Peninggalan Kerajaan Serta Kebudayaan Yang Bercorak Hindu Di Aceh

Peninggalan Kerajaan Serta Kebudayaan
Yang Bercorak Hindu Di Aceh

Gambar Benteng Indra Patra
(Doc. Google)
Tugas Makalah Matakuliah Sejarah Aceh 1 pada saat semester dua dengan judul Peninggalan Kerajaan Serta Kebudayaan Yang Bercorak Hindu Di Aceh.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.           Latar Belakang Masalah
Yang seperti kita ketahui tidak banyak bahkan hampir tidak tampak sama sekali peninggalan-peninggalan Hindu yang tersisa di Aceh. Mengapa semua itu bisa terjadi? karena, setelah agama Islam masuk ke Aceh beberapa kebudayaan yang berbau agama Hindu itu dihancurkan atau dimusnahkan baik itu bangunan ataupun candi. Semua itu mereka lakukan karena sikap kefanatikan masyarakat Aceh terhadap agama Islam. Walaupun ada beberapa budaya Hindu yang tersisa dan telah terakulturasi dengan kebudayaan Islam yang mana masih melekat pada masyarakat kita di Aceh. Tak salah bila di Aceh sangat sulit untuk mencari bukti-bukti tentang peninggalan kerajaan serta kebudayaan Hindu saat ini. Sebab, kebanyakan bukti telah tiada dan seandainya ada pasti kurang akan sumbernya.

Aceh yang terkenal dengan sebutan, “Kota Serambi Mekkah” merupakan tempat di mana berkembangnya agama Islam pertama di Indonesia. Diperlihatkan dari letak geografisnya, dimana Aceh sendiri terletak di ujung barat Pulau Sumatera yang dekat dengan Selat Malaka yang saat itu menjadi pintu pusat lalu lalangnya kapal-kapal saudagar antara belahan bumi Barat dan Timur. Dapat diperhitungkan sejak awal abad ke 1 atau paling lambat masa mula berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Seperti yang tertulis dalam buku H Mohammad Said, Aceh Sepanjang Abad jilid I.

Namun dengan meningkat lalulintas perdagangan dan kemampuan hidup masyarakat sekaligus memungkinkan terbangunnya suatu pemerintahan atau kerajaan. Sumatera memang sudah dikenal dengan kaya akan hasil Bumi dan Alamnya jadi tidak salah pada masa itu bangsa India menyebutnya dengan sebutan Swarnadwipa (Pulau Emas).

Selain berdagang, para saudagar-saudagar tersebut yang mana mereka berasal dari Arab, India dan Cina lebih dominan dalam perdagangan di Sumatera. Pelan-pelan para saudagar tersebut menyebarkan agama yang mereka anut dan pahami yang mereka bawa bawa dari daerah asal, salah satunya yaitu agama Islam, Budha dan Hindu.

Sebelum masuknya agama Islam ke Aceh, diperkirakan terlebih dahulu sudah ada agama serta kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha di Aceh. Beberapa kerajaan yang dulu pernah bercorak Hindu seperti, Kerajaan Laut Bangko (Kluet) di Aceh Selatan, Kerajaan Sama Indra (Pedir) yang berada di Pidie, Kerajaan Indrapurwa (Lamuri) menjadi Kerajaan Indrapuri, Indrapatra, Indrapurwa yang berada di Aceh Besar dan Indrajaya yang dikenal sebagai kerajaan Panton Rie atau Kantoli di Lhokseudu.

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments