Detik Melentik

Detik Melentik

Karya: Mhd. Saifullah
Detak meletik detik gemuruh waktu
telah begitu lama berjalan
menemani bumi berputar
hingga saat ini.
Tak terhitung detiknya yang terlepas
satu persatu terus berlalu
berlahan menjadi semu.

Tik, tik, tik.
Suami beristri dengan melantik,
hadir anak melewati jari-jari nan lentik
setiap detik lalu mencari lagi untuk dilantik.
Begitulah terus bergulir
hingga cucu melahirkan cucu
dan tinggal berbagai cucu.

Tik, tik, tik.
Begitulah bunyinya meletik
dari bejibun para detik.
Langkah-langkahnya menggelitik,
terdengar asik.
Tiada kendali jiwa-jiwa diletik.
Menghanyutkan serangkai akal-akal
anak manusia lalu melerah,
tak sadar bahwa diri telah binasah.
Merugi, kata terlahir dibalik resah.
Emperum, Banda Aceh
3 September 2016
Previous
Next Post »
Comments
0 Comments