Nur Hayati (Cahaya Kehidupan)

Tuesday, August 16, 2016

Nur Hayati (Cahaya Kehidupan)

Gambar Nurhayati (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Dengarlah wahai cahaya,
engkau takan redup.
Tetap menjadi kehidupan ku
untuk arungi masa,
meski raga dan mata
tak mampu melihatmu secara nyata.
Dalam hidupku,
engkau tetap cahaya
penerang kehidupan.

Terlihat geram
cakram-cakram rindu berotasi
pada kalbu dan akal
tiada menentu.
Seakan cinta mencapai erupsi tertinggi.
Ingin ku cungkil hatiku
agar cemburu tumbuh
bersama tunas rindu.
Lalu menyenggol dan mendorong
layak engkau juga rasakan itu.

Aku tertampar rasa.
Pijar hidupmu mampu menahan,
menepis corak-porak
dan mencampakkan keraguan.
Berapa lama lagi waktu yang ku bunuh,
engkau tetap meyakinkan dengan
cahaya itu.
Cahaya kehidupan.

Dengarlah.
Aku oleh mu.
Kita saling mengadu.
Kadang kita membenam kesepian membatu.
Namun ku akui.
Aku tertampar keras.
Terlontar jauh ke lubuk rindu
hingga engkau menyadarkanku
bahwa engkau.
Cahaya kehidupanku.
Sunggal, Medan
6 Juli 2016

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments