Fatal Bercadung

16:03:00

Fatal Bercadung

Karya: Mhd. Saifullah
Malam itu langit memang tampak terang
dengan keistimewahan cahaya para bintang.
Bulan tersenyum manis
seakan dia yang jauh di sana
selalu tampak indah,
meski sesungguhnya penuh keburukan pada sisinya.
Awan tipis terus mengitar membodohi alam pikiranku.
Otak dunia semakin membebani
garis-garis tubuh perlahan mensibak mata hati.
Untuk apa aku memikul dunia?
Bintang dan bulan yang tersamatkan
melambung di hati
tak lain adalah priyai nan siap melepih kehidupanku.
Pelan tapi pasti.

Sungguh. Sungguh.
Ahhhhh.
Kekecewaanku menghampakan diketenggelaman.
Amarah ku rasa melampaui merapi tempo hari.
Ingin ku tinjunya,
untuk meruntuhkan langit
agar tenang aku di sini.
Berada terkubur direruntuhan puing pembodohan diri.
Ya. Mati.
Begitu istilah proletariat menyimpulkannya.

Aku ini hanya apa.
Kerdil terkikis bersama lensa.
Waktu menertawa berdurja.
Akupun berdurjasa.
Emperum, Banda Aceh
23 September 2016

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments