Suara Dibungkam

11:10:00

Suara Dibungkam

Gambar Ilustrasi Pembungkaman Suara (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah

Suara kami,
mungkin tidak senyaring
tiupan seruling dikesunyian alam.
Suara kami,
mungkin tidak sebanding
para negarawan dalam berkalam.
Suara kami,
mungkin saat ini engkau abaikan.
Suara kami,
dianggap subversif
dalam kerajaan kampus
yang dikatakan proaktif.
Namun dalam konkretisasinya
adalah pasif.

Bibit-bibit intrik polemik
disebarkan penguasa tiada arah.
Di tanah hampa si awam
ditanam pemikiran apatis.
agar semakin lemah
dan semakin mengikis para pengkritis.
Dan dengan mudah
sang penguasa memaksa mereka
memakan titah.

Kami digenggam otoriter sang rektorat.
Kami dibungkam dengan tipu muslihat.
Kami diikat, lalu ditindas,
dan dijadikan boneka
untuk kepentingan tahta semata

Tidak, tidak.
Kampus ini bukan sedang reformasi.
Kampus ini bukan sedang revolusi.
Kampus ini bukan sedang menjalani predestinasi.
Tetapi kampus ini sedang membuat jabatan abadi.
Sedang menjalani predasi.
Dengan memakan anak sendiri
agar kekuasaan mudah dijalankan
kesana-kemari sesuka hati.

Sang raja bertajuk angkuh.
Takut dilambai tahta yang membaju
hingga anak sendiri dianggap musuh.
Bungkamkan rasa
dengan mendidik kuasa tirani.
Lebih utama gengsi
dari pada membina kami.

Suara kami,
mungkin tidak senyaring
tiupan seruling di kesunyian alam.
Suara kami,
mungkin tidak sebanding
para negarawan dalam berkalam.
Suara kami,
mungkin saat ini engkau abaikan.
Namun suara kami,
akan menjadi momok menakutkan.
Sebab membungkam
bukan jalan kepastian
tetapi jalan menuju kehancuran.

Banda Aceh
15 Oktober 2015

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments