Pengertian Sejarah

Saturday, January 30, 2016

Pengertian Sejarah

Kata sejarah barangkali sudah sering didengar sejak pertama kali guru sejarah mengajarkan mata pelajaran sejarah kepada kita, mulai dari sejak SD, berlanjut ke SMP, SMA, bahkan sampai awal menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi. Pada awal-awal mata kuliah Pengantar Ilmu Sejarah di Perguruan Tinggi apabila kita diberi sebuah pertanyaan apakah sejarah itu? Kalimat jawaban yang kita utarakan yaitu sejarah merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di masa lampau. Pengertian sejarah bahkan disangkut pautkan dengan beberapa bahasa, seperti pada bahasa Arab syajara berarti terjadi, syajarah berarti pohon, syajarah an-nasah berarti pohon silsilah; bahasa Inggris history, dari bahasa Latin dan Yunani histor atau istor berarti orang pandai. Pengertian sejarah secara demikian merupakan gambaran secara umum dari pengertian sejarah, namun tidak ada yang memenuhi karakteristik ilmu sejarah. Jadi, apakah sejarah itu?

Pengertian sejarah terbagi menjadi dua, yaitu pengertian sejarah secara negatif dan pengertian sejarah secara positif (Kuntowijoyo, 1999:7). Pembagian pengertian sejarah secara demikian memiliki alasan masing-masing sesuai dengan uraian tentang pengertian sejarah. Sebagai ilmu, sejarah terikat pada prosedur-prosedur atau karakteristik ilmu sejarah dan penelitian ilmiah. Sejarah juga terikat pada penalaran yang bersandar pada fakta berupa sumber sejarah secara tuntas, sehingga mampu mengungkapkan secara objektif dan kecocokan dari sebuah sejarah.

1. Pengertian Sejarah Secara Negatif
Sejarah Itu Bukan Mitos.
Sejarah bukanlah sebuah mitos dan mitos belum tentu bisa dikatakan sejarah meskipun keduanya sama-sama menceritakan masa lalu. Mitos menceritakan masa lalu dengan waktu yang tidak jelas sedangkan sejarah semua peristiwa dijelaskan secara persis disertai kapan terjadinya. Kejadian dalam mitos tidak masuk akal orang masa kini sekalipun dipercaya sungguh-sungguh terjadi di masa lalu namun sumbernya berasal dari mulut ke mulut (cerita) sedangkan bagi sejarah sumber lisan sah sifatnya apabila prosedur penelitian sejarah diterapkan.

Sejarah Itu Bukan Filsafat
Filsafat itu abstrak dan spekulatif dalam bahasa Latin disebut abstractus berarti pikiran dan speculattio gambaran angan-angan atau bisa diartikan bahwa filsafat hanya berhubungan dengan pikiran utama. Bila berbicara tentang manusia, maka manusia itu ialah manusia pada umumnya atau manusia yang ada dalam gambaran angan-angan menurut filsafat. Kalau sejarah berbicara tentang manusia, maka yang dibicarakan ialah orang tertentu yang mempunyai tempat dan waktu serta terlibat dalam kejadian. 

Sejarah Itu Bukan Ilmu Alam
Sejarah memiliki cara tersendiri dalam pekerjaannya, meskipun sering dikaitkan dengan ilmu-ilmu manusia atau human studies. Sejarah selalu menuliskan hal-hal yang khas serta pikiran seseorang atau bersifat ideografis berasal bahasa Yunani idio berarti ciri-ciri atau pikiran dan graphein berarti menulis. Ilmu alam itu sifatnya nomothetis, berasal dari bahasa Yunani nomo berarti hukum, dan tithenai berati mendirikan, yaitu ilmu alam bertujuan menemukan atau mendirikan hukum-hukum umum.

Sejarah Itu Bukan Sastra
Ada tiga hal yang berbeda antara sejarah dan sastra. Pertama, cara kerja sastra lahir dari kehidupan sesuai yang dimengerti pengarang. Kedua, kebenaran mutlak berada di bawah kekuasaan pengarang (subjektif) dan tidak ada yang mengikatnya. Ketiga, hasil keseluruhan atau kesimpulan hanya menjadi tuntutan pengarang dengan dunia yang dibangunnya sendiri. Hal-hal demikian tidak bisa dilakukan oleh sejarah, karena sejarah harus memberikan informasi selengkap-lengkapnya, setuntas-tuntasnya, dan sejelas-jelasnya.

2. Pengertian Sejarah Secara Positif
Sejarah Itu Ilmu Tentang Manusia
Sejarah hanya mengurus manusia masa kini, sedangkan manusia berupa fosil menjadi objek penelitian antropologi ragawi dan demikian juga dengan benda-benda meskipun dibuat oleh manusia tetapi telah menjadi pekerjaan arkeologi untuk menelitinya. Sejarah hanya meneliti peristiwa-peristiwa sesudah 1500 Masehi.

Sejarah Itu Ilmu Tentang Waktu
Sejarah membicarakan masyarakat dari segi waktu, yakni perihal mengenai perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. Pembabakan waktu atau periodisasi dipisahkan agar jelas ciri-cirinya, sehingga mudah dipahami. Jadi, sejarah ialah ilmu tentang waktu.

Sejarah Ialah Ilmu Tentang Sesuatu Yang Mempunyai Makna Sosial
Sejarah membicarakan tentang perkembangan dan perubahan yang terjadi pada masyarakat dikarenakan adanya suatu sebab yang dapat mengakibatkan suatu peristiwa yang besar.

Sejarah Ialah Ilmu Tentang Sesuatu Yang Tertentu, Satu-Satunya, dan Terinci
Sejarah tidak terbatas akan hal yang besar-besar, namun sejarah juga harus menyajikan hal-hal yang sekecil-kecilnya.

Definisi Sejarah
Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu yang dikerjakan oleh para sejarawan dan mempunyai kebebasan yang terikat oleh fakta. Sejarawan dapat menulis apa saja, asal memenuhi syarat untuk disebut sejarah, baik itu rekonstruksi yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh seseorang.


Dikutip dari:
Kuntowijoyo. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments