Memanggil Mala

Tuesday, May 24, 2016 0

Memanggil Mala

Gambar Ilustrasi Memanggil Mala (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Apa salah ku?
Engkau memanggil mala
aku kau durja.

Apa salah ku?
Aku diam engkau acuhkan,
bergerak sedikit
menyalahkan.

Apa salah ku?
Sebab hidup
engkau telanjangi hijau ku,
rampas jiwa,
luka engkau anggap indah.

Mala, mala, mala.
Tuhan memurka saat ku berkesah.

Engkau berdurja merasa tak berdaya.
Sadar tak punya,
Menyesalpun engkau tiada.
Engkau masih berbangga memanggil.
Mala.
Emperum, Banda Aceh
24 Mei 2016

SMS (Satu Menit Saja)

Tuesday, May 24, 2016 0

SMS (Satu Menit Saja)

Gambar Ilustrasi SMS (Satu Menit Saja) (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Sekejap hiningkan diri.
Meliriklah seluruh sisi.
Semua telah berganti.

Seperti klise masa lalu.
Menatap awan, langit,
tumbuhan, bahkan batu.
Semua berubah kelabu.

Sejenak menyadarkan,
tangisan penyesalan terselip
di antara kepanikan.
Meratap sendu berbaur pilu.
Sungguh kejam Tuhanku.

Sadarrrr, sadarrr, sadarrrrr
Murka Tuhan
tidak mungkin tiada bersebab.
Sekecil apapun itu.
Tuhan menciptakan alam begitu indah.
Hutan nan hijau,
lekuk gunung-gunung,
sejuknya air mengalir.
Semua untuk kita.
MakhlukNya.

Siapa melukai siapa?
Siapa dilukai siapa?
Kita renungkanlah wahai kawan.
Tiada mampu alam melukai,
karena alam tiada sifat benci.
Tiada sudi alam menyakiti,
bila alam dicipta untuk menemani.
Tiada sudi alam berbuat seperti ini
sebab alam telah mendengarkan perintah Ilahi.
Namun alam seperti ini karena diri kita sendiri.
Kita melukai, menyakiti,
mengabaikan perintah Ilahi
hingga alam kita kebiri.
Amanah menjaga dihambur sesuka.
Layak Tuhan memurka.

Sekejap hiningkan diri.
Meliriklah seluruh sisi.
Siapa pelaku ini?

Satu menit saja.
Menit merenungi segalanya.
Satu menit saja.
Emperum, Banda Aceh
24 Mei 2016

Kerinduan Akan Fajar Putih Abu-Abu

Sunday, May 22, 2016 0

Kerinduan Akan Fajar Putih Abu-Abu

Gambar Semasa Putih Abu-Abu (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Fajar itu masih di sana,
masih terlihat sama
dengan pagi setia.
Menarik sang mentari
perlahan mulai melangkahkan diri
malam menuju siang tinggi.

Fajar itu masih di sana,
masih terlihat sama
Saat aku mengenakan seragam.
Seragam sang putih abu-abu
selalu menjadi kebanggaan bagi diriku
ketika saat aku bersekolah dahulu.

Di sini, aku berdiri di sini
Terlintas aku akan sesuatu kembali
Terlintas masa mendebu
membekas di dalam album hidupku.
Masa di mana aku bisa bersekutu
Bercerita, tertawa, bercanda,
bersedih, dan menghabiskan waktu
dengan mimpi-mimpi.
Kenakalan-kenakalan aneh
di saat berdiri bersama
saat masih di bangku sekolah.

Kini, aku berdiri di sini kembali.
Berdiri menjunjung langit tak pernah pergi
Walau masa telah terus berganti

Kini, aku telah berdiri di sini.
Berdiri dihadapan mereka
sebagai partner pendidik belajar mereka,
bukan lagi sebagai siswa
namun dihadapan para siswa
dihadapan bayang-bayang masa lalu
yang ada

Fajar itu masih di sana
masih terlihat sama
dan tidak banyak yang berubah.
Sungguh masa sekolah
masa paling bahagia
Sungguh masa sekolah
masa tidak akan pernah ada duanya
Sampai dengan ketika senja
melepas di ujung mata
Selalu meninggalkan jejak-jejak
kerinduan akan fajar putih abu-abu
Kantin SMA Negeri 1 Trienggadeng
Gampong Paya, Pedie Jaya
31 Januari 2015

Antara KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan KKN (Kita Korban Nyata)

Sunday, May 22, 2016 0

Antara
KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan KKN (Kita Korban Nyata)

Gamabar Ilustrasi KKN (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Aku suka bangun lewat dari pagi
saat matahari mulai tinggi
Aku suka duduk-duduk di warung
untuk menikmati secangkir kopi
Aku suka tak peduli dan tak menyapa
warga gampong sini
Aku suka bersafari jalan-jalan
pergi ke sana kemari
Bukan hanya ke Pantai Manohara
tapi juga sampai ke Nanggroe Sigli
Berhubung bosan di otak
penat coba refreshing diri

Hahaha
KKN sebulan bagiku rugi
dan banyak basa basi
Karena tidak mungkin
merubah daerah secepat mengangkat kaki
KKN ku anggap bagaikan proyek pejabat negeri
dan perguruan tinggi
Ya mahasiswa jadi korbannya lagi
dan harus relakan diri
Dan kita korban nyata dari semua ini

Hahaha
Bagiku KKN
cuma ajang untuk kepentingan nilai pribadi
Bukan untuk bersungguh-sungguh berbakti
maupun mengabdi
Programku satupun tidak kujalani
Dan aku suka menyombongkan diri
Tetapi aku tak suka untuk dipuji
Karena aku salah satu orang yang merugi
Camp KKN
Gampong Masjid Trieng Gadeng, Pedie Jaya
30 Januari 2015

Resam Kita

Thursday, May 19, 2016 0

Resam Kita

Gambar Ilustrasi Rambu-Rambu Cinta (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Terlalu hina
bila ku patri dirimu dengan resam cinta.
Mengkastakan curahan sayang
melalui berdurja,
mensekte-sekte asa semesti harapan.
Engkau kekasihku.
Separuh pemilik cintaku.
Namun engkau dalam belenggu.
Bukanlah seperti itu.
Meski aku seorang raja penguasa rasa.
Ya, raja di istana cinta kita.

Ku bebaskan engkau terbang
kemanapun engkau suka.
Ku biarkan kepahan langkahmu
kemanapun bertuju,
bagaikan kupu-kupu yang menari
di antara udara berganti.
Senyum riang menggoresi setiap gerakan.
Karena di saat itu
aku juga menikmati kemerdekaan jiwamu.
Begitu hina bila ku patri kebahagiaan itu.

Tersenyumlah kasih.
Lepaskanlah sayang.
Tunjukan kebebasan itu,
jangan biarkan cinta tepatri membeku.
Istana cinta ini milik kita.
Buatlah resam dipenuhi rasa sayang
tiada mengekang.
Bebaskanlah gelora,
aku takan melarang.
Sebab cinta tidak harus memasung
dalam memberi rasa.
Emperum, Banda Aceh
20 Mei 2016

Di Seberang Parit Istana

Thursday, May 19, 2016 0

Di Seberang Parit Istana

Gambat Ilustrasi Rumah Pinggir Kali (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Di sana
Di seberang sana
Berdiri istana megah
Menjulang tinggi
berdiri dengan gagah

Bukan istana para raja
Atau tempat tinggal perdana menteri

Tetapi lebih tepat rumah penguasa
Pemerintah merasa dirinya raja

Hidup dengan bergelimang harta
Hidup dengan hura-hura
Hidup dengan tertawa-tawa
Tetapi sayang,
tak berbahagia dengan keluarga

Harta menjadikannya buta,
serakah, gelisah, lupa.
Lupa akan segalanya

Ia lupa dengan janjinya,
keluarganya, saudara-saudaranya
Dan juga lupa
Dengan nasib masyarakat
di seberang parit istana

Lihat di sana
Di seberang sana
Mereka hidup mewah
bergelimpangan harta
Tetapi sayang,
tak sedikit dari mereka
bisa merasakan bahagia

Namun lihatlah di sini
Lihat kemari
diseberang parit istana
Hidup beberapa keluarga sederhana
namun bahagia
Hidup dalam gubuk-gubuk cinta
Penuh canda, tawa, dan anugerah
Hidup seadanya
Makan tak pilih
Asal penuh rahmat, hidayah
dan mensyukuri rezeki
dari maha kuasa

Lihatlah kemari
Lihatlah istana sederhana ini
Hidup penuh canda dibalut
keharmonisan keluarga
Tanpa membenci dan saling berbagi

Sungguh nikmat kehidupan di sini
Diseberang parit istana berdiri
Buat apa istana megah
Bila tak ada canda tawa bahagia
Kantin FKIP Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
24 Desenber 2014

Di Pengasingan

Thursday, May 19, 2016 0

Di Pengasingan

Gambar Ilustrasi Ruang Gelap
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Hari ini mentari tak menyapaku
Dia terus berlalu
tanpa memghiraukan di sekitarnya
Ntah marah atau tidak aku tak tahu
Yang pasti mentari tak menyapaku hari ini

Di pengasingan yang damai
Hanya ada gitar dan tilam sebagai temanku
Sungguh terasa nyaman
Tanpa seorangpun yang tahu di sini
Di tempat pengasingan
yang damai dan penuh inspirasi

Di pengasingan ini
Hanya tembok, cicak dan laba-laba
yang menjadi temanku
Manusia yang lainnya hanya sibuk
dengan kepentingan sendiri
Kepentingan yang tak pernah berhenti
Walau harus memfitnah teman sendiri

Sungguh lagi tenang di sini
Di tempat pengasingan
yang penuh akan kedamaian

Di pengasingan yang damai
Aku bukanlah buron
Tapi aku hanya segelintir orang yang bosan
Bosan dengan tingkah laku segelintir orang
yang bermain demi kepentingan
Hanya untuk jabatan
saling membumi hanguskan perasaan

Lebih baik aku mengasingkan diri
Di pengasingan yang damai ini
Asrama IPAU
Gampong Laksana, Banda Aceh
Oktober 2014

Menggugat Historiografi Indonesia

Thursday, May 19, 2016 0

Menggugat Historiografi Indonesia

Gambar Sampul Buku Menggugat Historiografi Indonesia (Doc. Mhd. Saifullah)
Identitas dari buku
Judul : 
Menggugat Historiografi Indonesia
Penulis : 
Bambang Purwanto dan Asvi Warman Adam
Penerbit : 
Ombak
Tahun terbit : 
2005
Tebal/jumlah halaman : 
148 Halaman

1. Sejarawan Akademik dan Disorientasi Historiografi Sebuah Otokritik
a. Pengingkaran yang menjerumuskan
Sejarawan Indonesia harus menghadapi adanya gugatan terhadap rekonstruksi sejarah Indonesia dari masyarakat di zaman yang telah berbeda. Masyarakat tidak lagi menerima berbagai konstruksi dan konsep kebenaran yang dipahami selama ini, sehingga menimbulkan pendapat bahwa historiografi Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan atau di ujung tanduk. Historiografi Indonesia masih belum mampu untuk membangun citra dirinya sebagai keilmuan yang dapat dibanggakan dan diapresiasikan masyarakat sebagai media pencerahan. Akibatnya, historiografi Indonesia dianggap sebagai beban yang menjerumuskan dan mengakibatkan cara berpikir yang sempit.

Pengingkaran yang menjerumuskan mengenai historiografi Indonesia pertama kali terjadi lebih dari 90 tahun yang lalu, ketika Hoesein Djajadiningrat membahas dan tinjauan kritis kajiannya tentang sejarah Banten. Kajian Hoesein dianggap sebagai karya pertama orang Indonesia dan batas akhir historiografi tradisional yang menggunakan prinsip-prinsip metode kritis sejarah (Kartodirdjo, 1982; Kuntowijoyo, 1994). Selain itu, pemikiran yang berkembang pada Seminar Sejarah Nasional I yang dianggap sebagai sebagai awal munculnya kesadaran sejarah baru dan historiografi Indonesia. Padahal penulisan sejarah Indonesia belum memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu sejarah (Oetomo, 1961). Hal itu juga dinyatakan oleh Soedjatmoko dan Mohammad Ali mengenai begitu pentingnya metodologi dalam penulisan sejarah saat menanggapi kekhawatiran terhadap arah perkembangan historiografi Indonesia. Diperlukannya teori dan metodologi dalam kerangka sejarah kritis, analitis, dan multidimensional dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial yang diungkapkan Sartono Kartodirdjo dalam menanggapi tidak relevan praktek penyelidikan penulisan sejarah nasional atau Indonesiasentrisme (Kartodirdjo, 1982). “Sejarah bukan sastra, sejarah dan sastra berbeda dalam struktur dan subtansi. Sejarah adalah sejarah sebagai ilmu, dan sastra adalah sastra sebagai imajinasi”, tanggapan Kuntowijoyo mengenai sejarah (Kuntowijoyo, 2004).

Kesalahan dan terus dianggap kebenaran dari sekian banyak relitas hitoriografi yang ada adalah sejarah Presiden Indonesia dan kepala pemerintahan lainnya. Jika kita mengganggap sejarah sebagai sebuah proses, maka sejarah Presiden Indonesia dari yang pertama hingga saat ini adalah Soekarno, Sjafrudin Prawiranegara, Assat, Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati. Selain itu dalam konteks kepala pemerintahan terdiri perdana menteri sejak dari Sutan Sjahrir sampai Djuanda. Akan tetapi sebagaian nama-nama di atas seakan hilang tidak berbekas dalam memori historiografi bangsa Indonesia saat ini.

Melupakan nama Sjafrudin Prawiranegara sama saja mengingkari Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan menghilangkan Assat dari sejarah kepresidenan sama saja tidak mengakui keberadaan Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai universitas pertama yang didirikan oleh Indonesia serta salah satu babak penting dalam proses sejarah Republik Indonesia. Berdasarkan pengalaman itu, tidak mengherankan jika ada pendapat mengatakan sejarah Indonesia sebenarnya berjalan di tempat atau bahkan mundur kebelakang bila dilihat berdasarkan konseptual dan metodologi. Historiografi yang dihasilkan sejarawan Indonesia tertinggal jauh bila dibandingkan dengan penulisan sejarah Indonesia yang ditulis oleh pihak asing.

Bukti terjadi kesalahan fundamental pada pengetahuan dan prinsip dasar dalam proses ahli ilmu sejarah yang disampaikan mengalami distorsi dari generasi ke generasi. Pemahaman yang hanya menyimpan pengetahuan dan kerangka berpikir seperti koleksi yang harus dijaga dengan baik agar tidak berubah. Oleh karena itu, banyak para sejarawan tidak menghasilkan tulisan sejarah yang menarik dan kritis sehingga terkadang bertentangan dengan ide dasar yang telah diwariskan. Keberhasilan yang dicapai dari generasi penerus sejarawan Indonesia lebih bersifat individual yang tidak mencerminkan kemajuan intelektual historiografi Indonesia. Disorientasi pola pikir yang anaronisme, generasilasi, distorsi semantik, dan kebingunan subtansif merupakan indikator utnuk menyatakan adanya persoalan pada sejarah Indonesia. Kehidupan para sejarawan telah dibentuk oleh mitos dan doktriner, tidak ada lagi cara berpikir realitas masa lalu yang berdimensi kritis dan manusiawi sehingga dalam merekontruksikan sejarah selalu mencari kambing hitam dalam yang menjadi sebab konstruksi sejarah. 

Perkembangan distorsi historiografi lebih kepada persoalan politik yang disebabkan intervensi kekuasaan terhadap ilmu dari pada ilmu itu sendiri (Adam, 2004). Akibatnya, kreativitas intelektual sejarawan menjadi terbatas atau terpasung oleh bingkai-bingkai ideologis dan doktriner. Sebagai sejarawan di perguruan tinggi, jauh lebih baik mengoreksi diri sendiri daripada mencari kambing hitam di rumah orang lain, ketika mempertanyakan kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan dan kemunduran historiografi Indonesia selama ini.

Pengabdian Kami

Wednesday, May 18, 2016 0

Pengabdian Kami

Gambar Kelompok 49 KKN Pidie Jaya Januari 2015 (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Di sini kami berdiri
Jauh dari rumah maupun keluarga
Di sini kami berdiri
Menjalankan tugas sebagai mahasiswa
Di sini kami berdiri
Menegakkan kaki dengan keyakinan

Tuntutan tridarma perguruan tinggi
Menjadikan diri kami
tegar untuk tetap mengabdi
Pengadbdian penuh keikhlasan
tanpa mengenal pamrih
Membuat kami kuat
dalam menjalani semua
Dengan keikhlasan
dan harapan Ridha Ilahi

Di sini kami bahagia
Bekerja dengan lapang dada
untuk umat manusia
Di sini kami tertawa
Walaupun menjalani hidup
penuh dengan suka cita
Dan di sini kami bangga
Membagi ilmu yang kami punya

Dalam pengabdian kami harus bijaksana
Masyarakat menjadi keluarga
Hidup apa adanya
harus selalu kamu syukuri
Sebab pengabdian tak ada anak tiri
Atau membedakan setiap sisi

Di sini kami berdiri
Sebagai harapan negeri ini
Di sini kami berdiri
Dalam pengabdian setulus hati
Dan di sini kami mengabdi
Dengan mengharapkan Ridha dari Ilahi
Camp KKN
Gampong Masjid Trieng Gadeng, Pedie Jaya
15 Januari 2015

Aceh Miniatur Dari Indonesia

Wednesday, May 18, 2016 0

Aceh Miniatur Dari Indonesia


Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang memiliki kekayaan serta alam yang indah dan mempesona. Tak heran bila Indonesia mendapat julukan zamrud khatulistiwa dan menjadi rebutan para bangsa yang ingin menjajah dahulu. Selain alamnya yang kaya, Indonesia juga kaya akan budaya yang berasal dari berbagai macam suku bangsa. Suku-suku bangsa tersebut mulai dari Aceh, Melayu, Jawa, Bugis, Ambon, Irian, dan banyak lagi suku-suku yang masih ada di daerah pedalaman. Masyarakat Indonesia sendiri memeluk berbagai macam agama, seperti Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Khonghucu yang tersebar mulai dari  Sabang yang berada di bagian barat sampai merauke yang terletak paling timur Indonesia. Kehidupan beragama yang damai walaupun berbeda–beda keyakinan dalam menjalankan ibadah tetapi tetap menjaga rasa saling hormat-menghormati dan toleran.

Gambar Ilustrasi Keberagaman Suku di Aceh
(Doc. Google)
Berbicara tentang Indonesia serta perbedaan yang ada, Aceh merupakan daerah yang bisa dikatakan miniatur dari Indonesia. Di Aceh sendiri terdapat 12 suku bangsa, mulai dari suku Aceh, Gayo, Devayan, Alas, Kluet, Aneuk Jamee, Batak Pakpak, Haloban, Singkil, Lekon, Sigulai, dan Tamiang (GalleryAceh.blogspot.com). Bahasa yang digunakan di beberapa daerah Aceh juga berbeda-beda, mulai dari bahasa Aceh, bahasa Gayo, bahasa Alas, bahasa Melayu Tamiang, bahasa Aneuk Jamee, bahasa Kluet, bahasa Singkil, bahasa Haloban, dan bahasa Simeulue (aneukagamaceh.blogspot.com). Meskipun demikian bahasa yang menjadi pemersatunya adalah bahasa Aceh, yang dipergunakan hampir seluruh daerah di Aceh. Mengenai kepercayaan dalam beragama mayoritas masyarakat di Aceh adalah Islam, dan selebihnya sebagian kecil beragama Budha, Khatolik, dan Protestan. Dalam menjalankan kegiatan beragama, 

Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang bisa dikatakan paling damai dalam menjalankan perbedaan beribadah tanpa banyak kerusuhan antara agama. Tingginya tingkat toleransi dan saling menghargai masyarakat Aceh yang mayoritas Islam terbukti saat perayaan-perayaan hari besar beragama. Saat perayaan Imlek awal tahun 2014 kemarin, masyarakat Aceh mengkolaborasikan budaya tari seudati dengan tarian loing (barongsai). Padahal seperti yang kita ketahui tarian seudati merupakan tarian yang syair-syairnya banyak mengenai agama Islam, dan tarian barongsai identik dengan agama Budha (Imlek di Aceh Dimeriahkan Kolaborasi Barongsai & Seudati (Kamis, 30 Januari 2014) news.okezone.com). Begitu juga dengan perayaan Natal, di Aceh kegiatan yang dijalankan oleh agama Kristen ini berjalan dengan khidman dan aman masyarakatnya juga sangat toleran terhadap pemeluk agama selain Islam (Natal di Banda Aceh Aman (Rabu, 26 Desember 2012) medanbisnisdaily.com). Begitu juga saat bulan suci Ramadhan tiba, umat non muslim juga menjaga dan menghargai umat Islam yang sedang menjalaninya. Tudingan yang mengatakan umat non muslim yang berada di Aceh berada di bawah tekanan, semua seakan tertepiskan melihat keadaan yang sebenarnya terjadi antara pemeluk agama yang berbeda-beda di Aceh. Inilah Aceh, yang merupakan miniatur dari Indonesia. 

Perbedaan yang ada malah menjadi saling melengkapi untuk menjaga kedamaian antara suku dan agama. Karena setiap agama selalu mengajarkan tentang kebaikan, kedamaian, dan saling menghargai antara sesame manusia dan negara kita juga mengajarkan tentang rasa persatuan dan kesatuan. Sesuai dengan semboyan yang ada pada burung garuda, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua itulah Bhineka Tungga Ika dan itulah Indonesia.

Salam Rindu Dari Keluarga Himas

Wednesday, May 18, 2016 0

Salam Rindu Dari Keluarga Himas

Gambar Ilustrasi KB HIMAS FKIP Unsyiah (Doc, Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Assalamualaikum wahai kakanda semua
Bagaimana kabarmu?
Setelah sekian lama sudah tak berjumpa
Bahkan sama sekali tak pernah bertatap muka
Sejak wisuda akhir masa kuliah

Masih ingatkah kakanda dengan rumah kita?
Rumah yang menjadi tempat kita berkarya
Rumah yang menjadi tempat kita saling berbagi bersama
Rumah yang menjadikan kita mahasiswa yang sesungguhnya?

Ya Himas
Himpunan Mahasiswa Sejarah
Yang merupakan rumah kita
Rumah sebagai wadah bagi mahasiswa sejarah
Dulu tak pernah bersatu setelah ada Himas baru kita menyatu

Himas memang sudah tua
Tetapi jiwanya masih tanpak muda
Dan semangatnya juga masih membara
Walau kadang ia harus jatuh sakit
Karna kerinduan kepada kakanda semua
Dan terkadang ia bersedih
Karena adindanya tiada yang membina
Ketika mereka semua kehilangan arah

Kakanda lihatlah kemari
Coba lihat
Kini rumah kita sudah memiliki bendera
Dengan dua garis biru dan putih serta merah yang dominan di tengah
Lalu diikuti cap sikureung melekat di jantungnya
Dan tulisan Himpunan Mahasiswa Sejarah mengelilinginya
Mencoba berkibar di manapun mahasiswa sejarah berada

Apakah kakanda semua tidak penasaran
Dan rindu dengan rumah kita?

Kini, Himas telah menginjak hampir setengah abad
Tak banyak yang diminta
dari apa yang telah diberikan untuk kita semua

Jenguklah dia dan lepaskan rindumu
bersama adinda adindamu
Mungkin mereka tidak saling tahu menahu
Mana kakandanya yang telah berlalu

Salam kami wahai kakanda semua
Dari adinda adindamu yang kini tinggal di rumah
Dan sosok Himas yang selalui merindukanmu

Bila ada waktu jenguklah adinda-adindamu
Salam Himas tetap jaya
Asrama IPAU
Gampong Laksana, Banda Aceh
September 2014

Berdiskusi Dengan Tubuh

Monday, May 16, 2016 0

Berdiskusi Dengan Tubuh

Gambar Menikmati Alam (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Hari ini dan untuk sekian kali
Aku masih terjaga dalam malamku
Tak sedikitpun aku bercumbu dengan mimpi
Aku hanya menghabiskan waktu dengan berdiskusi
Berdiskusi dengan pikiran, tubuh, kertas, dan penaku
Meleweti malam dingin
hingga menyambut fajar sampai pagi

Ku biarkan jari-jariku menari bersama pena
Di alunan putaran pikiran berkerja
Di atas kertas dansa putih dan bergaris
Hingga menjadi kreasi dalam hidupku
Melahirkan kata-kata berbentuk sajak

Aku masih saja asik dengan diskusiku
Sambil menunggu fajar perlahan
mulai naik ke atas
Sambil diiringi nyanyian alam
Burung-burung saling bersahutan

Aku masih terjaga dan asik dengan diskusiku
Jari-jariku masih saja terus menari
Irama pikiranku semakin menarik
Hingga membuatku semakin bersemangat
untuk terus bersajak dengan kata

Aku masih terjaga dan malamku telah berlalu
Diskusiku hampir berakhir
Sebab fajar sudah mulai meninggi
dan semua ini harus aku akhiri
Karena kampus telah menungguku saat ini
Kajhu, Aceh Besar
13 Desember 2014

Aceh Nyang Lon Sayang

Monday, May 16, 2016 0

Aceh Nyang Lon Sayang

Gambar Ilustrasi Aceh Lon Sayang (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Siapa yang tak bangga
Memiliki tanah kelahiran yang kaya
Kamu, aku, dia, dan mereka
Kita semua pasti bangga dengan apa yang ada
Dan sangat bersyukur
pada Tuhan Yang Maha Kuasa

Siapa tak kagum dengan daerah ini
Dunia pernah mencatat sejarah terjadi
Mulai dari kisah para raja
hingga sampai pahlawan kesatria
terkenal gagah berani
tersohor sampai keseluruh pelosok negeri

Inilah bumi kami
Tanah menjadi kebanggaan kami
Tanah bumi serambi mekkah
Tanah selalu di Ridhai oleh Yang Maha Kuasa

Aceh nyang lon sayang
Aceh nyang lon cinta
Ulon tetap bangga
Sampoan nteuk
Sampoan mate
Simpang 5, Banda Aceh
13 Februari 2015

Hari Terakhir KKN: Selembar Surat Perpisahan

Monday, May 16, 2016 0

Hari Terakhir KKN: Selembar Surat Perpisahan

Gambar Ilustrasi KKN (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Ku tatap pagi cerah dengan senyuman mentari
Ku dengar kicauan burung-burung bersahutan bernyanyi
Ku pandang rerumputan hijau segar di pagi hari
Untuk terakhir kali
Di gampaong damai ini

Tanpa ku sadari
waktu begitu cepat berjalan
Tak terasa di sini aku sudah genap sebulan
Di dalam pengabdian
Di masyarakat tak pernah ku kenal

Namun mengapa
Tiba-tiba saja langit memalingkan wajahnya
Ia memalingkan wajahnya dariku
Dengan menyamatkan warna kelabu
Burung-burung dan binatang lainnya
seakan menjadi membisu
Dan anginpun berhembus seperti pilu
Seakan semua tak ingin berlalu

Ya, inilah waktunya
Perpisahan sudah tiba
Pengabdian berakhir sudah
Aku harus kembali
Kembali dengan duniaku yang tiada begitu berarti
Dan aku harus kembali
Walau dengan rasa sakit di dalam hati

Biarkanlah aku menghirup udara ini
Biarkanlah alam memelukku dengan kehangatan mentari
Biarkanlah aku mendengar nyanyian alam untuk terakhir kali
Sebelum aku pergi dan mungkin takan kembali

Perpisahan
Sebuah kata yang menyakitkan
Namun menyimpan banyak makna
Tak sedikit orang tertunduk karenanya
Karena sakit yang harus ditanggung setiap yang dilanda

Dan kini aku harus kembali
Kini aku harus kembali
Aku harus kembali
Harus kembali
Kembali
Camp KKN Kelompok 49
GampongMasjid Trienggadeng, Pidie Jaya
9 Februari 2015

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Saturday, May 14, 2016 0

Organization of Petroleum Exporting Countries
(OPEC)

Gambar Logo OPEC (Doc. Google)
Makalah Sejarah Hubungan Internasional, yang berjudul Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latarbelakang Masalah 
Di dunia ini kita ketahui, banyak negara-negara yang dapat menghasilkan minyak baik itu pengeboran minyak lepas pantai ataupun pengeboran minyak yang dilakukan di daratan. Minyak merupakan aset dari penghasilan terbesar dari sebuah negara yang dapat mendongkrak perekonomian negara tersebut. Sehingga banyak negara-negara yang menghasilkan minyak atau sebagai produsen minyak dapat sesuka hatinya mematok harga minyak tersebut, sehingga secara tidak langsung dapat 
merugikan negara-negara yang mengkonsumsi atau sebagai pemakai yang tidak dapat memproduksi minyak sendiri. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai cakupan yang luas dari pada perdagangan internasional yang dilakukan. Dengan demikian kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan-kesepakatan tertentu, dengan memegang prinsip keadilan dan saling menguntungkan. Oleh sebab itu negara-negara penghasil minyak mencoba bekerja sama untuk dapat mengontrolnya sehingga terbentuklah sebuah organisasi yang bernama OPEC. 

Para Nada

Saturday, May 14, 2016 0

Para Nada

Gambar Not Nada (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Ting ting ting tang tang tang
Tung tung tung teng teng
Ting ting ting tang tang tang
Tinut tinut tet tet
Ting ting ting tang tang tang
Tung tung tung tong tong
Ting ting ting tang tang tang
Tenet tenet tut tut

Tang ting tung tang ting tung
Tang ting tung teng teng tung
Tang ting tung tang ting tung
Tang ting tung teng teng tung
Tenet tenet tinut tinut
Tenet tenet tet tet
Tenet tenet tinut tinut
Tenet tenet tet tet

Nang ning nung nang ning nung
Nang ning nung ning ning
Nang ning nung nang ning nung
Nang ning nung neng neng
Darussalam, Banda Aceh
3 Maret 2015

Serdadu Hujan

Saturday, May 14, 2016 0

Serdadu Hujan

Gambar Ilustrasi Hujan (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Awan terlihat mulai gelap
Langit biru perlahan menyelimut diri
dengan awan hitam dan pekat
Setiap lamunan kini tersentak dalam lelap
Padahal sedangkan mimpi-mimpi
sedang beranjak dalam penat

Mulai terdengar
suara-suara aneh dari langit
Ya, suara-suara kendaraan para serdadu hujan
bersiap terjun dan melompat
Menjalankan misi Tuhan
mulia dan penuh makna kebaikan

Satu persatu
serdadu melompat
Disusul ribuan serdadu mendarat
Serdadu menyerang siapa saja menghambat
Para serdadu mulai beroperasi
masuk dan meresap kedalam tubuh bumi
Memandikan tanah-tanah haus selama ini
Terus menyebar kesegala arah
Bagai virus mematikan
namun penghantar kehidupan
Menembus pori-pori bumi
terdampar pada aliran membawa pergi
Menuju lautan
Menuju tempat perkumpulan
Yang akan merangkul mereka kembali

Misi telah usai
Para serdadu harus kembali
Menunggu misi  Ilahi
Misi bagi penghuni bumi
Misi bersirkulasi tanpa henti
Sampai tiba waktu berhenti

Serdadu hujan
engkau kecil namun menakutkan
Serdadu hujan
Walau kecil
engkau membawa kebaikan
Serdadu hujan
Sungguh tiada berani menahan
Serdadu hujan
Sungguh engkau taat akan perintah Tuhan
Warkop Dhapu Kupi
Simpang Surabaya, Banda Aceh
11 Januari 2015


Ayo Kawan Bangkit dan Berdiri

Friday, May 13, 2016 0

Ayo Kawan Bangkit dan Berdiri

Gambar Demonstrasi
(Doc. Mhd. Saifullah)
Karya Mhd. Saifullah
Seakan tak terdengar lagi
Suara semakin sayup menyepi
Kerajaan kampus megah berdiri
Tetapi bagaikan kota mati

Asa semakin punah
Suara mahasiswa semakin tiada
Tangisan rakyat jelata
Semakin membanjiri dunia

Diam hanya diam
Suara-suara pembelaan kini mulai membatu
Kelam hanya tinggal masa kelam
Suara perubahan telah hilang ditelan waktu

Mahasiswa dan tridarma
Hanya selongsong nama dan selogan biasa
Jangankan untuk membela rakyat
Mahasiswa sendiri takut tak selamat
Jangankan kritik pedas
Mahasiswa sendiri telah ditindas

Ayo bangun, bangunlah kawan mahasiswa
Sudah cukup kita dibuai nilai kampus semata
Rakyat telah menunggu, menunggumu kembali
Mari kawan-kawan mahasiswa bangkit dan berdiri

Jangan takut wahai kawan beranikanlah diri
Meski kematianmu telah menanti
Tuhan itu lebih tau apa yang terjadi
Coba ikhlaskan diri agar di Ridhai oleh Ilahi
Kampus FKIP
Darussalam, Banda Aceh
26 Maret 2015

Tersesat

Friday, May 13, 2016 0

Tersesat

Gambar Ilustrasi Tersesat
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Aku yang berjalan digelapnya waktu
Terbelalak namun semu
Hampa
Ya terlihat hanya sama
Tiada rupa dari setiap sisi

Apa ini
Mengapa hanya diriku
Kemana mereka
Para penghibur dikala aku bertajuk?
Pagar betis ketika aku berkuasa?

Aku sendiri
Mereka telah hilang
Enggan akan bercerita semua
Jejak kaki ku telah tiada
Bahkan bayanganpun enggan bersanding dengan raga

Aku sendiri
Tiada tahu dunia ini
Adakah syafaat menjelang aku mati?
Agar sesat menjauhiku saat bertemu Ilahi
Warkop 26 Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
5 Mei 2015

Rantauan Ilmu

Wednesday, May 11, 2016 0

Rantauan Ilmu

Gambar Ilustrasi
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Jauh melangkah melepas jiwa
Tanah kelahiran di pelipis mata
Ibu dan ayah berdoa melangkah
Untuk aku yang kelak merindukan mereka

Lalui batas rantauan menanti
Mencari ilmu dengan melangkah pasti
Lepas raga lepas jiwa
Demi harapan dan kebahagiaan kedua orang tua

Rantau nanjauh kelak merindu
Sanak saudara akan selalu menunggu
Kelak kembali membawa ilmu
Untuk merubah nasib bangsaku
Warkop Dek Mie
Gampong Rukoh, Banda Aceh
13 Mei 2015

Ada Apa Dengan Diriku

Wednesday, May 11, 2016 0

Ada Apa Dengan Diriku

Gambar Ilustrasi Penyesalan (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah
Heran
Terkadang aku heran dengan diriku
Aku telah banyak berubah
Waktu telah ku buang begitu saja
Berlalu dengan sia-sia tanpa aku nikmati

Teman-teman menegur
Apa yang membuatmu begini?
Kuliah engkau jarang
Dan engkau
Hanya santai menghabiskan waktu
Duduk-duduk di kantin tanpa kau pikir kuliahmu
Kau telah merugikan dirimu

Setengah masa dari semester telah berlalu
Tetapi aku masih saja menjadi batu
Hanya diam, santai dan menikmati

Seakan tak ada beban di kepalaku
Tentang kuliah atau masa studiku

Aku heran kepada diriku
Aku telah banyak berubah
Aku terlalu lalai dalam hari-hariku
Aku telah banyak tertinggal
Aku telah rugi

Aku merasa bagaikan di awang-awang
Yang penuh ketidak pastian

Aku sungguh berbeda
Dan aku telah banyak berubah

Ntah kapan aku akan sadar
Dari mimpi penuh fantasi
Dari ketidak pastian yang ada
Membuatku telah berubah
Ntah sampai kapan aku begini

Mungkin lusa atau esok hari
Aku akan berubah
Kembali seperti bisa

Tetapi tak dapat aku berjanji
Karena diriku sendiri juga tak mengerti

Ntah kapan aku akan berubah
Hidup tenang dan penuh cinta
Kantin FKIP Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
27 November 2014

Cahaya Bukan Cahaya

Wednesday, May 11, 2016 0

Cahaya Bukan Cahaya

Gambar Ilustrasi Cahaya Kota
(Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Di manakah cahaya itu?
Katanya dapat menyinari setiap sisi
Katanya mampu menyinari kegelapan
Katanya menjadi penerang?

Namun sekarang
Semua samar
Tak terlihat
Masih gelap

Semua merasa cahaya
Tetapi bukanlah cahaya
Sungguh diriku hampir terjebak
Cahaya itu hanya semu

Cahaya mengatasnamakan cahaya
Berjiwa mengumpama raga

Ntah kapan
Cahaya sesungguhnya datang
Cahaya berasal dari Ilahi
Cahaya tulus dari nurani
Yang kelak akan membawa kedamaian diri
Kajhu, Aceh Besar
13 Desember 2014


Penerapan Kurikulum Pendidikan Diolok-Olok

Wednesday, May 11, 2016 0

Penerapan Kurikulum Pendidikan Diolok-Olok


Budaya gonta-ganti yang terjadi pada setiap kali pergantian pemimpin serta pembantunya di Indonesia bukanlah hal yang aneh lagi bagi kita. Baik itu dalam penerapan sistem ekonomi, politik pemerintahan, serta pendidikan. Perbedaan pemikiran serta tidak sependapat menjadi salah satu faktor perubahan dalam setiap kepemimpinan. Terbukti, budaya tersebut masih saja berlanjut mulai dari kepemimpinan pada masa Presiden Soekarno sampai dengan saat ini masa Presiden Jokowi. Kali ini yang menjadi korban dari perubahan kepemimpinan lagi-lagi adalah dunia pendidikan. Dalam jangka waktu sepuluh tahun, Indonesia sudah bergonta-ganti kurikulum sebanyak 4 kali. Mulai dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), K13 (Kurikulum 2013), dan yang baru saja diganti lagi sekarang.

Menanggapi keputusan Mendikbud yang ingin menghentikan penerapan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang di sampaikan oleh Anies Baswedan, sungguh membuat dunia pendidikan bangsa ini seperti diolok-olok bagaikan sebuah boneka. Di mana bisa dimain-mainkan, digonta-ganti pakaiannya, serta dibolak-balik sesuai keinginan. Padahal seperti yang kita ketahui, Kurikulum 2013 yang baru saja diterapkan dan belum sampai lagi satu semester dilaksanakan pada seluruh sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Terdapat hanya 6.221 sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 13 pada tahun ajaran 2013/2014, yang terdiri dari 2.598 SD, 1.437 SMP, 1.165 SMA, dan 1.012 SMK dari 182.538 sekolah yang terdata di Kementerian Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sampai tahun 2008. Selebihnya bisa dikatakan sebanyak 174.862 sekolah baru pada semester ini menerapkan Kurikulum 2013. Dan sekolah-sekolah yang telah tiga semester menerapkan Kurikulum 2013 akan menjadi sekolah percontohan bagi kurikulum tersebut.

Gambar Ilustrasi
(Doc. Google)
Alasan Mendikbud pemerintah mengambil keputusan untuk menghentikan penerapan penggunaan Kurikulum 2013 di karenakan sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan kurikulum tersebut. Dalih-dalih alasan penghentian ini dilandsasi karena ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum dan ketidakselarasan antara gagasan dan isi buku. Sehingga masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendamping guru dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata. Dan penerapan Kurikulum 2013 dikatakan terkesan pelaksanaannya terlalu terburu-buru. Apa sebenarnya yang dipikir serta diinginkan dari pemimpin-pemimpin bangsa ini dalam dunia pendidikan? Apakah pemerintah tidak pernah berpikir dampak dari semuanya bila dilakukan perubahan kurikulum secara terburu-buru?

Dari beberapa alasan serta penjelasan yang disampaikan mengenai pergantian kurikulum, timbul beberapa pertanyaan dari saya sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang nantinya akan menjadi calon seorang guru. Apa yang akan kami lakukan sewaktu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah bila kurikulum sudah diganti? Sedangkan sewaktu micro teaching kami diajarkan menggunakan Kurikulum 2013? Pastinya akan membuat kami menjadi kalang kabut, karena apa yang kami telah pelajari nantinya tidak sesuai dan sangat jauh berbeda dengan apa yang akan kami terapkan di sekolah tempat kami PPL nantinya. Bersyukur bila mendapat sekolah yang masuk dalam 6.221 sekolah yang menjadi percontohan penerapan Kurikulum 2013.

Bagaimana dengan nasib para siswa kelas tiga? Padahal mereka akan Ujian Nasional (UN)? Bila penerapan Kurikulum 2013 dihentikan, maka semester depan mereka akan memakai kurikulum yang berbeda pula. Dan ini bisa sangat berdampak pada hasil belajar siswa pastinya karena sistem penilaiannya sudah berbeda.

Bagaimana mengenai kerugian anggaran yang telah dikeluarkan oleh negara untuk penerapan Kurikulum 2013? Dan buku pelajaran dan Pedoman Guru Kurikulum 2013 nantinya dijadikan untuk apa? Akibat persiapan yang tidak matang dalam menarapkan Kurikulum 2013, negara telah dirugikan Rp.829 Milyar sesuai dengan pengesahan yang dilakukan oleh anggota X DPR RI. Dana yang dipergunakan untuk membeli buku melalui dan BOS serta pelatihan guru seakan menjadi sia-sia bila kurikulum diubah kembali.

Sungguh disayangkan bila kurikulum setiap saat diubah sesuai dengan pemimpinnya. Bagaikan memegang sebuah proyek, bila sudah berganti kontraktor maka bentuk serta keadaannya juga diganti.

Perubahan kurikulum memang sangat berdampak besar bagi dunia pendidikan, karna kurikulumlah yang akan merancang bagaimana sistem serta cara pendidik menerapkan pelajaran kepada peserta didik. Pergantian kurikulum dengan terburu-buru bisa dikatakan pendidikan bangsa ini seperti diolok-olok dan ditelanjangi. Habis dipakaikan baju baru, udah itu dibuka kembali dan ganti lagi tanpa memikirkan kerugian dari membeli bahan-bahan untuk membuat baju tersebut.

Saran saya sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang nantinya menjadi calon seorang guru. Alangkah baiknya setiap peraturan, pembangunan, serta keputusan apapun itu dilakukan percobaan dahulu sebelum diputuskan secara matang. Baik itu dibidang pendidikan maupun di bidang-bidang lainnya. Karena tidak mudah untuk menerapkan sekaligus di Indonesia yang sangat luas ini. Kejadian pergantian kurikulum ini semoga menjadi pelajaran besar bagi pemimpin semua.

Bocah dan Bocah

Wednesday, May 11, 2016 0

Bocah dan Bocah

Gambar Iluatrasi Para Bocah (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Wajah polos tak memiliki arti
Tak mengerti apa yang dilakukan saat ini
Mereka hanya bermain, bercengkraman
sambil berlari ke sana kemari.

Mereka seakan tak mengerti arti kehidupan
Mereka hanya berpikir bermain dan bermain
Asal bisa bercanda tawa tak menghiraukan di sekitarnya
Mereka adalah para bocah-bocah

Tak pernah merasa ada beban dipikirannya
Bilapun lelah dengan mudah menghelakan nafas
Sambil tertidur penuh bahagia

Itulah bocah dan bocah
Hanya bermain sambil bercengkraman
Tawa-tawa dari bibirnya yang mungil
Tak terbebani dengan kejadian yang terjadi di negeri ini

Tetapi itulah mereka
Kumpulan dari bocah dan bocah
Yang dipikirkannya hanya tertawa dan bermain bahagia
RKU 4 Unsyiah
Darussalam, Banda Aceh
22 November 2014

Harapan

Monday, May 09, 2016 0

Harapan

Gambar Ilustrasi Harapan Pendidikan (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Bukan senja tanpa mentari dalam penantian sunyi
Tetapi kerinduan di tanah kehampaan sunyi
Penuh anarki dan ketidak pastian mencaci
Di ujung jalan pencarian kepercayaan
Jati diri pemimpin bangsa ini.

Penghujung malam menghantarkan mimpi
Tentang indahnya tanah pertiwi dari Ilahi
Tanpa napotisme, kolusi, maupun korupsi
Semua terasa nyaman
Dan saling menerima dalam satu hati
Tanpa larah atau saling mencaci diri

Tapi matahari tetap berlalu
Walau hanya segelintir waktu
Menemani, mencoba cerahka bangsa ini
Agar rasa percaya diri bangkit dan berdiri
Menantang dunia dengan rasa yang gagah
Tak takut akan kucilan mereka
Sunggal, Medan Tuntungan
19 Juli 2015

Musafir Ilahi

Monday, May 09, 2016 0

Musafir Ilahi

Gambar Ilustrasi (Doc. Google)
Karya : Mhd. Saifullah
Fajar dan senja batas waktu kota
Tergaris harapan musafir tak tentu arah
Mencari Tuhan dibalik tabir menggema
Tak berkeluarga
Hanya saudara dari yang Maha Kuasa

Musafir berjalan
Menentukan tujuan
Berharap syafaat menuju tempat kedamaian
Medan, Sumatera Utara
24 Juni 2015

Antara Realita dan Harapan Mahasiswa Jantong Hatee Rakyat Aceh

Sunday, May 08, 2016 0

Antara Realita dan Harapan Mahasiswa
Jantong Hatee Rakyat Aceh

Gambar Unsyiah
(Doc. Google)
Saya begitu heran melihat apa yang terjadi saat ini pada kampus yang notabenya berjulukan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh atau kampus kesayangan rakyat Aceh. Kampus yang dulu menjadi kebanggaan rakyat Aceh semakin lama semakin menjadi penyiksa tersendiri bagi jantung dan hatinya rakyat Aceh. Untuk masuk dan keluar dengan title sarjana saja putra putri Aceh harus mengelus dada serta benar-benar bersabar. Bahkan dari beberapa kasus yang ada, mahasiswa sampai menjadi gila dan malah ada yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tugas skripsi.

Masuk Susah Keluar Susah

Bisa kuliah di Universitas Syiah Kuala merupakan sebuah impian dan kebanggaan bagi sebagian masyarakat Aceh. Tetapi untuk bisa masuk ke kampus ini kita harus berusaha dengan mengikuti tes SNMPTN, SMBPTN, dan UMB hanya untuk mendapatkan satu kursi bersaing dengan beribu orang agar bisa belajar di kampus kesayangan ini. Setelah lewat, mereka harus membayar uang pendaftaran ulang dengan biaya yang tidak cukup murah terutama yang lewat jalur UMB (Ujian Masuk Bersama) minimal harus membayar Rp.3Juta, sungguh sangat jauh berbeda bila kita melihat pendapatan ekonomi orang tua mahasiswa yang masih di bawah rata-rata dan mengingat pekerjaannya dominan seorang petani.

Saat kalender tanggal masa kuliah sudah dimulai, masih banyak dosen yang belum memulai perkuliahan bahkan setelah beberapa bulan berjalan kuliah. Ketidak hadiran dosen mengajar perkuliahan tanpa informasi dan kejelasan yang pasti. Sehingga banyak mahasiswa yang mengeluh karena seharus rugi waktu, mereka juga rugi biaya untuk transportasi dari tempat kost ke kampus, mengingat tidak semua mahasiswa tinggal di sekitaran daerah Darussalam. Ini sungguh merugikan para orang tua yang telah membayar biaya SPP yang sangat mahal serta anaknya tidak mendapatkan ilmu sepenuh dan semestinya sesuai yang diharapkan.

Menjelang akhir masa kuliah, mahasiswa juga dibebankan dengan yang namanya skripsi. Selain harus bertarung melawan beratnya membuat tugas skripsi, mereka juga harus bersabar menghadapi dosen yang selalu mengulur-ngulur waktu untuk konsul. Bilapun bisa bertemu dosen yang bersangkutan, kebanyakan dari mereka harus merasakan kekecewa karena akan banyak coretan pada skripsi yang telah mereka buat, syukur-syukur diberikan arahan tentang skripsi yang salah oleh dosen yang bersangkutan. Karena penguluran waktu untuk konsul, mahasiswa harus membayar SPP penuh hanya untuk konsul dan memperbaiki skripsi.

Kasus Almarhum Fadliansyah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala bulan Agustus 2014 lalu, yang meninggal gantung diri karena tidak tahan terhadap tekanan keluarga dan tugas skripsinya yang tidak kunjung usai. Ini adalah gambaran nyata yang terjadi di kampus yang katanya Jantong Hatee Rakyat Aceh.

Pengelolaan UKTB, SPP, dan Beasiswa

Setelah dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 55 Tahun 2013 mengenai Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT), melalui surat edaran dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) nomor 272/E1.1/KU/2013 mengenai ketetapan pembayaran dibagi atas 5 golongan sesuai dengan pekerjaan orang tua mahasiswa. Dalam penggolongan tersebut, golongan pertama atau tidak mampu berkisar Rp.0-Rp.500.000., golongan kedua Rp.500.000-Rp.1.000.000., golongan ketiga Rp.1.000.000-Rp.2.000.000., golongan keempat Rp.2.000.000-Rp.3.000.000., dan golongan kelima Rp.3.000.000-Rp.4.000.000., dan diikuti seterusnya berdasarkan pendapatan orang tua mahasiswa.

Di Unsyiah sendiri sistim Uang Kuliah Tunggal Berkeadilan (UKTB) mulai diterapkan pada awal tahun kuliah 2013. Sistim  yang digunakan adalah subsidi silang, di mana yang kaya menutupi yang kurang mampu dan ini tujuannya sangat bagus. Tetapi sayangnya UKTB yang diterapkan di Unsyiah banyak mengalami kesalahan terutama saat verifikasi data, semua tidak sesuai yang terjadi di lapangan. Kurangnya tim survey untuk memantau langsung menjadi faktor utama karena masih banyak mahasiswa yang tidak mengisi data pendapatan orang tua sesuai dengan aslinya.

Bila berbicara tentang UKTB, lalu apa dampaknya bagi SPP mahasiswa lama? Sejak diterapkan UKTB di Unsyiah, biaya SPP semester pendek yang sebelumnya Rp.75ribu persks, kini naik menjadi 100ribu persks. Kenaikan ini awalnya tidak ada kejelasan yang pasti dari pihak rektorat tetapi setelah dilakukan demo oleh beberapa mahasiswa, besoknya pihak rektorat baru memberikan kejelasan dengan alasan untuk membayar dosen yang mau bekerja di saat libur. Padahal seperti kita ketahui selama dua tahun biaya SPP semester pendek tidak pernah naik. Selain itu, biaya SPP semester juga mengalami kenaikan sebesar Rp.80ribu, tanpa penjelasan yang pasti sampai sekarang untuk apa dan kemana arah uang tersebut.

Mengenai tentang dana beasiswa, kebanyakan dari mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut semua bisa dikatakan setingkat mampu, karena menurut pantauan saya hampir seluruhnya memiliki sepeda motor, hp canggih, bahkan ada juga yang memiliki mobil. Lagi-lagi tim survey dan verifikasi mengalami kebocoran dalam menangani hal ini. Selain itu, mengenai penerimaan beasiswa PPA dan BBM banyak terjadi nepotisme dalam penyeleksian, sehingga penerima hanya orang tertentu saja yang mendapatkannya. Ini sungguh disayangkan bila beasiswa tersebut tidak tepat sasaran baik itu penerima beasiswa Bidik Misi, PPA (Peningkatan Prestasi Akademik), BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa), dan beasiswa lainnya.

Untuk beasiswa Bidik Misi berdasarkan info dari teman yang berasal dari universitas lain dan media yang saya baca, dana persemester yang diterima mencapai Rp.6Juta, sungguh sangat menggiurkan. Tetapi sayangnya, dilapangan yang terjadi mengapa di Unsyiah hanya mendapatkan Rp.3,9Juta? Yah mungkin sudah dipotong dana kantong sana sini. Selain itu sekarang mahasiswa penerima beasiswa bidik misi harus dibebankan membuat sebuah proposal kreativitas agar dana bidik misi bisa keluar.

Renovasi di Atas Penderitaan Mahasiswa

Bila kita berjalan di Kopelma terutama jalan protokolan kampus Unsyiah, mata kita akan dimanjakan dengan pembongkaran trotoar, pengerjaan penggalian kabel PT. Anggara Tri Multi, dan pelebaran jalan. Jalan serta trotoar dan lintasan lari di lapangan taman Unsyiah yang masih layak dan bagus malah dibongkar. Secara tidak langsung inikan sudah menggangu kenyamanan dalam menggunakan fasilitas kampus. Melihat renovasi yang dilakukan oleh pihak rektorat hanya untuk mempercantik wajah Unsyiah dari luar, sungguh menimbulkan pertannyaan dalam hati saya. Buat apa mempercantik luar bila di dalam masih banyak yang perlu diperbaiki? Tidak tau apa kegunaannya, atau ingin menghamburkan anggaran diakhir tahun? Kenapa saya katakan demikian? karena di saat mahasiswa sedang mengalami kesulitan akan keuangan untuk membayar SPP. Terutama bagi mahasiswa angkatan 2013 dan 2014, yang dibebankan dengan pembayaran UKTB dengan biaya selangit.

Selain itu, padahal masih banyak mahasiswa-mahasiswa Unsyiah yang bekerja disela-sela waktu kosong kuliah, berdagang, bahkan ada yang mengamen diluar sana hanya untuk menutupi biaya kuliah. Mereka ada yang tidak terjamak dengan yang namanya beasiswa.  Dan masih banyak kampus-kampus dari Fakultas yang ada di Unsyiah yang seharusnya mendapatkan perhatian serius, seperti Fakultas Kelautan dan Perikanan yang masih menggunakan tempat belajar di puskesmas lama, Kampus FKIP Penjaskesrek, dan Kampus FKIP PGSD yang berada di Lampeuneurut.

Saran saya sebagai mahasiswa Unsyiah, saya sangat berharap bila para dosen agar sangat memikirkan kewajiban dari hak yang telah diterima. Karena tidak semua orang tua mahasiswa mudah mendapatkan uang untuk membiayai kuliah anaknya. Dan mengenai skripsi, harap saya dosen sedikit berbaik hati dalam menguji mahasiswa tingkat akhir, janganlah terlalu dibebankan buatlah semampu mahasiswa. Berilah solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi dan jangan memberikan api yang bisa menyiksa diri. Kejadian Almarhum Fadliansyah merupakan pukulan dan menjadi intropeksi tersendiri bagi dosen yang ada di Unsyiah dan berbenah dari kasus yang terjadi pada almarhum.

Buat tim verivikasi UKTB dan beasiswa, alangkah baiknya mengajak kerja sama pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan tempat tinggal mahasiswa, seperti Pak Geucik dan kepala lorong agar lebih mudah menyesuaikan data yang ada. Untuk pihak rektorat apabila ada kebijakan mengenai kenaikan SPP, berilah audiensi dan laporan yang pasti kemana uang itu dipergunakan. Sebab sebagai mahasiswa, kami yang memiliki kewajiban membayar SPP juga harus tau kemana dan untuk apa uang itu. Mengenai perenovasian mohon pihak rektorat memikirkannya kembali ditahun yang akan datang. Alangkah baiknya apabila anggaran yang lebih setiap tahun tersebut dipergunakan untuk membeli kelengkapan fasilitas yang diperlukan oleh setiap fakultas agar mahasiswa bisa lebih giat dan semangat dalam belajar dan mengembangkan ilmu yang telah mereka dapatkan.

Kampus yang dibangun oleh darah, keringat dan kerjasama orang Aceh kini lebih menjadi air mata bagi putra-putri Aceh sendiri. Dengarlah wahai pihak rektorat, jangan biarkan air mata itu mengalir, sebab air mata akan mengeluarkan darah dan darah itu sangat berarti. Hapuskan air mata kami sebagai mahasiswa Unsyiah yang selalu menangis melihat kejadian ini. Karena sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 ”setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”, jsadikanlah kampus Unsyiah ini menjadi lumbung yang menghasilkan para intelektual muda yang berguna untuk Aceh karena kampus ini didirikan dengan penuh perjuangan dan memiliki arti besar dalam sejarah Aceh.

Bermimpi

Sunday, May 08, 2016

Bermimpi

Gambar Ilustrasi Bermimpi (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Saya orang kaya
Mobil? Ada lima
Apatermen di mana-mana
Namanya juga orang kaya, uang bersimpah ruah
Tanah bisa membangun satu desa.

Tapi itu cuma mimpi saja
Mimpi ya boleh-boleh aja

Saya seorang professor muda
Penelitianku? Luar bisa
Jadi professor emang bangga
Namanya juga professor muda,
orang mengenalnya di mana-mana

Tapi itu cuma mimpi saja
Gak salah kalo saya mimpi jadi professor muda

Saya artis ternama
Film dan lagu? Tersebar kemancanegara
Seluruh dunia pasti mengenal saya
Namanya juga artis ternama,
tak heran bila orang mengenalnya

Tapi itu cuma mimpi saja
Sekedar mimpi itu bukan masalah

Saya dibilang gila
Sebab mimpi saya sungguh di luar kepala
Mimpi-mimpi saya bukan mimpi bisa
Sebab tak ada yang berani mengikutinya

Tapi itu cuma mimpi saja
Kalo iri jangan sampai marah
Sekedar buat happy-happy saja
Sebab ini cuma mimpi saya
Kalo kamu tertarik gabung bersama
Biar kita bisa mimpi berdua

Berdoa, berusaha, dan yakinlah
Sebab dari mimpi bisa menjadi nyata
Warkop GR
Gampong Lamnyong, Banda Aceh
15 November 2014

Aku, Desember, Kopi, dan Hujan

Sunday, May 08, 2016

Aku, Desember, Kopi, dan Hujan

Gambar Ilustrasi Kopi dan Hujan (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Waktu masih saja terus berjalan seperti bisa
Tanpa perlu dikejar dan mengejar
Karna dia tidak akan pernah berlari ataupun kembali
Ia akan berjalan sesuai yang telah direncanakan
Hingga masa dan perintah Tuhan memintanya untuk berhenti

Tepat di bulan ini
Sepuluh tahun telah berlalu
Bulan desember mereka eluhkan sebagai kelabu

Karena manusia menganggap itu adalah luka
Luka yang sangat pilu

Padahal Tuhan
sedang menguji kesetiaan umatnya dengan cobaan
Manusia anggap itu sebagai bencana
dan mereka anggap itu sebagai duka
duka terberat yang pernah ada

Seeerrruuppp
Ku nikmati secangkir kopi hitam yang ada
Di sebuah warung yang tidak pernah merasakan
keadaan yang terjadi
Sambil menunggu pagi mengantarkan siang
Dengan hujan yang menemani

Sepuluh tahun lalu aku masih seorang bocah
Yang tidak mengerti desember kini menjadi kelabu di antara kita
Yang aku tahu hanya bermain dengan teman sebaya
Tanpa memikirkan keadaan yang terjadi
Padahal teman-teman serta saudara-saudaraku sudah tiada
Alam telah merebutnya
Tuhan telah memanggilnya

Seeerrruuppp
Ku nikmati lagi secangkir kopiku
Di antara lamunan kala hujan datang

Sepuluh tahun yang lalu
Ya sepuluh tahun yang lalu
Waktu seakan cepat berlalu
Meninggalkan aku di sini
Yang hanya berteman dengan secangkir kopi,
hujan, dan desember serta bayang-bayang teman
dan saudara-saudaraku

Seeerrruuppp
Semakin ku tarik dan ku nikmati setiap tegukan kopiku
Bukan karena aku kehausan untuk minum
Tetapi karna aku haus akan tanda tanya yang terjadi
Mengapa hujan selalu menemani bulan ini?
Bulan yang dianggap sebagai desember kelabu

Alam sungguh selalu membuat tanda tanya
Hujan selalu tak pernah ada yang mengira
Antara sedih melihat kejadian yang pernah ada?
Atau bahagia dengan manusia yang telah bangkit dari duka
Yang pernah menimpa dan melanda tanahnya?

Sungguh Tuhan selalu memiliki rencana
dari seluruh rencana yang ada

Seeerrruuppp

Secangkir kopi untuk desember yang dianggap kelabu ini
Serta hujan yang selalu setia menemani bulan ini

Sungguh bulan, minuman, dan alam yang patut aku syukuri
Karna apapun yang terjadi
Semua dari sang Ilahi
Karena kita sebagai manusia tidak akan bisa berlari
Hanya bisa berdoa dan sambil menyerahkan diri
Warung Kopi 26
Darussalam, Banda Aceh
19 Desember 2014

Lagi-Lagi Listrik Padam Lagi

Thursday, May 05, 2016

Lagi-Lagi Listrik Padam Lagi

Gambar Ilustrasi Pemadaman Listrik (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Lagi-lagi lagi-lagi
listrik padam lagi.
Listrik baru sejam hidup,
eehh, sekarang udah padam lagi.

Lagi-lagi lagi-lagi
listrik padam lagi.
Janji matinya sejam
tapi malah lebih.
Pakek sedikit bayar sebukit.
Lagi-lagi lagi-lagi
listrik padam lagi.

Naik lagi naik lagi
listrik padam lagi.
Biaya listrik bakal naik lagi
listrik masih juga sering mati.
Gelap gelisah hati menjadi susah.
Rakyat kecil terhempit
hati semakin menjerit.

Lagi-lagi lagi-lagi
listrik padam lagi.
Baju kotor udah menumpuk tinggi
Listrik padam jadi gak bisa nyuci
Lihat bak mandi
airnya udah gak ada lagi.
Mau jalan sama pacar,
eeehhh malah gak jadi.
Badan gatal-gatal,
dikirain kurapan lagi
apes kali lagi-lagi.

Lagi-lagi lagi-lagi
listrik padam lagi.
Lagi-lagi lagi-lagi
cukup sekian dan terima kasih.
Gampong Beurabong, Aceh Besar
2013

Piagam Jakarta

Thursday, May 05, 2016

PIAGAM JAKARTA


MUKHADIMAH

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Mahas Kuasa dan dengan didiring oelh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta, 22 Juni 1945

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI)

Panitia Sembilan

Haji Soekarno Abikoesno Tjokrosoejoso
Haji Achmad Soebardjo Haji Moh. Hatta
Haji Abdul Kahar Muzakir Haji Abdul Wachid Hasyim
Alex Andries Maramis Haji Agus Salim
  Haji Mohammad Yamin
piagam jakarta

Gambar Piagam Jakarta
(Doc. Google)

Sumber: Buku Saku Undang-Undang Dasar 1945

Carikan Sajak Mei: Melawan Lupa

Wednesday, May 04, 2016

Carikan Sajak Mei: Melawan Lupa

Gambar Ilustrasi (Doc. Google)
Karya: Mhd. Saifullah
Ini CARIKAN yang tercecer.
Kata-kata biasa terucap bebas
terbungkam
diam menjadi beberapa SAJAK.
Ya, album tertulis MEI
telah berbingkai hitam bermotif darah.
Saat pekerja, pelajar, dan intelek muda,
MELAWAN berujung Tuhan.
Ingat atau terLUPA?
Kajhu, Aceh Besar
4 Mei 2016

Hentikan Bantuan Untuk Rohingya

Wednesday, May 04, 2016

Hentikan Bantuan Untuk Rohingya

Seratus lebih pengungsi Rohingya menunggu pertolongan nelayan Aceh di laut timur Aceh, 20 Mei 2015. Mereka berlayar sebulan lebih, sebelum diselamatkan nelayan Aceh. AP/S. Yulinnas. @Doc. Tempo.co
Masyarakat Aceh kini sedang diatas angin, bereuforia sambil membusungkan dada dengan rasa bangga. Karena bisa membantu saudara sesama muslim yang sedang berduka dan mengungsi dari negara asal yang memburunya. Sungguh ini menjadikan seluruh dunia memasang mata dan fokus tertuju akan kebaikan yang telah dibuat oleh Aceh. Hingga para elit-elit negara yang berada di Pulau Jawa mengatakan Aceh menjadi juara untuk saat ini. Dan kaum awam dari tanah rencong sendiri dengan lantang mengatakan kepada dunia bahwa hanya Aceh yang peduli terhadap Rohingya.

Bagaikan pahlawan super hero yang sering kita tonton pada siaran televisi. Dengan gagah berani Aceh menyelamatkan beratus-ratus orang yang terombang-ambing tanpa memiliki makanan dan penuh akan berbagai macam penyakit bagaikan bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Dan Aceh memandangnya itu sebuah kewajiban yang harus dibantu untuk saudara seiman yang sedang berduka. Pukulan telak dihantamkan Aceh kewajah Indonesia, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya serta membuat mereka harus tertunduk malu dihadapan mata dunia karena sempat menolak para manusia perahu.

Dalam suasana euforia yang sedang melompat-lompat bagaikan letupan minyak terkena air ini membuat masyarakat Aceh bersemangat untuk membantu dan menghibahkan sedikit hartanya kepada para pengungsi. Berbagai nama lembaga mulai dari A sampai dengan Z dengan berbagai warna bendera seperti pelangi terlihat menghiasi hampir setiap sudut kota bahkan lorong-lorong rumah. Berbagai simpati terpaparkan malang-melintang dan melintas di sosial media bagaikan iklan. Memang sangat luar biasa semangat membantu yang dimiliki oleh rakyat Aceh, layaknya seperti berkorban untuk mempertahankan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bantuan mengalir begitu kencang bagaikan air yang mengisi sebuah wadah saat dibukanya keran dan dengan cepat bantuan tersalurkan ke titik-titik pengungsian. Namun siapa sangka bila dibalik bantuan tersebut ada terselip sebuah kepentingan yang tidak tampak oleh mata. Seperti kata pepatah zaman mengatakan,”sambil menyelam minum air” dan “ sekali mendayuh, dua tiga pulau terlampaui”. Berbagai macam jenis bantuan dengan berbagai logo pabrik lembaga yang membantu menghiasi sesuai dengan kepentingan masing-masing dan itu sudah pasti terjadi.

Banjirnya bantuan dengan semangat dan ikhlas yang telah dikumpulkan oleh masyarakat Aceh seakan telah menjamin kehidupan para pengungsi Rohingya yang akan menetap di Aceh. Namun yakinlah yang ada malahan membuat para pengungsi menjadi manja dan malas untuk bekerja karena sudah ketergantungan terhadap bantuan yang disalurkan. Euforia dan keikhlasan dari kita juga akan menyusut dan bantuan yang ada akan habis hanya dalam tempo yang singkat. Dan ini akan menjadi tanda tanya, bagaimana dengan nasib para pengungsi nanti dikemudian hari?

Ada sebuah kisah pada masa Rasulullah SAW, di mana beliau membantu seorang laki-laki peminta sedekah di Madinah pada masa awal Hijrah Rasul. Saat pertama peminta tersebut menjumpai Rasul, beliau memberikan sedekah berupa makanan untuknya. Pada pertemuan kedua, beliau memberikan uang beberapa dirham. Namun pada pertemuan ketiga, beliau tidak memberikan apa-apa, melainkan beliau mengambil kampak dan menberikannya kepada peminta sedekah tersebut. Apa yang diberikan beliau membuat si peminta kaget dan bertanya, ”Untuk apa kampak ini tuan? Aku meminta makanan atau uang sebagai sedekah”. Rasul pun menjawab, ”Kampak itu digunakan untuk membelah pohon, kayu, dan pekerjaan lainnya, sehingga pekerjaan tersebut bisa menghasilkan nafkah bagimu dan keluargamu. Sungguh indah cara yang dipergunakan oleh Rasulullah SAW, dalam membantu orang yang tidak mampu dan tidak memiliki pekerjaan.

Sifat yang dicontohkan Rasulullah SAW, sungguh sangat bisa menjadi acuan dan dipakai oleh Zaini dan Muzakir selaku gubernur dan wakil gubernur Aceh saat ini. Agar untuk mengurangi ketergantungan para pengungsi Rohingya terhadap bantuan. Sebab memang tidak mungkin kita bisa membantu terus menerus bila masyarakat kita juga masih kekurangan dan ini akan menjadi kecemburuan sosial nantinya.

Aceh memiliki lautan yang luas sepanjang daerahnya, hutan juga bisa dikatakan lumayan, dan tanahnya juga subur. Alangkah baiknya para pengungsi diberikan pekerjaan sebagai nelayan ataupun petani. Jangan bantu mereka dengan mendirikan banguan, namun ajaklah mereka bekerja untuk mendirikan rumah sendiri. Biarkan mereka berbaur dengan masyarakat Aceh agar mereka bisa saling mengenal dengan masyarakat lainnya. Dari pada mereka harus ditempatkan disebuah pulau lalu untuk kehidupan awal mereka pemerintah harus memfasilitasi. Inilah nantinya yang akan menjadikan kecemburuan, kesenjangan dan kurangnya interaksi antara masyarakat Aceh asli dengan pengungsi Rohingya (bagaikan bawang merah dan bawang putih).

Dan untuk semua lembaga yang membantu, sungguh saya salut dengan perjuangan kawan-kawan semua. Mereka bukan hanya membutuhkan bantuan berupa sembako, baju dan kebutuhan harian lainnya, cobalah kita melihat wajah polos mereka yang penuh dengan tekanan. Mereka juga membutuhkan hiburan, dan penyemangat yang bisa membuat mereka bangkit dari trauma yang mereka rasakan selama di negara asalnya yang penuh tekanan. Cobalah kawan-kawan mengajak untuk berzikir, bersyair dengan nama-nama Allah, dan kegiatan lain yang bisa membuat seorang anak tersenyum kembali dari wajahnya yang imut, dan senyuman dari orang tua yang manis.

Islam itu indah, Islam mengajarkan untuk kita saling membantu, saling mendukung, untuk bersatu dalam perbedaan tanpa harus membeda-bedakan, karena perbedaan itu adalah rahmat dari Allah. Anggap yang mereka rasakan adalah yang kita rasakan sehingga kita tetap saling menghargai di antaranya. Karena Rohingya adalah kita.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Opini ini pernah dipublikasikan di media online Detak Unsyiah (24/05/2015) dan Harian Aceh Indonesia (26/05/2015).