Bencana Negeri Ini

Wednesday, July 27, 2016

Bencana Negeri Ini

Gambar Pasca Beberapa Menit Tsunami di Aceh (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Ketika sang
Ilahi menegur negeri ini.
Kita baru mengerti
dan baru telah menyadari.
Mulai gunung berapi
hingga gelombang tsunami.
Kita baru mengerti
dan baru telah menyadari

Mungkin kita perlu
untuk intropeksi diri
Dengan semua janji yang telah kita ucapi.
Untuk selalu bertakwa,
bersujud kepadanya.
Tuhan pencipta alam,
beserta juga isinya.

Ya Allah.
Ampunkanlah kami.
Atas semua dosa yang dilakukan selama ini.
Yang telah melupakan diri.
Dari semua perintah
serta janji yang kami ucapi.

Ya Rabbi.
Jauhkanlah negeri.
Dari semua bencana yang telah terjadi,
di negeri ini.
Yang telah menghancurkan kami.
Mulai berapi
hingga sampai timbunya gelombang tsunami.

Alam yang tenang.
Kini mulai tergoncang.
Air laut yang indah.
Menjadi momok menakutkan.
Menghantam,
memakan apapun dihadapannya.
Gunung-gunung seakan memberontak.
Dan mengeluarkan semua isi dalam perutnya.
Menghitam dan menghanguskan semua yang ada.

Di antara keduanya,
hanya menyisahkan sisa sisa.
Menjadi luka, duka,
dan pelajaran berharga.
Untuk kita.
Ya untuk kita.

Tangisanpun terdengar
ada di sana sini.
Jeritan para bayi berharap ibu kembali.
Di tenda pengungsian
bencana negeri ini.
Berharap sanak saudara.
Akan hidup kembali

Ya Allah, ya Rabbi.
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar.
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar.
Ampuni kami.
Ampuni negeri ini.
Ampuni semuanya ya Allah.

Kami telah lalai,
dengan duniamu.
Kami telah lalai
dan meninggalkan perintahmu.

Ampuni kami.
Ampuni negeri ini.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar

Dan sekarang.
Kita perlu untuk terus intropeksi diri.
Dengan semua janji
yang keluar dari bibir-bibir ini.
Untuk selalu bertakwa,
bersujud kepadanya.
Tuhan pencipta alam,
beserta juga isinya.
Karena Dia pemilik segalanya.
Gampong Emperum, Banda Aceh
2011

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments