan William Shakespeare dalam kutipan novel Romeo and Juliet, “What’s in a name? (yang artinya apalah arti sebuah nama?)”. Sastrawan Italia abad ke-16 M ini juga mengatakan bahwa nama tidak akan mempengaruhi keadaan, tetap saja sama.

Istilah Kutaraja yang digunakan memang tidak merubah keadaan Kota Banda Aceh, namun harus disadari penggunaan istilah tersebut secara tidak langsung telah menggeser nama Banda Aceh yang penuh sejarah. Pemerintah seharusnya lebih bangga menggunakan istilah Banda Aceh sebagai peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam untuk icon ataupun tema kegiatan lainnya daripada istilah Kutaraja yang merupakan pemberian Belanda. Maka dari itu hal ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah Aceh khususnya Banda Aceh. Tidak tahu apa sebenarnya yang penyebab pemerintah saat ini lebih suka menggunakan istilah Kutaraja daripada Banda Aceh. Akan tetapi yang harus kita ketahui adalah Banda Aceh berbeda dengan Kutaraja.

Dari Tuhan

Thursday, January 19, 2017 0

Dari Tuhan

Gambar Salah Satu Masjid Yang Roboh di Gampong Pangwa (Doc. Intriknes)
Karya: Mhd. Saifullah
Puisi ini terlahir dari jemari
antara ketenangan dan kalut membayangi.
Di kala pagi terasa gelap tak terlelap,
di Pidie Jaya, Meunasah Pangwa
Posko Relawan tepatnya.
Tiada salah itu.
Sepuluh Desember 2016, itu Sabtu.
Aku lalu bercerita pada bait-bait semu.

Syahdunya tanah ini.
Alam tiada menyerah menjaga.
Teguran terus mengalir,
dengan sentilan-sentilan manja berkala skala.
Tuhan memberi cinta.
Menegur perhatian. Menegur hambanya.

Sekejap tenang berlalu.
Sekejap kalut menyambut pilu.
Getar tanah ini.
Jiwa-jiwa berhambur berlari.
Sebagian duduk. Sebagian kaku terkubur mati.
Terguncang Pidie Jaya di tanah bumi
di kala takbir Ilhai memanggil menyambut pagi.
Apa kabar dosa dan pahala kita hari ini.

Mari kemari.
Mari renungkan lagi.
Mari berklak-klik. Berkata musabab.
Mungkin musadah pahala mulai berkurang
atau ria menghilangkan rida.
Hidayahpun berlalu menyisahkan duka.

Tanah ini masih bersumah.
Tuhan tetap menjaganya,
tetap memberikan cinta
Kuta Pangwa, Pidie Jaya
10 Desember 2016 

Wanita Berkerudung Hitam

Sunday, January 15, 2017 0

Wanita Berkerudung Hitam 

Gambar Ilustrasi Wanita Berkrudung Hitam (Doc. Itsme)
Karya: Mhd. Saifullah 
Siapapun akan terpana.
Bila melihat sosok seorang wanita.
Taat beragama,
merdu bila mendengar suaranya.

Siapakah gerangan diri?
Wanita berkerudung hitam,
hilang di kala malam.

Lemah lembut tutur tercipta.
Gemulai langkah,
bagaikan seorang putri raja
pemiliki istana megah.

Wanita berkerudung hitam,
bersembunyi di balik malam.
Di kala siang,
hilang bagaikan zaman.

Suara merdu namun pendiam.
Menebus malam,
sambil memegang kalam.
Tak berkeliaran,
bukan dengan mukhrimnya.

Siapakah gerangan diri?
Wanita berkerudung hitam,
hilang di kala malam.

Siapapun ingin mengenalnya.
Siapapun ingin menjadi
pendamping hidupnya.
Karena memiliki wanita
yang cantik dan sholeha.
Kajhu, Aceh Besar 
21 Desember 2014

Ilusi

Thursday, January 12, 2017 0

Ilusi 

Gambar Ilustrasi dari Ilusi (Doc. Bibit Serangkai)
Karya: Mhd. Saifullah 
Marilah kita berkreasi.
Menuju alam dunia fantasi.
Di mana pemikiran dari imajinasi.
Berawal intuisi bukan
pemahaman sejati.
Namun bisa menjadi harga mati.

Berperan opera negara.
Penuh strategi, dinamika serta retorika.
Membuat pemimpin boneka,
agar mudah dikendalikan sesukanya.

Dunia fantasi dari negeri ilusi.

Penjahat-penjahat bervariasi
Bermobil mewah hingga berjalan kaki.
Pahlawan tak ingin kalah.
Layaknya film semasa bocah.
Ada biru, kuning, hijau, pink, serta merah.
Miliki kekuatan dan gempuran gagah.

Dunia fantasi dari sebuah negeri ilusi.

Penduduk terkecoh pahlawan kebenaran.
Penduduk terlabuhi penjahat kepalsuan.
Negeri para ilusi selalu berganti.

Dunia fantasi
dari sebuah negeri ilusi.
Dunia fantasi
dari sebuah negeri ilusi.
Dunia fantasi
dari sebuah negeri ilusi.
Kajhu, Aceh Besar 
27 Desember 2014