Puisi Wasiat

Sunday, April 24, 2016

Puisi Wasiat

Gambar Ilustrasi Puisi Wasiat (Doc. Mhd. Saifullah)
Karya: Mhd. Saifullah

Akan tiba pada suatu masa
kau dan aku harus berpisah.
Hubungan begitu lama dan kokoh,
rubuh begitu saja.
Lebur tak berdaya
layaknya pasir bahkan lebih dari itu.
Hingga anginpun mudah membawanya.

Ya, itu bukan keinginan kita.
Bukan karena kehendak hati
atau keegoisan yang ada dan melanda
salah satu dalam jiwa kita.
Namun karena teramat lemahnya raga.
Masa dengan mudah mengangkutnya.

Aku tahu kau sangat mencintaiku.
Dan engkau tahu juga
bahwa aku sangat menyayangimu.
Tetapi Tuhan punya semua.
Tuhan lebih mempunyai dari apa
yang kita rasa di antara kita.
Hingga salah satu dari kita akan dilanda
kegalauan dan sedih berkepanjangan.

Aku meninggalkan wasiat puisi ini
agar kelak salah satu dari kita tidak larut
dengan bencana melanda.
Setelah salah satu dari kita membacanya.
Aku meninggalkan wasiat puisi ini
agar salah satu tersisa
senantiasa mengirimkan doa.
Untuk mempertemukan dan bersama-sama
roh kita berdua di surga.

Banda Aceh
13 Februari 2016

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments