Surat Untuk Presiden

Sunday, July 24, 2016

Surat Untuk Presiden

Gambar Ilustrasi Surat (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Secercah kata-kata
berbaris dengan seksama.
Membentuk koloni menebar cerita.
Tentang ungkapan-ungkapan
duka, harapan, serta cita.
Dari kami.
Raungan rakyat jelata.
Menahan sakit karena musibah
bukan bencana.
Tapi racun dari penguasa bertahta.

Keran BBM kau kecilkan.
Harga sembako mencoba menekan.
Tarif-tarif kehidupan engkau gantungkan.
Kelaparan terus,
menjadi momok menakuti.
Rakyat berpuasa
bukan untuk Tuhan.
Tetapi Patimurra,
tak mampu lagi digenggam.

Wahai Presiden tercinta.
Sadarkan dirimu
dari dekapan istana dunia.
Racun tertebar membawa duka
rakyat perlahan mati tersiksa.

Pekalah wahai penguasa bertahta.
Jangan biarkan dunia memekakkan dirimu
dari tangisan serta jeritan rakyatmu.

Pekalah wahai pemimpin bangsa.
Dengarkan.
Celotehan dari rakyatmu
merindukan kebijakanmu.
Kampus FKIP
Darussalam, Banda Aceh
26 Maret 2015

Puisi ini pernah diterbitkan di media online Detak Unsyiah (30/April/2015) dan Suara Komunikasi Unsyiah (27/April/2015).

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments