Kota Subulussalam Menuju Subulussalam

09:02:00
Kota Subulussalam Menuju Subulussalam
Gambar Lambang Pemerintahan Kota Subulussalam
((Doc. Google)
Subulussalam adalah jalan menuju kedamaian/kesejahteraan. Sejak ditetapkan menjadi sebuah kota yang berdiri sendiri pada tanggal 2 Januari 2007 sesuai dengan UU Nomor 8 tahun 2007. (www.kotasubulussalam.wordpress.com). Pemerintah Kota (Pemkot) Subulussalam terus berusaha melakukan gebrakan-gebrakan untuk menjadikan Kota Subulussalam menuju Subulussalam. Langkah-langkah gebrakan mulai dari sektor sosial, budaya, ekonomi, pendidikan serta agama. Ini terbukti dengan dibuatnya sayembara penulisan artikel yang mengusung tema “Membangun Kota Subulussalam yang Berkemajuan Adil dan Makmur”.

Keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama memikirkan kamajuan Kota Subulussalam langsung penulis tanggapi dengan melakukan diskusi dengan beberapa mahasiswa Kota Subulussalam di Banda Aceh. Pada diskusi tersebut penulis menerima beberapa keluhan dan harapan untuk Subulussalam yang semestinya. Terutama banyak dari sektor pendidikan, kesehatan, perkebunan, dan pemerintahan.

Untuk sektor pendidikan mereka mengkritisi masih banyaknya sekolah-sekolah di pedalaman yang minim sekali akan fasilitas pendidikan seperti Kecamatan Runding, Longkib, dan Sultan Daulat. Sedangkan pada sektor kesehatan, masih banyak masyarakat yang susah mendapatkan pelayanan kesehatan di Kota Subulussalam. Dari sektor perkebunan berupa dampak lingkungan yang disebebkan oleh tumbuhan sawit. Sedangkan untuk pemerintahan mereka mengkritisi masih banyaknya nepotisme yang dilakukan oleh pihak aparatur pemerintahan.

Itulah sedikit hasil diskusi penulis dengan beberapa mahasiswa Subulussalam yang di Banda Aceh. Untuk menjadikan Kota Subulussalam MenjadiSubulussalam tidaklah mudah. Yang dibutuhkan oleh Kota Subulussalam saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan adanya SDM yang berkualitas, maka kemajuan Kota Subulussalam juga akan mengikuti dibelakangnya. Dan di sini pemkot harus benar-benar bekerja keras serta bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Pendidikan Adalah Modal Paling Utama
Kebanyakan pemerintah beberapa daerah di Indonesia masih kurang dalam mempedulikan pendidikan. Karena pada kenyataannya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di daerah-daerah masih kurang. Padahal pendidikan adalah modal yang paling utama dalam kemajuan suatu bangsa dan menjadi keselamatan di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda,“Barang siapa yang menghendaki kebaikan di dunia maka dengan ilmu. Barang siapa yang menghendaki kebaikan di akhirat maka dengan ilmu. Barang siapa yang menghendaki keduanya maka dengan ilmu.”(H.R. Bukhori dan Muslim). Pada hadits tersebut mengungkapkan bahwa begitu sangat pentingnya pendidikan (ilmu). Selain itu Suryahadiprojo mengatakan,“Dengan pendidikan yang meluas akan tercipta tenaga manusia yang cakap dalam proses produksi dalam jumlah besar.”(Suryohadiprojo, 1987: 29).

Kemajuan negara-negara besar di dunia bisa menjadi contoh. Negara-negara Eropa bangkit dari keterpurukan (zaman kegelapan) menuju perkembangan ilmu pengetahuan (renaissance) pada abad ke-16. Jepang bangkit untuk pertama kali pada masa Restorasi Meiji (1866-1869) dan bangkit untuk kedua kali paska dijatuhkan bom di Kota Horusima dan Nagasaki dan sekarang menjadi salah satu negara maju dengan berbagai macam produknya tersebar di seluruh dunia. Begitu juga pada masa kerajaan, Kerajaan Aceh Darussalam masuk dalam lima kerajaan yang terbesar di dunia pada abad ke-17, ini dikarenakan sulthan menuntut masyarakat untuk menuntut ilmu. Baik itu ilmu agama maupun ilmu dunia (perangan, kesenian, dll).

Bila melihat begitu pentingnya pendidikan, pemkot harus terjun langsung kebeberapa daerah yang memang sangat minim akan fasilitas pendidikan melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Pemkot harus meninjau kualitas bangunan, buku pelajaran, serta keadaan tenaga pengajar (guru). Terutama sekali pada sekolah tingkat SD dan SMP, karena tingkat ini sangat rawan untuk berhenti sekolah. Sedangkan untuk SMA dan SMK, alangkah lebih baiknya kedepan dibangun sekolah pertanian dan perkebunan mengingat letak geografis Kota Subulussalam. Agar bila mereka selesai SMA dan SMK mereka telah memiliki keterampilan dalam bercocok tanam.

Selain pendidikan umum, pendidikan agama juga terbilang penting. Karena bila belajar dari kejadian saat ini kebanyakan yang melakukan tindakan kriminal, asusila dan korupsi adalah orang-orang yang memiliki intelektual. Namun sayangnya keintelektualan tersebut tidak digunakan untuk kebaikan. Semua dikarenakan SDM yang dihasilkan tidak ditopang dengan ilmu-ilmu agama sehingga moral dan akhlak layaknya seperti zaman Jahilliyah.

Subulussalam merupakan daerah yang pernah melahirkan seorang ulama karismatik dan intelektual pada masa Sulthanah Syafiatuddhin di Kerajaan Aceh Darussalam, yaitu Syekh Abdurrauf Al Singkili atau lebih dikenal dengan Syiah Kuala. Karena kharisma dan keintelektualan beliau sehingga nama beliau kini dilabelkan pada universitas kebangggaan rakyat Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala.

Pemkot memiliki tugas saat menciptakan para intelektual yang memiliki akhlak serta moral seperti yang pernah ada. Alangkah baiknya pemkot menerapkan matapelajaran muatan lokal berupa akidah akhlak serta bimbingan konseling wajib. Mulai dari taman kanak-kanan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh sekolah yang ada di Kota Subulussalam. Sebab moral dan akhlak yang baik harus ditanamkan sejak dini.

Harapan Mahasiswa
            Sebagai mahasiswa yang berasal dari Kota Subulussalam, teman-teman berharap agar pemkot juga mementingkan akan fasilitas kesehatan. Karena banyak dari masyarakat harus berobat ke Sumut bila sakit. Semua disebabkan karena minimnya fasilitas di daerah sendiri.

Untuk sektor perkebunan mereka berharap agar pemerintah berani dan tegas pemberhentian perkebunan sawit. Mengingat dampak lingkungan yang diberikan oleh perkebunan sawit. Kota Subulussalam bisa saja kaya dalam waktu singkat, tetapi akan menanggung kerusakan dari alam dalam waktu yang lama dan tidak mungkin kita meninggalkan kerusakan untuk generasi penerus.

Kesimpulan dan Saran
Beberapa bangsa yang mencapai kejayaan telah menjadi contoh dalam menghargai serta menganggap pendidikan itu penting. Pendidikan merupakan modal utama untuk kamajuan daerah. Selain itu, untuk menghasilkan SDM yang berintelektual tinggi maka harus ditopang dengan pendidikan agama. Di mana peran pendidikan agama adalah untuk menjaga akhlak serta moral dan itu harus diajarkan sejak dini. Agar para generasi kedepan tidak akan merusak alam dengan sesukanya sebab alam merupakan milik Tuhan. Oleh karena itu diperlukannya keseimbangan ilmu dan agama. Bila ilmu tanpa agama bagaikan orang buta, sedangkan agama tanpa ilmu bagaikan dikegelapan.

Selain itu pemkot juga harus memberikan beasiswa penuh kepada generasi yang bersungguh-sungguh ingin melanjutkan pendidikan dan menyediakan lapangan kerja saat mereka kembali. Dan pemkot juga harus mengawasi akan adanya nepotisme yang dilakukan oleh beberapa oknum yang mencari keuntungan.

Siapapun pemimpin Kota Subulussalam mulai saat ini harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Minimal dengan melaksanakan shalat berjamaah bersama masyarakat. Dengan begitu silaturrahmi telah terjalin antara pemimpin dan rakyat. Selain itu melakukan diskusi bersama pemuda dan mahasiswa. Biarkan mereka memberikan argumennya untuk kemajuan daerah lalu seleksi hasilnya. Di samping itu pemkot juga mungunjungi para napi yang ada di Lembaga Pemasyarakatan. Cobalah berdialog secara langsung dan beri mereka pelatihan yang bisa menghasilkan pendapatan dan meningkatkan perekonomian. Ini harus menjadi cerminan oleh pemkot untuk menjadikan Kota Subulussalam menjadi Subulussalamyang sesungguhnya.

Artikel Terkait

First
Comments
0 Comments