Rencong di Tanah Pendarahan

Wednesday, June 29, 2016 0

Rencong di Tanah Pendarahan

Gambar Rencong (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Lihat,
ini adalah rencong
di lorong-lorong waktu.
Lekukan darah
terhias dinding-dinding masa.
Indah di bundarnya pupil
para serakah harta dan tahta.
Tak terkira,titik-titik air mata terbayang,
berbayang di antaranya.
Rencong menyumpah langit.
Tanah ini adalah tanah pendarahan.
Senantiasa menzaman hingga hamba memakan tuan.

Lihat,
bingkai waktu yang bisu
menceritakan barisan ayah, anak, dan ibu.
Bersatu namun tak tahu menahu.
Sebab tanah pendarahan membelenggu kesiapan.
Rencong menikam menggila.
Relakan segala
bukan untuk kenikmatan tuan dan tuan rasakan,
namun untuk tanah pendarahan.

Lihat,
mereka terselamat.
Tertawa bahagia dikeringnya nyawa.
Mereka sebut pahlawan,
lalu melejit meraja dan mencibir tuannya
yang kini menghamba.
Rencong tak lagi menikam musuhnya.
Rencong tak lagi menyumpah langit.
Rencong beralih menusuk ke bumi,
dan mencabik-cabik seluruh isi
layaknya potret di dinding masa.
Meski tanah tak lagi dengan darah
namun senantiasa mengalir di bawahnya.

Ingat,
meski asing tak tampak mata,
meski sebangsa tak lagi menggauli
atau mengikis diri.
Rencong akan terus kehausan
dan takan lepas untuk darah memandikan.
Klan akan menjadi korban.
Karena tanah ini,
tanah pendarahan.
Kajhu, Aceh Besar
1 Mei 2016

Sabtu, 28 Mei 2016

Wednesday, June 29, 2016 0

Sabtu, 28 Mei 2016

Karya: Mhd. Saifullah
Sabtu, dua puluh delapan mei
dua ribu enam belas.
Tepatnya sabtu malam.
Dikenal malam minggu.
Untuk kesekian kali,
hujan dan angin kencang
masih setia membarengi.
Mereka sebut badai
menghantam kota.
Tak sampai dua jam berlalu,
bergilir kembali melanda.

Bila dihitung,
lebih dari sepekan langit kelabu.
Siang terasa pekat,
malam memburam tanpa cahaya bulan,
apalagi bintang.
Tak tampak sedikitpun.

Kesejukan mengudara sepanjang waktu,
berhembus secara tegas.
Menusuk pori dan menikam
hingga tulangpun kehilangan tuan.
Tak terkecuali,
semua jiwa meradang.

Sabtu, dua puluh delapan mei
dua ribu enam belas.
Untuk kesekian,
angin kencang dan hujan bergandengan
Kutaraja, Sabang, Aceh Raya, Aceh Besar,
dan beberapa daerah lain.
Wussss wussss.
Habis diterjang.
Pohon-pohon rumah habis luluh lantah.
Listrik pun ikut padam di antaranya.
Menikmati euforia alam memurka kota.

Sabtu, dua puluh delapan mei
dua ribu enam belas.
Mari kita belajar dari padanya.
Dari kesekian, tragedi kota.
Ie Masen, Banda Aceh
28 Mei 2016
Gambar Ilustrasi Tanggal
(Doc. Mhd. Saifullah)

Sajaratun

Wednesday, June 29, 2016 0

Sajaratun

Gambar Ilustrasi Pohon (Sajaratun) (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Waktu-waktu.
Begitu laju berlalu
Tiada menunggu,
tertunggu, ataupun ditunggu.
Tak terasa.

Bila dikata,
pemula orde baru.
sebatang sajaratun ditanam penuh harapan,
di taman tunas bangsa,
dikenal dengan keguruan.
Keyakinan cuma satu.
Bermanfaat.
Bermanfaat menghantarkan oksigen
pengetahuan kebenaran
dari dedauanan dilahirkan.

Hingga kini
sebatang sajaratun masih ada,
masih kokoh,
masih tegak berdiri
meski beratus bahkan beribu dedauan telah lepas
akan lahir kembali tunas-tunas tiada henti.
Bukan mati satu tumbuh seribu,
ungkapan itu terlalu lemah.
Sebab dedaunan melandas pun tetap bermanfaat
bagi kehidupan di bawah sana.
Pemberi pendidikan dunia.
Bahkan sampai detik ini.

Wahai saudara ku semua,
coba lihat disekitar.
Apakah berbeda?
Atau adakah perbedaan?
Tidak, tidak.
Aku, engkau, dia, bahkan mereka
yang telah tiada
atau nanti mereka di depan sana.
Kita sama.
Kita adalah dedaunan itu.
Tiada berbeda.

Siklus masa berlalu
dedaunan akan terus berganti
hukum alam membatasi jiwa-jiwa di dunia.
Hilang, hilang, hilang
Dedauna tak bersemi,
tunas-tunas enggan menampakkan diri,
sajaratun mulai lelah berdiri
lalu hilang bagaikan buih.
Sebab tak ada yang abadi.
Semua akan mati.

Waktu-waktu.
Begitu laju sang waktu.
Tiada menunggu, tertunggu,
ataupun ditunggu.
Tak terasa, namun habis jua.
Siklus ruang waktu menceritakan bagaikan senja.
Kajhu, Aceh Besar
16 Mei 2016

Gitar

Sunday, June 26, 2016 0

Gitar
Gambar Gitar Akustik dan Gitar Elektrik
(Doc. Google)

Gitar adalah sebuah alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Pada umumnya setiap pemain menggunakan jari atau juga plektrum. Hampir semua orang di dunia ini mengenal gitar dan pernah melihat bentuknya secara langsung. Terutama bagi para pemain atau pegiat musik, pasti mengetahui salah satu alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik ini. Namun begitu banyaknya pemain musik terutama dibagian gitar, hanya sedikit yang mengetahui asal usul ataupun sejarah dari gitar. Berikut ini akan dijelaskan sekilas sejarah gitar dari masa ke masa.

Sejarah Gitar
Gitar berasal dari bahasa Inggris, yaitu guitar. Sebutan yang berawal dari nama citar atau shetar, sebuah alat musik petik dari Bangsa Persia pada 1500 SM. Lalu citar atau shetar ini berkembang dengan berbagai model yang dikenal dengan tambur atau gitar kuno Persia. Dan sejak tahun 300 SM, Tambur dikembangkan oleh Bangsa Yunani, lalu enam abad kemudian dikembangkan lagi oleh Bangsa Romawi dan alat musik ini dibawa ke Spanyol pada tahun 476 M. Di Spanyol alat musik ini bertansformasi menjadi guitarra morisca (pembawa melodi) dan guitarra latina (memainkan akor).

Tiga abad setelah ditemukannya guitarra morisca dan guitarra latina, bangsa Arab datang ke Spanyol dengan membawa alat musik bernama al ud yang berbentuk semacam gitar gambus. Setelah hadirnya beberapa alat musik petik di Spanyol, bangsa ini kemudian berupaya membuat alat musik sendiri. Dari usaha tersebut melahirkan alat musik yang disebut vihuela, yaitu gabungan konstruksi antara kedua alat musik yang pernah ada sebelumnya. Sejak saat itu, vihuela menjadi alat musik petik populer di Spanyol dan membuat alat musik sebelumnya lambat laun semakin ditinggalkan. Setelah beberapa abad kemudian, vihuela semakin berkembang di Spanyol menjadi berbagai macam alat musik petik hingga akhirnya menjadi gitar klasik seperti yang banyak dipergunakan saat ini. Dari masa itu hingga tahun 1650 M, gitar terus mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda.

Jenis-Jenis Gitar
Secara umum gitar terbagi dalam dua jenis, yaitu akustik dan elektrik. Berikut akan dijelaskan sedikit mengenai dua jenis gitar tersebut.
Gambar
Gitar Akustik dan Hardcase
(Doc. Google

Gitar Akustik
Gitar akustik merupakan alat musik petik yang berbahan kayu dengan menggunakan jenis senar sesuai penggunaannya. Gitar akustik ini telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dengan ciri-ciri bentuk memiliki lubang dibagian badannya (hole body). Selain itu, gitar akustik memiliki tiga jenis utama dalam penggunaan senar, yaitu gitar akustik senar nilon, gitar akustik senar baja, dan gitar akustik senar archtop.

Pada jenis gitar ini, suara dihasilkan berasal dari getaran senar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar. Getaran ini nantinya akan masuk kedalam ruang suara lalu beresonasi terhadap kayu badan gitar. Oleh karena itu, jenis serta kualitas kayu sangat mempengaruhi suara yang dihasilkan pada gitar ini.

Gitar Elektrik
Gambar
Gitar Elektrik
Gitar Elektrik merupakan alat musik petik yang memerulukan energi listrik untuk membantu menbunyikan suaranya. Bergantung pada penguat yang secara elektronik mampu memanipulasi bunyi gitar(amplifier).

Gitar ini diperkirakan mulai diperkenalkan pada tahun 1930an. Pada mulanya penggunaan gitar elektrik tidak jauh berbeda dengan gitar akustik yang ada, yaitu menggunakan badan berlubang (hole body). Namun seiring perkembangan, gitar ini dirasa lebih sesuai menggunakan badan padat (solid body) dirasa lebih sesuai.

Gitar elektrik terkenal luas sebagai instrumen utama pada berbagai genre musik seperti blues, country, reggae, jazz, metal, rock, dan berbagai bentuk musik pop. Inilah yang membedakan jenis gitar elektik ini dengan gitar akustik biasa.

Keaslian sebuah gitar tidak dapat dilihat dari keantikkannya. Oleh karena itu, hinga sampai saat ini beberapa ahli masih mendebatkan asal usul gitar, ada yang mengatakan berasal dari Afrika, Asia Tengah, dan Yunani. Namun alat musik pertama yang dikatagorikan sebagai gitar adalah greek strings. Gitar yang diperkirakan berakar dari gitar Spanyol ini merupakan gitar modern yang banyak dipergunakan saat ini. Bukti ini diperkuat dengan lukisan-lukisan instrumen yang terdapat pada zaman Medieval dan Renaissance.

Maju Terus

Sunday, June 26, 2016 0

Maju Terus

Gambar Ilustrasi
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Kita hanya diminta berdiri.
Bukan disuruh berlari,
atau untuk membunuh diri.
Bergerak boleh saja.
Karena pantang dibendung
semangat jiwa.
Akan tetapi,
kita harus tetap berdiri.
Bukan berlari.
Melangkah maju
harus setegar batu.
Jangan pernah takut,
ragu apalagi berlutut.
Jangan buyar berlalu
meski dihantui waktu.
Tataplah kedepan.
Angkat wajah itu.
Tunjukan pada dunia
bila impian itu tak semu.
Hentakkan kaki itu
dan gugurkan rasa palsu.
Nyatakan tidak berbisu.
Bahwa ini langkahmu.
Kajhu, Aceh Besar

4 Januari 2016

Jangan Kau Kembali

Sunday, June 26, 2016 0

Jangan Kau Kembali

Gambar Ilustrasi
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Ku berdiri di sini
dipeluk, hangat mentari.
Saat diri terasa sepi.
Ku berjalan sendiri.
Berlari, lupakan yang terjadi.
Karena ku tak mau berlarut semua ini.
Biar kau hilang semua bersama yang pergi.
Jangan kau coba tuk kembali.
Mengingatkan diriku
akan cinta yang semu darimu.
Sebab ku tak ingin kau kembali.
Tuk mengganggu hidupku
yang telah lepas darimu.
Kini ku bahagia
bebas tanpa cinta
Walau engkau coba tuk merayu,
aku tak kembali.
Kini ku bahagia
meski tanpa cinta.
Lebih baik ku sendiri lagi.
Tanpa kamu di sini.
Simpang Beurabong, Aceh Besar

26 Agustus 2015

Asal Ada Kamu

Wednesday, June 15, 2016 0

Asal Ada Kamu

Karya: Mhd. Saifullah
Terpaan angin malam,
yang memberikan kesejukan.
Bertambah suasana romantis,
saat ku tatap dirimu
yang sangat manis.
Ohh kasih ohh sayang.
Seakan tak ingin berlalu.
Ohh malam minggu.
Kan ku habiskan waktu ini.
Hanya, bersama dirimu.
Tak penting pukul satu.
Inikan malam minggu.
Akan ku habiskan waktu ini,
hanya bersamamu.
Aku cinta kamu,
kamu cinta aku.
Biar orang berkata apa,
asal cinta ini milik kita.
Aku sayang kamu,
kamu sayang aku.
Biar orang berkata apa,
asal cinta ini milik kita.
Berdua.
Gampong Emperum, Banda Aceh 
2011
Gambar Ilustrsasi (Doc. Google)


Malam Ramadhan

Friday, June 10, 2016 0

Malam Ramadhan

Gambar Ilustrasi Malam Ramadhan (Doc. Google)
Karya : Mhd. Saifullah
Senyap membisu.
Terpecah lantunan
ayat Kalam,
syatdhu.
Beritihad
dibalik malam.
Memohon
ampunan Sang Pemilik alam
Medan, Sumatera Utara
24 Juni 2015

Unsyiah: dari Cita-Cita Menuju Dunia

Thursday, June 09, 2016 0

Unsyiah: dari Cita-Cita Menuju Dunia

Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam merupakan pondasi awal masyarakat Aceh untuk mewujudkan cita-cita dan harapan dalam menyongsong masa depan melalui pendidikan. Tulis Presiden Soekarno pada 2 September 1959 yang terpatri pada sebuah prasasti di Tugu Kopelma Darussalam berisi, “Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju kepada pelaksanaan cita-cita” menandakan diresmikannya kota ini. Cita-cita dan harapan itu kemudian diwujudkan secara nyata dengan berdirinya sebuah perguruan tinggi pada 2 September 1961 bernama Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Nama Universitas Syiah Kuala diambil dari nama seorang tokoh agama dan intelektual yang hidup masa Kesulthanan Aceh Darussalam, Tgk. Syiah Kuala (Syekh Abdurrauf Singkil) (1615-1693). Beliau adalah seorang tokoh yang pernah menjadi penasehat Kesulthanan Aceh Darussalam kepemimpinan Sulthanah Syafiatuddin Syah dan beliau juga berpengaruh terhadap penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara. Oleh karena itu, para pemimpin Aceh berharap dibalik penggunaan nama Universitas Syiah Kuala, kampus ini dapat menghasilkan para lulusan yang memiliki intelektual tinggi, etika dan bermoral yang bermanfaat serta berpengaruh bagi daerah, bangsa dan dunia. Citi-cita itu sampai saat ini dicoba untuk direalisasikan Unsyiah melalui visi universitas.

Visi Universitas Syiah Kuala adalah untuk menjadi universitas yang inovatif, mandiri, dan terkemuka dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, olahraga, dan seni sehingga menghasilkan lulusan berkualitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.

Gambar Tugu Kopelma Darussalam
Pada Awal Mula Pembangunan.
(Doc. T.A. Talsya)
Harapan dan cita-cita yang telah disusun melalui Visi Unsyiah secara berlahan telah dijalankan dan diwujudkan. Para lulusan yang dihasilkan telah banyak berkontribusi dan membawa perubahan besar diberbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, politik, budaya, kesehatan, serta masih banyak lagi bidang lainnya baik di Aceh, nasional, maupun dunia. Meski telah banyak berkontribusi, perealisasian dari cita-cita juga semakin ditingkatkan mulai dari kualitas pendidikan, pelayanan publik, dan fasilitas kampus.

Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menerapkan wajib lewat tes tofle (450). Pelayanan publik semakin mudah dilakukan baik untuk pengisian KRS, mencari bahan referensi (buku dan hasil penelitian), sampai info mengenai Program Studi (Prodi) dapat diakses online. Fasilitas kampus berupa gedung belajar juga mulai diperbanyak dan membuka beberapa prodi baru bahkan sampai kelas mahasiswa internasional, gedung perpustakaan, tempat ibadah, asrama mahasiswa, tempat olahraga, jalan, serta taman rekreasi, dan banyak lagi lainnya yang telah dibangun di lingkungan kampus. Hasilnya kini sudah dapat kita nikmati semua. Akreditas kampus sudah A, perpustakaan juga berakreditas A dan diakui ISO. Semua sarana dan prasarana yang dibangun tidak lain untuk mendorong serta meningkatkan semangat mahasiswa untuk belajar agar para lulusan yang dihasilkan semakin berkualitas.

Gambar Pamflet Nama Universitas Syiah Kuala
(Doc. Google)
Menjadi kampus terfavorit yang memiliki akreditas terbaik serta lulusan yang intelektualnya diakui skala nasional maupun internasional merupakan cita-cita bagi setiap universitas. Begitu juga dengan kampus yang telah banyak memproduksi manusia-manusia intelektual di provinsi ini, selama 55 tahun Unsyiah terus berbenah untuk mewujudkan cita-cita. Usaha untuk meningkatkan kualitas intelektual manusia Aceh yang bermoral melalui pendidikan dan bermanfaat bagi bangsa maupun dunia. Meskipun ada beberapa kendala dalam mewujudkannya, namun secara berlahan Unsyiah mencoba untuk merealisasikannya dengan perbuatan yang nyata. Hal ini agar Unsyiah bukan hanya sebagai kebanggaan semata bagi rakyat Aceh, akan tetapi kehadirannya menjadi bermanfaat dan diharapkan dunia.

Bila Masih Ada Waktu

Saturday, June 04, 2016 0

Bila Masih Ada Waktu

Gambar Menahan Waktu (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Kemarin memang sungguh indah
Tetapi, semua telah berlalu
Hanya menjadi kenangan
dan hanya bisa terkenang
Dalam ingatan bagi yang melalui 

Hari ini masih terjalani
Setiap rencana telah disusun
Setiap rencana telah dirancang
Mencoba jalankan hari ini
Walau semua tak berjalan seperti yang terjadi

Kita yang punya rencana
tapi Tuhan yang memberi cerita

Hanya harapan yang bisa diberikan
Dengan usaha sesuai diharapkan

Hari esok sungguh misteri
Bilapun bisa berjanji
tetapi waktu belum bisa menepati
Karena kita tidak akan pernah tahu
Dan bila massih ada waktu
RKU 4 Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
28 November 2014

Berbalik

Saturday, June 04, 2016 0

Berbalik

Gambar Ilustrasi Berbalik (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Berbeda dengan masa lalu
Hidupku bagaikan terbalik
Matahari aku anggap bagaikan bulan
Sedangkan bulan bagaikan matahari

Bukan hidup seperti mimpi
Tetapi mimpi tidak pernah aku jalani

Semu tanpak senyuman bulan
Karena keadaan ini telah berubah
Berubah bagaikan kebingungan
Menghadapi masa lalu yang indah

Tidak semua cahaya adalah sumber
Karena sumber belum tentu bisa menjadi cahaya
Tidak akan pernah menyatu
Semua saling berjalan dalam rotasi,
dan tidak akan pernah berjumpa
Hingga masa tiba dan hilang

Burung dan embun bertanya kepadaku
Mengapa engkau tinggalkan mataharimu?
Di saat dia membutuhkan perhatianmu
Menemaninya hingga tertidur di atas senja

Aku merasa bersalah
Di saat angin mulai membisikkan rasa kesalnya
Hingga dia ingin membunuhku,
dengan masuk ke dalam tubuh
Melalui pori-pori, mengalir ke darah
dan menikam ke dalam jantung

Tetapi, setidaknya aku masih merasa terhibur
Ketika kegundahan melanda hati,
para siang mulai melalui
Sang bintang dan bulan tetap bersahabat
Karena senyuman mereka memberikan semangat
RKU 3 Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
5 Desember 2014