Depresi Tinjauan Psikologi (Bagian 9/Habis)

Tuesday, December 13, 2016

Depresi Tinjauan Psikologi
(Bagian 9/Habis)

Gambar Cover Buku Depresi Tinjauan Psikologi (Doc. Mhd. Saifullah)
Identitas dari buku
Judul: Depresi Tinjauan Psikologi
Penulis: Dr. Namora Lumongga Lubis, M.Sc.
Penerbit: Kencana Prenada Media Group
Tahun terbit: 2009
Tebal/Jumlah Halaman: 208 Halaman

9. Cara Menanggulangi Depresi
Depresi dapat menjadi penyakit yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, namun kemungkinan untuk mengobati individu depresi bagi yang mencari pengobatan sangat tinggi yaitu 85%-90% (Hegg, 1991). Depresi memang dapat hilang dengan sendirinya, namun pada kasus depresi berat diperlukan terapi dan pengobatan yang efektif untuk mengurangi depresi.

Beberapa cara menanggulangi depresi bagi para penderita depresi mulai dari depresi ringan, depresi sedang, dan depresi berat adalah sebagai berikut:

9.1 Obat Antidepresan
Ada beberapa obat antidepresan, yaitu lithium berupa obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar; Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs) berupa obat menghalangi aktivitas monoamine oxidase, enzim yang menghancurkan neurotransmiter monoamine norepinephirne, serotonin, dan dopamine; tricylics berupa obat meningkatkan aktivitas neurotransmiter monoamine norepinephirne dan sorotonim dengan menghambat reuptake ke dalam neuron; SSRIs berupa obat yang hanya menghambat reuptake sorotonim namun tidak menghalangi neurotransmiter lain (Bress, 2008).

9.2 CBT (Cognitive Behavior Theraphy)
Pendekatan CBT (Cognitive Behavior Theraphy) memusatkan perhatian pada proses berpikir klien yang berhubugan dengan kesulitan emosional dan psikologis klien. CBT (Cognitive Behavior Theraphy) adalah terapi yang dikembangkan oleh Beck tahun 1976 dan paling sesuai untuk gangguan harga diri dan depresi.

Teknik-teknik yang digunakan dalam pelaksanaan terapi kognitif tingkah laku menurut Beck adalah sebagai berikut mulai dari jadwal aktivitas harian, catatan harian pemikiran tidak rasional, menilai pola pikir, latihan aktif, dan tugas rumah.

Gilliland, James, dan Bowman (1994) mengemukakan beberapa teknik utama dalam terapi prilaku kognitif, yaitu Bek’s cognitive therapy, relaxation training dan relaxation therapy, systematic desensitization, mental and emotive imagery, dan meditation.

Meningkatkan Harga Diri dengan Terapi CBT (Cognitive Behavior Theraphy)
Pada penderita depresi yang mengalami harga diri rendah (merasa tidak berguna dan tidak percaya diri) perlu dilakukan perubahan pola pikir dengan menggunakan terapi CBT (Cognitive Behavior Theraphy). Ada lima tahap untuk meningkatkan harga diri berdasarkan prinsip CBT, yaitu
  • Mengidentifikasi situasi dan kondisi yang menyebabkan masalah;
  • Menyadari kepercayaan dan pikiran-pikiran;
  • Mengarahkan pikiran negatif dan tidak akurat;
  • Menentang pikir yang negatif atau tidak akurat; dan
  • Mengubah pemikiran dan kepercayaan.
9.3 Tarapi Interpersonal
Terapi interpersonal adalah bantuan psikoterapi jangka pendek yang berfokus kepada hubungan antara orang-orang dengan perkembangan simtom penyakit kejiwaan. Terapi interpersonal dikembangkan oleh psikiater Gerald Klerman M.D. dari Harvard dan psikolog Mayma Weissman, Ph.D.

Terapi interpesonal adalah turunan dari terapi psikodinamika yaitu psikoanalisis, dengan menekankan pada pengalaman masa lalu dan ketidaksadaran. Ada tujuh tipe intervensi yang biasanya digunakan dalam terapi interpersonal, dan sebagian besar dipengaruhi oleh teori psikodinamika, yaitu berfokus pada keadaan emosi klien, penyelidikan terhadap perlawanan klien terhadap pengobatan, diskusi mengenai pola hubungan dan pengalaman klien, memeriksa masa lalu klien, penekanan pada pengalaman interpersonal saat ini, penyelidikan hubungan terapi atau klien, dan identifikasi fantasi serta keinginan klien.

Tujuan dari terapi interpersonal adalah mengurangi simtom depresi dan meningkatkan penyesuaian sosial. Ada empat area masalah yang sering didentifikasi, yaitu unresolved grief, role transitions, dan interpersonal deficits. 

9.4 Konseling Kelompok dan Dukungan Sosial
Konseling secara kelompok adalah pelaksanaan wawancara konseling yang dilakukan antara seseorang konselor profesional dengan beberapa pasien sekaligus dalam kelompok kecil (Winkel, 1999). Amir Awang (1988) menjelaskan bahwa ciri utama konseling kelompok adalah memberi fokus kepada pemikir sadar, tingkah laku, dan menggalakkan interaksi terbuka, peserta merupakan orang-orang normal dan fasilotator merupakan penggerak yang penting.

Kegunaan dukungan sosial kelompok, yaitu:
  • Merasa ada orang lain yang juga menderita sehingga dapat mengurangi rasa isolasi;
  • Mempunyai pengalaman menolong orang lain dengan memberikan informasi dan nasihat sokongan emosional;
  • Dapat memberikan harapan dengan melihat pada pasien yang menjadi sembuh;
  • Dapat meniru semangat, optimis, dan kegigihan sesama pasien mewalan penyakitnya;
  • Dapat mengeluarkan segala perasaan dan masalah serta merasa didengarkan; dan
  • Merasa diterima dan disayangi dalam keadaan apapun. Oleh karena itu, diharapkan melalui intervensi kelompok dukungan sosial dapat mengurangi stres berat yang dialami pasien sehingga mereka dapat lebih optimis dan percaya diri dalam melawan penyakitnya.
Sheridan dan Radmacher (!992), Sarafino (1998) serta Tylor (1999) membagi dukungan sosial ke dalam lima bentuk, yaitu dukungan instrumental (tangible assistance), dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan pada harga diri, dan dukungan dari kelompok sosial.

9.5 Berolahraga
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pikiran dan perasaan positif yang dapat menghalangi munculnya mood negatif adalah dengan berolahraga (North dalam Cox, 2002). Sebagian studi menunjukkan bahwa orang yang berolahraga atau memiliki tubuh yang bugar mengalami kecemasan, depresi, dan tekanan hidup yang lebih kecil daripada mereka yang tidak berolahraga (Sarafino, (1998).

Olahraga merupakan suatu pilihan gaya hidup. Olahraga penting untuk kesehatan fisik dan mental. Menurut para ahli kesehatan, jika emosi sedang pada posisi terendah, penderita dianjurkan untuk berolahraga selama 20 menit untuk tiap sesi dan dilakukan kurang lebih tiga kali dalam seminggu.

Berolahraga dapat meningkatkan body image karena, jika bergabung dalam tim olahraga, maka seseorang akan sering melakukan aktivitas fisik dan berolahraga. Di dalam tim olahraga juga terdiri dari beberapa orang yang berbeda dan mereka bekerja sana untuk memenangkan pertandingan, sehingga memungkinkan seorang anak untuk mengembangkan identitasnya sendiri dan memiliki orang yang dapat menerima dia apa adanya.

9.6 Diet (Mengatur Pola Makan)
Simtom depresi dapat diperparah oleh ketidakseimbangan nutrisi di dalam tubuh. Ketidakseimbangan nutrisi dapat menyebabkan depresi semakin parah, dikarenakan mengkonsumsi kafein secara berkala, mengkonsumsi sukrosa (gula), kekurangan biotin, asam folat, dan vitamin B, vitamin C, kalsium, tembaga, magnesium atau potasium, kelebihan magnesium atau vanadium, ketidakseimbangan asam amino, dan alergi makanan.

9.7 Terapi Humor
Respons fisiologis dari tertawa termasuk meningkatnya pernapasan, sirkulasi, sekresi hormon dan enzim pencernaan, dan peningkatan tekanan darah. Ketertarikan efek humor terhadap kesehatan sudah menjadi psychoneuroimmunology, studi mengenai bagaimana faktor fisiologis, dan otak serta sistem imun berinteraksi terhadap kesehatan.

Pada buku Stress Without Distress, Syle mengatakan bahwa interpretasi seseorang terhadap suatu kejadian hanya bergantung pada kejadian di luar diri kita, tetapi juga bergantung pada cara kita mempersepsi kejadian dari cara seseorang memberi arti kejadian itu. Humor memberi perspektif yang berbeda dari masalah kita. Jika tidak dapat membuat situasinya menjadi ringan, situasi tersebut bukan lagi menjadi ancaman.

9.8 Berdoa
Berdoa merupakan salah satu cara untuk mengatasi depresi. Apapun pengertian kita tentang doa, tujuan, dan caranya, doa dapat mendatangkan ketenangan lahir dan batin, serta melepaskan kita dari ketegangan fisik dan mental kita.

Pemuka agama biasanya sangat berpengalaman di bidang konseling dan selalu bersedia membantu memecahkan masalah dan memberikan dukungan. Pemuka agama juga bisa mengarahkan kita agar lebih beriman kepada Tuhan dan menjauhkan kita dari kesedihan mendalam. Intinya, religiusitas batin seseorang membantu mereka ke luar dari depresinya.

9.9 Hidroterapi dan Hidrotermal 
Hidroterapi adalah penggunaan air untuk pengobatan penyakit dan terapi hidromental adalah penggunaan efek temperatur air, misalnya mandi air panas, sauna, dan lain-lain. Pengobatan dari hidroterapi berdasarkan efek mekanis atau termal air, sebab tubuh bereaksi pada stimulus panas dan dingin.

Seseorang dengan gangguan sensasi temperatur berisiko terkena iritasu atau frostbite saat berada pada temperatur yang ekstrem. Ketika suatu kondisi berlangsung perlu menghubungi dokter untuk menentukan terapi fisik yang sesuai, seperti:
  • Penderita diabetes, hindari panas pada kaki dan juga hindari pemanasan tubuh yang penuh misalnya body wraps;
  • Raynand’s disease, hindari penggunaan air dingin;
  • Diabetes atau multiple sclerosis, wanita hamil atau seseorang dengan tekanan darah tinggi atau rendah, hindari berendam air panas dan sauna yang lama;
  • Tidak dianjurkan mendinginkan kaki jika berisiko iritasi ginjal dan saluran kencing serta rematik;
  • Lansia dan anak-anak bisa kelelahan karena terlalu banyak panas; dan
  • Jika hamil dan penyakit jantung, konsultasi pada dokter sebelum melakukan sauna.
9.10 Menolongi Orang Yang Sedang Menderita Depresi
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menolong orang yang sedang menderita depresi, yaitu mendengarkan penderita depresi, meluangkan waktu kepada penderita depresi, meyakinkan, memperhatikan pola makan penderita depresi, membantu menjahui minuman keras dari penderita depresi, jika mulai berkata tidak mau hidup lagi atau mencoba bunuh diri sendiri segera tanggapi dengan serius dan hubungi dokter yang menangani depresi, dan yakinkan mereka untuk menerima bantuan.

Kesehatan yang menyeluruh yang optimal hanyalah mungkin ketika ada hubungan yang harmonis antara tubuh, pikiran, dan jiwa (Santillo dalam Wright, 2006). Penyakit adalah keadaan ketidakseimbangan yang menyebabkan gangguan pada tubuh, pikiran, dan emosi. Oleh karena itu, depresi perlu ditangani dengan baik untuk menyeimbangkan keperluan ditangani dengan baik untuk menyeimbangkan kembali tubuh, pikiran, dan emosi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments